
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 185
...•...
...•...
Devano yang telah menyelesaikan sarapannya langsung hendak berangkat kerja, ia memakai dasinya tapi tampak kesulitan karena memang ia sengaja supaya Shella mau membantunya memakaikan dasi.
Benar saja Shella terpancing dan kemudian membantu Devano memakai dasinya, tentu saja Devano tampak sumringah dan memanfaatkan momen itu untuk memandangi wajah istrinya dari jarak dekat.
"Nah udah mas..." ucap Shella tersenyum saat sudah selesai memakaikan dasi suaminya.
"Makasih honey," ucap Devano tersenyum. Cupp... satu kecupan mendarat di kening Shella membuat gadis itu tampak syok. "Anggap aja itu tanda terimakasih," sambungnya sambil mengelus bibir mungil Shella.
Laila yang melihat adegan itu tampak iri, ia jadi tidak sabar untuk segera menikah dengan Sadam kekasihnya.
"Ehem ehem..." Laila berdehem membuat sepasang suami-istri itu terkejut dan saling menjauh karena malu.
"Lu ngapa si La sumpah? Ganggu gue mulu lu demennya! Gak bisa apa diem aja gitu?" ujar Devano tampak kesal karena tadi sedang mesra-mesraan dengan Shella.
"Yaelah suruh siapa kayak begitu di depan gue? Kan gue jadi iri bang, makanya gue gangguin aja wlee..." ujar Laila menjulurkan lidahnya ke arah Devano bermaksud meledek.
"Dih songong banget nih anak!" ujar Devano semakin kesal kemudian berniat menghampiri Laila dan memberi pelajaran pada anak itu.
Namun, tentu saja Shella menahannya dengan menggenggam tangan Devano agar tak melakukan itu kepada Laila.
"Mas ih, jangan gitu ah!" ucap Shella menatap mata suaminya dengan tajam membuat Devano luluh lalu mengurungkan niatnya.
"Iya iya, kalo udah ditatap begini sama kamu mah aku bisa apa... kali ini lu selamat La gara-gara ditolong sama Shella, tapi besok-besok gak akan lu selamat lagi!" ujar Devano masih saja tampak kesal dengan Laila.
"Mas, udah udah kan kamu katanya mau ke kantor! Sana gih berangkat nanti telat loh!" ucap Shella tersenyum coba menenangkan suaminya dengan mengelus-elus dada bidang Devano yang terbungkus kemeja itu.
__ADS_1
"Iya honey...." ucap Devano yang akhirnya merasa adem karena sentuhan dari istrinya, ia juga kembali mengecup kening Shella berkali-kali dengan maksud membuat Laila iri.
"Udah ah mas, kalo gini terus gak berangkat berangkat dong kamu!" ucap Shella tersenyum.
"Hehe abisnya cium kamu itu enak banget bikin nagih loh sayang! Yaudah aku berangkat ya, kamu jangan khawatir nanti aku telpon Rafael buat jemput kamu!" ucap Devano.
"Iya mas, hati-hati ya!" ucap Shella sambil mencium punggung tangan suaminya.
"Pasti," ucap Devano menahan kepala bagian belakang Shella lalu mengecup kening istrinya cukup lama.
Setelah merasa puas, barulah Devano bangkit dari duduknya dan bersiap untuk pergi.... Shella juga ikut berdiri untuk mengantar suaminya sampai depan rumah.
Sementara Laila tetap disana menikmati sarapannya, ia coba mengatur nafasnya setelah menyaksikan adegan romantis di depan mata kepalanya sendiri.
"Huh harus banyak-banyak sabar jadi gua mah, rasanya pengen pindah aja dari sini biar gak terus-terusan disuguhi adegan kayak gitu!" ujar Laila bete mengingat momen mesra abangnya dengan sahabatnya tadi di meja makan.
Tak lama kemudian, handphonenya bergetar ada pesan masuk dari pacarnya yakni Sadam.
Tentu saja Laila langsung sumringah dan membuka isi pesan tersebut lalu membacanya.
Sadam
Setelah membaca pesan itu, Laila yang tadinya sumringah berubah jadi sedih karena gagal menuntaskan keinginannya untuk bermesraan seperti Shella & Devano tadi.
•
•
Sementara itu, di luar rumah Devano masih saja mencuri-curi kesempatan untuk mencium kening dan pipi istrinya... padahal ia harus buru-buru ke kantor untuk menyelesaikan masalahnya, Shella berusaha menghindar akan tetapi Devano malah menahan tubuhnya.
