
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 277
...•...
...•...
Bugghhh...
Tiba-tiba saja seseorang memukul punggungnya dari belakang dan membuat Devano pingsan seketika disana, ia tersungkur di atas aspal dengan posisi tengkurap sambil satu tangannya memegangi punggung yang dipikul tadi.
Rupanya itu adalah teman si pemotor yang datang menolong, ya mereka memang licik dan sudah mengantisipasi ini semua supaya Devano tidak bisa tahu semua rencana mereka.
"Ayo cabut!"
Mereka pun pergi dari sana meninggalkan Devano yang tergeletak pingsan di aspal begitu saja, ya tentu mereka akan cari aman karena takut ada orang-orang yang melihat dan malah menangkap mereka lalu membawa mereka ke kantor polisi.
Novi yang berada di dalam mobil baru sadar kalau bosnya kini tengah tersungkur di aspal dalam kondisi tak sadarkan diri, tentu Novi langsung panik dan buru-buru keluar dari dalam mobil menghampiri bosnya tersebut.
"Ya ampun, pak Vano....!!" teriak Novi panik sambil berlari mendekati Devano disana.
Tampak Devano memang masih tak sadarkan diri disana akibat pukulan mendadak dari orang tadi, ya Novi pun panik sekaligus cemas serta kebingungan bagaimana caranya untuk menolong Devano karena tak mungkin ia bisa mengangkat tubuh bosnya itu seorang diri karena ia perempuan.
Terlebih lagi disekitar sana juga tidak ada siapapun yang lewat, tentu saja Novi jadi semakin bingung harus bagaimana saat ini untuk bisa menyelamatkan bosnya yang tengah pingsan dan membutuhkan pertolongan sesegera mungkin.
Akhirnya Novi memutuskan untuk coba mengangkat tubuh bosnya sendirian karena ia tidak punya pilihan lain selain melakukan itu, ya walau pastinya akan sangat sulit karena berat bosnya jauh dari berat tubuhnya.
__ADS_1
"Aduh, pak sadar dong! Saya gak kuat kalo harus bawa bapak sendirian, ayo bangun pak!" ucap Novi yang kini duduk bersimpuh di dekat Devano.
Wanita itu menepuk-nepuk punggung bosnya berharap Devano bisa segera sadar sehingga ia tak perlu repot membawa pria itu susah-susah, namun Devano masih belum sadarkan diri dan asik pingsan dengan posisi tengkurap mencium aspal.
"Yah gak sadar-sadar juga lagi, aduh gimana dong ini? Mana mobil pada lewat gitu aja gak ada niat buat nolongin, ish nyebelin banget!" ujar Novi.
Disaat Novi menarik tubuh bosnya secara perlahan untuk membawanya dari sana, tiba-tiba mata Devano terbuka dan tangannya bergerak memegang lengan putih sekretarisnya yang saat ini tengah kelimpungan sendiri dengan tubuh bosnya itu.
"Pak Vano udah sadar?" tanya Novi terkejut saat lengannya disentuh mendadak.
"Ya, kamu panik ya? Sampe segitunya mau tolongin saya sendirian, kenapa gak coba teriak-teriak minta bantuan orang lain biar gampang? Ohh mau nolong sendiri supaya bisa lebih deket sama saya, ya?" ucap Devano malah menggoda Novi sambil tersenyum.
"Eee... bukannya saya gak mau teriak, pak! Tapi, disini kan sepi dan mobil yang lewat juga jarang terus mereka pada gak peduli gitu!" ucap Novi.
"Hahaha, iya saya becanda kok! Mukanya gausah merah gitu kali, udah kayak udang lagi direbus aja!" ujar Devano meledek sekretarisnya sembari bangkit perlahan dan tertawa lebar.
"Yaudah, ini bapak gak kenapa-napa kan? Saya tadi khawatir kayak gitu berarti sia-sia dong? Bapak malah sadar gitu aja!" ujar Novi.
