
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 170
...•...
...•...
Sementara Yoga menghela nafas sejenak sebelum akhirnya masuk ke dalam ruang jenazah itu, sesuai arahan cleaning servis tadi Yoga pun berhenti di dekat jenazah itu.
Memang benar disana tertera nama Nadya Azzahra Lestari, maka Yoga pun memberanikan diri untuk membuka kain penutup wajah jenazah itu untuk memastikan apakah itu memang benar Nadya yang ia kenal atau bukan.
Dan ketika ia membuka kain itu, ia langsung syok dan seketika menganga menutupi mulutnya.
"Nadya...." ucapnya seraya menjauhkan tubuhnya dari jenazah itu lalu kedua tangannya menutupi mulutnya dan air mata langsung mengalir deras membasahi wajahnya.
Yoga benar-benar syok tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, ia seperti orang stress karena terus mengacak-acak rambutnya sendiri sambil menangis terduduk di dekat jenazah itu.
Rasanya pedih sekali bagi Yoga ketika melihat sendiri jasad wanita yang sedang dekat dengannya, ia seakan-akan mengira ini mimpi bahkan Yoga sampai mencubit kulitnya sendiri untuk memastikan semuanya memang nyata.
"Nadya, ini gak mungkin Nadya! Kamu itu masih hidup kan Nadya? Ayo bangun cantik, aku yakin kamu masih hidup Nadya jangan begini jangan bikin aku sedih karena kehilangan wanita yang aku sayangi untuk kedua kalinya...!!" ujar Yoga yang bangkit mendekati jasad itu lagi dan menggoyang-goyangkan wajah jasad itu lalu menangis tepat di atas tubuhnya.
Jasad itu tentunya tak bisa merespon gerakan yang diberikan Yoga, Nadya memang telah tiada dan apapun yang dilakukan Yoga akan percuma saja karena yang telah pergi tidak mungkin akan kembali.
Ceklek... pintu terbuka membuat Yoga reflek menoleh ke arah pintu, terlihat seorang dokter bersama seorang polisi masuk kesana lalu berjalan menghampiri Yoga.
"Permisi mas, apa anda merupakan keluarga jenazah ini?" tanya polisi itu.
__ADS_1
Yoga melirik sekilas ke jasad Nadya yang masih terlihat putih mulus bersinar itu, barulah ia kembali menatap si polisi dan manggut-manggut.
"Benar pak, saya calon suaminya...." jawab Yoga berbohong mengatakan hal itu supaya polisi tersebut mempercayainya.
"Baiklah, kalau begitu mari ikut dengan saya keluar mas ada yang ingin saya bicarakan dengan anda!" ucap polisi itu kemudian mengajak Yoga keluar.
"Baik pak!" ucap Yoga singkat lalu menghela nafas panjang dan melirik sejenak ke arah Nadya sambil tersenyum, setelahnya ia pun mengikuti pak polisi keluar dari sana.
Sementara dokter itu menutup kembali kain untuk menutupi wajah Nadya.... lalu, ia pun juga keluar dari sana menyusul yang lainnya.
"Ada apa ya pak?" tanya Yoga saat sudah keluar dari ruang jenazah itu, ia duduk di kursi sebelah polisi tersebut.
"Begini mas, kami dari pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan tentang penyebab kecelakaan yang menimpa almarhum Nadya! Menurut keterangan sementara yang kami dapatkan, mobil almarhum jatuh ke danau karena hendak menghindari sepeda motor yang muncul dari arah kiri mas... kebetulan keterangan ini kami dapat dari pemotor itu sendiri yang pertama kali memberitahu para warga untuk membantu almarhum!" jelas polisi.
"Jadi maksud bapak, semua ini bisa terjadi karena kelalaian pemotor itu pak? Kalau begitu saya bisa menuntut beliau dong pak? Karena kelalaiannya telah menyebabkan calon istri saya meregang nyawa pak...!!" ujar Yoga emosi setelah mendengar perkataan polisi itu.
"Tenang dulu mas, jangan terburu-buru mengambil keputusan tanpa mencari tahu dulu kebenarannya! Karena dari keterangan pemotor itu lagi, mobil almarhum melaju sangat kencang dari arah lurus dan hampir menabrak si pemotor ini... almarhum kemudian banting setir ke kanan, tapi sayangnya dari arah berlawanan juga muncul sebuah truk yang tengah melaju sehingga almarhum pun kebablasan dan tercebur ke danau!" ucap polisi itu meneruskan penjelasannya.
