Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Punya istri hamil susah ya?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 339


...•...


...•...


Yoga mengantar Nadya sampai ke depan rumahnya dengan perasaan senang dan berbunga-bunga karena gadis itu mau menerima cintanya dan kini resmi menjadi kekasihnya.


Nadya sendiri juga sama senangnya dengan Yoga, ia memang sudah mencintai Yoga karena sikap baik yang ditunjukkan pria tersebut padanya, terlebih Yoga juga merupakan pelindung baginya yang selalu ada ketika ia membutuhkan bantuannya.


Mereka pun mulai hari ini resmi menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai.


"Nadya, aku antar kamu sampe sini aja ya? Aku soalnya gak enak kalo mampir malam-malam ke rumah orang, gapapa kan?" ucap Yoga pamitan sembari memegang dua tangan gadisnya.


"Kamu gak mau ketemu sama ibu dulu? Sekalian kamu pamit sama ibu, terus kasih martabaknya ke ibu secara langsung dong!" ucap Nadya.


"Eee gimana ya? Aku takutnya nanti ibu kamu malah tahan aku dan gak bolehin aku pulang dulu, kamu aja ya yang kasih martabak itu ke ibu kamu? Aku titip salam aja buat ibu kamu, gapapa kan?" ucap Yoga menolak permintaan Nadya.


"Huft, yaudah deh..." ucap Nadya mendengus pasrah.


Melihat gadisnya cemberut membuat Yoga merasa bersalah, ia langsung mengusap puncak kepala Nadya dengan lembut lalu coba menghiburnya.


"Hey, jangan sedih dong! Besok kan kita ketemu lagi buat cari tante Lestari," ucap Yoga.


"Ya iya sih, tapi sekarang kamu ketemu dulu dong sama ibu! Aku kan maunya kamu kasih tau langsung gitu ke ibu tentang status hubungan kita sekarang!" ucap Nadya menatap wajah kekasihnya.


Yoga tampak kebingungan.


Yoga menggaruk tengkuknya memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang, nampaknya ia memang belum siap mengatakan itu pada Jenar.


"Kamu kenapa?" tanya Nadya heran.


"Eee enggak kok, aku belum siap aja buat bicara ke tante Jenar kalau sekarang kita udah resmi pacaran! Mungkin besok aku bakalan bilang itu deh, gapapa ya?" jawab Yoga tersenyum.


Ceklek...

__ADS_1


"Apa? Jadi kalian udah pacaran??"


Tiba-tiba pintu terbuka dan Jenar langsung muncul dari dalam mengucapkan kalimat itu, Jenar tampak terkejut ketika mendengar ucapan Yoga tadi.


Bukan hanya Jenar, Nadya serta Yoga pun ikut terkejut lantaran Jenar muncul secara tiba-tiba dari dalam rumahnya dan mengagetkan sepasang kekasih yang tengah berbicara tersebut.


"Ibu nguping ya?" tukas Nadya.


"Enggak kok, ibu gak nguping! Tadi kebetulan aja ibu denger pas nak Yoga bilang begitu, kan sebelumnya ibu emang pengen keluar temuin kalian! Soalnya suara kalian ngobrol tuh kedengaran dari dalam, makanya ibu buru-buru keluar!" jawab Jenar.


"Ih dasar ibu!" ujar Nadya.


"Hehe, jadinya gimana ini? Kalian bener udah pacaran? Ibu gak salah denger kan tadi?" tanya Jenar sangat penasaran.


Yoga dan Nadya saling pandang kebingungan.


"Heh malah tatap-tatapan! Jawab dong pertanyaan ibu, bukannya malah diem!" tegur Jenar kesal.


Yoga menelan saliva nya kasar.


Nadya meminta pada Yoga untuk berbicara dengan sang ibu, Nadya memberikan kode itu melalui lirikan matanya serta senggolan sikunya.


"Eee...." Yoga gugup untuk mengatakan itu.


"Iya tante, kami emang udah pacaran. Baru aja tadi sore saya tembak Nadya, dan Alhamdulillah nya Nadya mau terima buat jadi pacar saya!" ucap Yoga dengan sedikit gugup.


Sontak Jenar langsung gembira dan menganga lebar mendengar jawaban dari Yoga.


Bahkan Jenar sampai berteriak mengucapkan selamat kepada putrinya yang saat ini sudah memiliki seorang pacar.


