
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 128
...•...
...•...
Melihatnya kekasihnya datang ke tempat itu juga, Laila pun langsung menghampirinya dan memeluk tubuh kekasihnya itu di depan teman-temannya.
Sementara Shella merasa kalau Laila dan yang lainnya sudah jauh, jadi ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah karena mulai terasa pusing akibat berdiri terlalu lama.
Laila memeluk Sadam sangat erat membenamkan wajahnya di dada bidang milik kekasihnya itu, ia menikmati aroma tubuh Sadam yang beda dari biasanya.
"Kamu kok wangi banget si beb, tumben loh biasanya juga gak sewangi ini kalau jalan sama aku! Hayo mau buat semua ini kamu pake parfum sewangi ini??" ujar Laila menginterogasi kekasihnya itu.
"Aduh sayang kamu apaan sih? Ya udah jelas dong aku sengaja beli parfum baru yang wanginya lebih enak dari biasanya, soalnya aku mau kamu jadi seneng sama aku! Buktinya berhasil kan baru dateng aja kamu langsung peluk aku kayak gini!" jelas Sadam agar kekasihnya itu tak curiga lagi.
"Hmm... iya deh aku percaya sama kamu, tapi beneran loh wangi kamu yang sekarang lebih enak dari biasanya! Aku jadi makin nyaman peluk kamu dan gak mau lepasin kamu..!!!" ucap Laila yang kembali mempererat pelukannya.
"Ehm ehm ehm... terus aja terus...!!! Ini kita disini orang juga loh bukan cuma kalian doang, tegur kok gitu tegur sapa hai atau apa gitu jangan cuma asik sama pacarnya aja...." ujar Yasmin yang merasa cuma jadi nyamuk disana karena Laila & Sadam asik banget pelukannya sampai lupa dunia.
Sontak Laila langsung menoleh ke arah teman-temannya dan melepas pelukannya dari Sadam sambil nyengir.
"Hehe lupa kalo ada kalian disini, maaf ya maaf abisnya tumben nih pacar gue wangi banget! Yaudah kalian balik aja nih bawa mobil gue, biar gue dianter sama my pacar!" ujar Laila memberikan kunci mobilnya pada Yasmin lalu kembali menempelkan kepalanya di bahu kekasihnya itu.
"Yeh kebiasaan lu La, oke gue bawa mobil lu tapi gue balikin besok aja ya sekalian jemput lu ke kampus! Soalnya males gue kalo harus bolak-balik, gapapa kan?" ujar Yasmin mengambil kunci mobil itu.
__ADS_1
"Iya iya gapapa kok bebas aja, udah gih sana ke mobil gue mau berduaan sama my pacar Sadam!" ucap Laila yang tiba-tiba berubah jadi manja seperti itu pada kekasihnya padahal sebelumnya jarang.
"Huft emang orang lagi kasmaran tuh suka begini, yaudah yuk Zar kita balik berdua daripada disini jadi nyamuk orang yang lagi pacaran..!!" ucap Yasmin.
"Iya yuk lah, gue juga gak sabar pengen balik terus nanti jalan-jalan sama pacar gue yang gantengnya gak ada lawan itu...!!!" ujar Zara.
"Yeh ini satu juga malah ikutan gesrek, emang cuma gue disini yang paling waras karena gue jomblo!" ujar Yasmin meratapi nasibnya karena tidak punya pacar seperti sahabat-sahabatnya itu.
Zara & Laila pun tertawa sebentar, barulah setelah itu Zara ikut dengan Yasmin menuju mobil Laila untuk pergi dari sana ke rumah mereka masing-masing.
Sedangkan Laila terus berpelukan dengan Sadam, setelahnya mereka berdua jalan secara perlahan menuju motor Sadam yang terparkir tak jauh dari sana.
"Sayang, aku mau tanya deh sama kamu... ini seputar Shella tapi bukan soal perasaan atau apapun yang menyangkut hubungan aku sama dia dulu kok, jadi kamu gak perlu marah ya sayang!" ucap Sadam.
"Iya, yaudah mau tanya apa tentang Shella emangnya?" ucap Laila penasaran karena wajah kekasihnya itu terlihat sangat serius.
"Emm... Shella tuh punya saudara kembar ya?" tanya Sadam dengan wajah terheran-heran karena ia masih bingung pada kejadian yang baru ia alami tadi.
Laila terdiam sejenak lalu terkekeh melihat ekspresi wajah kekasihnya yang terlihat lucu itu, tentu saja Sadam merasa heran mengapa Laila malah tertawa padahal ia tidak sama sekali membuat lelucon saat itu.
...•••...