"Mas ih, udah mas! Kamu kan bisa cium aku lagi nanti setelah pulang ngantor!" ucap Shella.
"Hahaha, iya maaf honey abisnya kamu gemesin banget sih... aku sebagai cowok normal kan gak bisa tahan lihat wajah kamu yang gemesin ini, makanya aku cium kamu terus!" ujar Devano tertawa kecil.
"Ish, udah udah nanti kamu telat loh mas! Kamu kan katanya harus cepet-cepet ke kantor ketemu calon investor baru, siapa tau loh mas dia bisa bantu pulihin kondisi perusahaan kamu!" ucap Shella.
"Iya honey, kamu doain aja ya yang terbaik buat aku dan perusahaan aku!" ucap Devano lagi-lagi menarik pinggang Shella dan mengecup pipinya serta keningnya.
"Pasti dong mas, sebagai seorang istri kan suatu kewajiban untuk mendoakan suaminya!" ucap Shella tersenyum.
__ADS_1
"Makasih cantik! Yaudah aku pergi sekarang ya, jaga diri kamu baik-baik! Aku bakal pulang sehabis Dzuhur dan langsung ke rumah sakit temuin kamu, karena jauh-jauh dari kamu itu sulit loh buat aku...." ucap Devano.
"Ih apaan sih mas!" ucap Shella malu-maluin kucing sambil tersenyum membuat Devano semakin gemas dengan tingkah istrinya itu.
Cuppp... akhirnya tanpa basa-basi Devano langsung melumatt saja bibir mungil milik Shella dengan rakus, ia menahan tengkuk istrinya agar tak melepaskan ciumannya.
...•••...
Disisi lain, Rafi bangun dari tidurnya dan merasa sangat pusing... ia menoleh ke samping sambil memegangi kepalanya, terlihat Femila masih tertidur dalam kondisi tak berbusana dengan selimut menutupinya.
"Awh..." rintih Rafi saat coba mengangkat kepalanya untuk bersandar, ia tak mengerti mengapa bisa jadi sepusing ini.
"Apa yang terjadi sama gue?" ujarnya bertanya-tanya coba mengingat kejadian semalam yang ia lakukan dengan Femila, akan tetapi ia tak bisa mengingat apapun.
Akhirnya Rafi berdiam diri terlebih dahulu sampai rasa pusing di kepalanya hilang, ia memandangi tubuh indah Femila disampingnya dan menarik selimut darinya agar tubuh mulus itu bisa ia pandangi dengan jelas.
Rafi tersenyum lalu memegangi lagi kepalanya yang pusing tersebut, kini ia telah mengingat kalau semalam bermain dengan penuh gairah sambil meminum sebotol alkohol bersama Femila di apartemennya itu.
"Oh iya, akhirnya gua ingat! Hahaha malam yang indah, Femila kamu memang menggairahkan sayang...." ucap Rafi tersenyum lebar lalu mendekatkan wajahnya ke tubuh Femila dan mengecup punggung Femila.
Memang saat ini gadis itu tertidur membelakanginya, ia coba menarik perlahan tubuh Femila agar menghadap ke arahnya.
Dan ya Rafi berhasil membuat tubuh Femila kini terlentang dengan kedua tangannya terbuka lebar, gumpalan gunung kembar milik Femila juga bisa terlihat dengan jelas olehnya.
"Lihat saja keindahan ini, sungguh beruntung gue bisa menikmati tubuh indah ini!" ujar Rafi tersenyum mengelus wajah Femila.
Cupp... Rafi mengecup bibir mungil Femila sekilas, ia bangkit lagi memegangi kepalanya yang masih sangat pusing.
"Ah sial! Gak bisa ngertiin sedikit apa, gue tuh masih mau pake tubuh Femila!" ujar Rafi geram dengan kepalanya sendiri yang pusing.
Tanpa disadari olehnya, bibir Femila terlihat menyunggingkan senyum... ya gadis itu memang sudah sadar dan sengaja tetap menutup matanya agar bisa mendengar ucapan dari Rafi.
"Rafi kayaknya udah mulai tergila-gila sama gue, bagus deh sebentar lagi gue bisa terlepas dari Adrian yang bangs*t itu!" gumam Femila.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Happy Sunday guys❤️...