...•••...


Disisi lain, akhirnya Devano berhasil memenangkan perdebatan dengan mamanya dan membawa Shella alias istrinya itu ke kamar berdua dengannya.


Ya memang Devano sampai harus berdebat sekitar setengah jam demi bisa merawat istrinya sendiri, karena Silvi juga sangat menyayangi Shella dan tidak ingin Devano sampai membuat Shella keletihan lagi seperti sebelumnya.


Namun, pada akhirnya memang Silvi terpaksa harus mengalah dan membiarkan putranya untuk mengurus Shella yang merupakan istrinya itu, Silvi juga memberi persyaratan pada Devano agar tidak memaksa Shella melayaninya lebih dulu.


Saat ini Shella pun tengah bersama suaminya di kamar, mereka rebahan berdua setelah selesai menuntaskan mandi serta berganti pakaian yang dilakukan secara bersama itu.


Devano memang harus menahan hawa nafsuunya untuk sementara waktu ini, tentunya demi kebaikan Shella serta calon anaknya di dalam rahim sang istri itu, ya Devano pastinya tidak mau kehilangan anak untuk kedua kalinya.


Kini Shella langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan piyama yang ia kenakan.

__ADS_1


Sementara Devano juga menyusul rebahan di samping tubuh sang istri, Devano mendekap erat pinggang istrinya untuk memastikan bahwa Shella akan baik-baik saja.


"Honey, sekarang kamu istirahat ya! Kita kan udah makan, udah mandi juga." ucap Devano.


Devano tersenyum kemudian membelai rambut bagian depan istrinya dengan lembut.


Shella nampak menikmati belaian lembut dari tangan suaminya, bahkan ia sampai memejamkan mata dan melempar senyum kepada Devano.


"Senyum kamu emang paling manis deh!" ucap Devano memuji istrinya.


"Mas, kamu yakin gak mau ajak aku besok? Aku kan pengen banget mas rayain ulang tahun kamu bareng semua karyawan kantor kamu, dulunya kan mereka juga teman-teman aku!" ucap Shella.


"Enggak, honey! Kamu harus istirahat dulu! Jangan bandel deh jadi orang!" ujar Devano tegas.


"Ah kamu mah! Kenapa sih kamu ngelarang aku buat ikut? Ohh, pasti kamu mau seneng-seneng kan berduaan sama sekretaris kamu itu? Emang ya kamu mas, selalu aja cari kesempatan buat deketan sama Novi!" ucap Shella curiga.


"Hah? Apa sih, honey? Kamu jangan mulai deh! Aku gak ada apa-apa loh sama Novi! Lagian sekarang itu Novi mah lagi deket sama Rafael!" ucap Devano.


"Ah yang bener? Palingan Rafael cuma kamu suruh buat jagain Novi, ya kan? Supaya kamu gak perlu cemas sama kondisi Novi, nantinya Rafael bakal kasih kabar ke kamu terus tentang Novi!" ucap Shella malah semakin salah sangka pada suaminya.


"Haish, udah ya jangan debat terus! Kamu tuh harus istirahat, kasian dedek bayi di dalam perut kamu! Ya cantik ya?" ucap Devano coba menggoda istrinya agar mau segera istirahat.


"Ya makanya izinin aku ikut besok!" ujar Shella.


"Hadeh, punya istri hamil ternyata susah ya? Kadang begini kadang begitu, aku sampe bingung sendiri loh gimana caranya biar kamu bisa seneng terus dan gak ngeyel jadi orang! Kan aku udah bilang, kamu gak boleh ikut karena dedek bayi perlu istirahat dulu!" ucap Devano.


Shella terdiam.


"Aku tau nih, pasti nanti ujung-ujungnya kamu bakal ngambek lagi terus curiga sama aku! Tau banget aku mah!" ujar Devano.


Shella masih terdiam.


"Hey, kok kamu diem? Ayo dong ajak aku debat lagi kayak tadi!" ujar Devano heran.


"Maaf ya mas, aku udah bikin repot kamu!" ucap Shella dengan bibir mengerucut.


Shella langsung berbalik badan memunggungi suaminya dengan perasaan sedih.


Sementara Devano menepuk jidatnya.


"Hadeh, salah bicara lagi saya! Shella jadi ngambek kan gara-gara ulah saya!" gumamnya dalam hati.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2