"Kek, aku penasaran deh pengen tau gimana kronologi kecelakaan papah! Soalnya aku gak yakin kalau papah mengalami kecelakaan tunggal seperti apa yang diberitahu polisi tadi, apalagi sikap dari 2 orang tadi itu mencurigakan kek..." ucap Adrian.
"Kamu ini kenapa sih Rian? Disaat seperti ini kamu malah berpikir yang tidak-tidak, kan polisi sudah menjelaskan ke kita kalau kecelakaan yang papah kamu alami itu adalah kecelakaan tunggal! Tidak mungkin polisi berbohong pada kita, lagian 2 orang yang kamu maksud itu adalah rekan bisnis kakek dan juga papah kamu! Tidak mungkin mereka punya niat jahat pada Satria, jadi sudah hentikan pemikiran tidak jelas kamu itu dan fokus pada papah kamu!" ujar Frederick emosi lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Adrian sendirian disana.
Adrian pun hanya bisa terdiam karena kakeknya sama sekali tidak mempercayai ucapan darinya.
"Huft, kakek terlalu percaya sama orang-orang itu sampe buta akan semuanya! Gue harus selidiki ini sendiri, karena gue yakin papah gak kecelakaan sendirian! Pasti orang tua Devano penyebab kecelakaan papah sampai papah jadi seperti ini!" gumam Adrian sambil mengepalkan tangannya.
Adrian mengambil ponselnya dari dalam saku celana, ia langsung menghubungi nomor yang tak diberi nama olehnya lalu mulai berbicara.
📞"Halo, saya punya tugas untuk kamu! Tolong kamu cari info yang paling akurat tentang kejadian kecelakaan tadi sore di jalan raya gedung indah Serpong, tepatnya di perempatan lampu merah! Setelah kamu dapat info, langsung cepat kabari saya!" ucap Adrian memberi perintah pada orang yang di telpon olehnya.
__ADS_1
📞"Baik pak akan saya laksanakan dengan segera!"
Adrian pun menutup teleponnya dan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.
"Kalau memang benar bokap nyokap Devano yang udah bikin papah seperti ini, gue pastikan mereka gak akan bisa hidup tenang selamanya...!!!" gumam Adrian yang tubuhnya kini bergetar akibat emosi yang mulai menguasai tubuhnya.
...•••...
Disisi lain, Devano pulang ke rumah dengan keadaan suntuk dan acak-acakan karena dilanda stress akibat masalah yang ia hadapi sekarang.
Devano turun dari mobilnya, lalu tak lama kemudian papah mamahnya datang berjalan kaki tepat di belakangnya.
"Hey Vano, kamu sudah pulang ternyata! Oh ya apa kamu sudah menengok istri kamu tadi? Kasihan loh Shella sepertinya kangen sekali dengan kamu," ucap Tama bertanya pada anaknya itu.
"Iya Vano papah kamu betul, tadi pas kami berdua kesana kelihatan sekali kalau Shella mencari-cari keberadaan kamu!" saut Silvi.
"Udah kok pah, mah, tadi aku udah ke rumah Shella buat tengokin dia! Jadi papah mamah tenang aja ya, eh iya papah sama mamah kok jalan kaki sih? Emangnya mobil papah kemana??" tanya Devano yang baru menyadari kalau orangtuanya pulang berjalan kaki.
"Eee anu tadi mobil papah pecah ban pas di jalan, jadi sekarang lagi dibetulin di bengkel teman papah! Nah karena mamah kamu pengen cepet pulang ke rumah, jadi aja kita kesininya pesan taksi online!" jawab Tama berbohong pada Devano.
"Ohh gitu, terus itu kenapa muka papah sama mamah luka-luka begitu??" ujar Devano kembali melontarkan pertanyaan yang membuat kedua orangtuanya itu kebingungan untuk menjawabnya.
"Eee...." ucap Tama menggantung sambil melirik ke arah istrinya seperti meminta bantuan padanya untuk menjawab pertanyaan dari Devano.
"Ini loh Vano, tadi mamah sama papah gak sengaja kepentok mobil pas pecah ban... makanya kita luka-luka nih, tapi gapapa kok udah diobatin tadi di jalan!" sambung Silvi membantu Tama menjelaskan semuanya pada Devano dengan kebohongan.
"Ohh aku kira papah sama mamah abis kecelakaan, syukurlah kalo enggak! Yaudah Vano masuk ke dalam dulu ya pah, mah, mau mandi soalnya badan udah lengket banget ini..!!" ucap Devano sambil menggaruk-garuk lengannya.
"Iya," ucap Silvi & Tama berbarengan.
Setelah Devano masuk ke dalam, tampak mereka berdua langsung menghela nafas karena Devano percaya dengan apa yang mereka katakan tadi.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...