"Lah? Saya tuh sadar karena kasian sama kamu, harusnya kamu makasih dong! Udah yuk bantu saya jalan ke mobil, sakit banget nih tengkuk saya!" ujar Devano berusaha bangkit berdiri dengan bantuan tangan sekretarisnya.
Novi pun menuntun serta merangkul bosnya yang masih agak kesakitan, mereka berjalan perlahan kembali menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka yang tertunda ini karena penguntit tadi.
Cekreekkk...📸📸📸
Lagi-lagi momen itu juga berhasil diabadikan oleh mata-mata yang bersembunyi dari jauh, ya ia memang tak akan melewatkan sedikitpun momen antara Devano & Novi.
...•••...
Ceklek...
"Nak Vano, udah dat—"
Jenar terkejut saat melihat dan menyadari bahwa yang berdiri di depan pintu bukanlah Devano, ya ia sampai menganga tipis karena syok.
__ADS_1
"Ka-kamu...."
Pria itu membuka kacamata hitamnya dan tersenyum tipis mengarah pada Jenar yang masih syok karena melihat pria itu di rumahnya, ya Jenar sangat heran bagaimana mungkin pria itu bisa tahu rumahnya padahal ia saja tak mengenalnya.
"Permisi, tante! Saya mau ketemu Shella dong, Shella nya ada kan?" ucap pria itu yang tak lain adalah Arga.
"Mau apa lagi sih kamu ketemu anak saya? Lagian kamu ini siapa, kenapa deketin anak saya terus?" tanya Jenar sedikit ketus karena kesal.
"Oh iya lupa, kenalin tante nama saya Arga..." ucap Arga dengan santai sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Jenar.
"Saya gak mau tau nama kamu! Yang saya mau tau apa alasan kamu terus-terusan kejar Shella? Terus darimana kamu tahu alamat rumah saya? Ah jangan-jangan kamu ini penguntit, ya?" ujar Jenar menaruh curiga pada pria di hadapannya.
"Hahaha, gak gitu tante! Saya emang udah tahu rumah tante dari lama, makanya saya datang kesini buat ketemu Shella!" ucap Arga tersenyum.
Jenar nampak kesal sekali pada pria itu karena Arga belum mau menjelaskan alasannya hendak menemui Shella disana, ia menghela nafas kasar sembari memalingkan wajahnya dan jujur Jenar ingin sekali mengusir pria itu dari rumahnya.
"Bu, ada apa?"
Tiba-tiba Shella muncul keluar dari dalam rumah karena penasaran mengapa sang ibu terus berdiri di depan pintu tak masuk ke dalam, tentu saja wanita itu juga ikut terkejut saat melihat Arga berdiri disana memandangnya dengan senyum tersimpul di wajah.
Jenar pun mengusap wajahnya kasar karena Shella malah menyusul keluar, padahal ia tidak ingin putrinya bertemu dengan pria tersebut agar tak ada salah paham antara Devano pada Shella. Biar bagaimanapun Jenar ingin rumah tangga putrinya aman-aman saja, ya walau mereka juga sering bertengkar hanya karena masalah sepele.
"Ka-kamu, kamu kok bisa disini sih?" tanya Shella menatap penuh heran ke arah Arga, ia juga melirik sekilas wajah ibunya seperti menanyakan mengapa pria itu bisa datang kesana.
"Kayaknya dia ngikutin kita, sayang!" ucap Jenar.
"Hah? Ya ampun, mau kamu apa sih? Aku ini gak kenal loh sama kamu, kenapa kamu tiba-tiba muncul di hidup aku terus sampe dateng ke rumah ibu aku kayak gini??" ujar Shella tampak kesal.
Arga hanya tersenyum tipis memandangi tubuh Shella mulai dari rambut sampai ujung kaki, ia mengagumi tiap inci bagian tubuh wanita itu yang memang sangat menggoda dan membuatnya tergiur untuk terus mendekati Shella.
Sementara Shella harus menahan nafasnya melihat tatapan mengerikan dari pria di hadapannya, bahkan Shella sampai reflek menutupi bagian tubuhnya dengan kedua tangan padahal sudah ditutup juga oleh pakaian yang tertutup.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...