"Dugaan sementara seperti itu mas, tapi kami akan terus mencari tau kebenarannya dan jika sudah ditemukan maka kami akan memberitahukan pada anda secepatnya!" ucap polisi itu.
Yoga pun coba menahan air matanya dengan menekan batang hidungnya, ia tidak bisa membayangkan betapa sakitnya jadi Nadya pada malam itu.
•
•
Sementara itu, Adrian juga sampai di rumah sakit Medika indah setelah mendapat informasi dari para warga yang berada di lokasi kecelakaan.
Adrian dengan kepanikannya datang ke resepsionis dan menanyakan letak jenazah Nadya, seperti tadi mbak-mbak resepsionis itu menunjukkan arah kamar jenazah pada Adrian.
Adrian pun langsung berlari menuju kesana sambil berharap kalau yang mengalami kecelakaan ini bukanlah Nadya mantan asistennya.
Sesampainya disana, matanya langsung tertuju pada seorang pria yang tengah duduk sambil tertunduk lesu di kursi depan kamar jenazah.
__ADS_1
"Yoga...."
Adrian memanggil pria itu lalu mendekatinya, sontak Yoga menoleh lalu terkejut saat melihat kedatangan Adrian disana.
"Mau apa lu kesini?" tanya Yoga dengan tatapan emosi dan rahang yang bergetar saat mengatakan itu menandakan kalau ia sangat emosi pada saat ini.
"Gue dapet berita kalau Nadya kecelakaan dan meninggal di tempat, makanya gue kesini buat mastiin sendiri apa benar itu Nadya atau bukan! Sekarang giliran gua yang nanya, lu mau apa kesini....??" ujar Adrian.
"Lu gak perlu lakuin itu Adrian, semua ini terjadi karena perbuatan lu yang udah bikin Nadya kecewa! Dan kalau lu tanya kenapa gua kesini, itu karena gua adalah orang yang peduli sama Nadya gak kayak lu yang bisanya cuma nyakitin dia!" ucap Yoga kini sudah mengepalkan tangannya.
"Maksudnya apa? Gua gak pernah ngerasa nyakitin Nadya, jadi lu jangan asal ngomong kalo gak tau penyebabnya apa! Mending sekarang lu minggir dan pergi dari sini, Nadya itu calon istri gua dan lu gak berhak ada disini lagi!" ucap Adrian.
"Asal lu tau Adrian, 2 hari yang lalu gua ketemu Nadya di jalan dan dia kelihatan stress sampai mengemudinya gak bener... dia curhat sama gua kalau dia punya masalah sama lu, dan kemungkinan dia kecelakaan sampai meninggal itu juga karena mikirin masalah dengan lu....!! Jadi seharusnya yang pergi dari sini itu bukan gue, tapi lu! Karena lu adalah penyebab Nadya meninggal!" ujar Yoga menunjuk Adrian dengan telunjuknya.
Adrian terdiam seperti kehabisan kata-kata untuk membalas perkataan Yoga, ia memalingkan wajahnya dan berfikir kalau apa yang dikatakan Yoga memang ada benarnya.
"Kenapa diem? Lu merasa udah jadi penyebab meninggalnya Nadya...?? Baguslah lu sadar diri, sekarang mending lu pergi! Gua yakin arwah Nadya pun gak akan suka lu ada disini...!!" ucap Yoga mengusir Adrian dari sana.
"Oke gua bakal pergi, tapi tolong biarin gua masuk dan lihat wajah Nadya untuk yang terakhir kalinya.... gua janji setelah itu gua bakal pergi dari sini, please Yoga!" ucap Adrian memohon di hadapan Yoga.
Akhirnya Yoga luluh dan mengizinkan Adrian untuk masuk ke dalam melihat jenazah Nadya, sontak Adrian merasa senang lalu langsung masuk melewati Yoga begitu saja.
...~Bersambung~...
Kasihan dua pria itu harus kehilangan wanita yang dicintainya, rest in peace Nadya!🥀
...|||...
...Dukung terus novel author yang receh ini ya guys dengan cara kasih like + komen di setiap bab nya supaya author bisa semangat...
...Oh ya jangan lupa klik tombol favorit biar gak ketinggalan setiap up nya.......
...MAKASIH...
__ADS_1