Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Senang & sedih


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 139


...•...


...•...


#Masih Flashback#


Frederick sampai di depan pintu kamar cucunya, ia mengetuk-ngetuk pintu itu sambil berusaha membukanya tapi tak bisa karena terkunci.


"Adrian, buka pintunya Adrian! Jangan macam-macam kamu di dalam sana..!!" teriak Frederick sambil terus coba membuka pintu itu.


Samar-samar terdengar suara teriakan wanita dari dalam kamar itu, juga suara desahann namun bukan kenikmatan melainkan kesakitan.


"Kurang ajar anak itu disaat seperti ini dia malah bertindak yang tidak-tidak, aku harus bisa membuka pintu ini dan selamatkan gadis itu!" ujar Frederick.


"Adrian... hentikan tindakan kamu..!!" teriak Frederick.


Tak lama kemudian saudara-saudaranya datang juga di depan kamar Adrian, mereka pun membantu Frederick mendobrak pintu itu dan akhirnya berhasil.


Tampak Adrian tengah mengungkung gadis itu di ranjangnya sambil mencumbui leher gadis itu, melihat itu membuat Frederick sangat emosi dan langsung menarik tubuh Adrian dari atas kasur.


"Dasar tidak tahu diri..!!" ujar Frederick lalu melayangkan satu pukulan kencang di wajah cucunya itu sampai dia tersungkur di lantai.


Sementara itu, wanita-wanita yang ada disana juga langsung menyelamatkan Nadya dan berusaha menenangkan gadis yang setengah telanjang itu.


Tampak Nadya sangat syok dan ketakutan akibat tindakan Adrian barusan, ia terus menerus menangis di dalam pelukan para wanita itu.


"Tenang ya cantik, kamu udah selamat kok!" ucap Cika (tante Adrian) sambil mengusap-usap tubuh Nadya.


Mereka pun juga hendak memakaikan kembali baju Nadya yang sudah terlepas, namun karena baju itu robek akhirnya mereka memakaikan Nadya jaket yang tadinya dikenakan oleh Sasi (sepupu Adrian) supaya tubuh Nadya bisa tertutup.


Sedangkan Frederick masih terus menendang-nendang tubuh cucunya yang tersungkur itu tanpa rasa belas kasihan, akhirnya dua laki-laki yang ada disana maju menahan Frederick itu berhenti melakukannya.


Akhirnya Frederick bisa tenang dan langsung menghampiri Nadya yang masih menangis sesegukan untuk meminta maaf atas kelakuan cucunya itu.


"Nadya, maafkan cucu saya ya... seharusnya dia tidak melakukan itu apalagi disaat seperti ini, kamu tidak apa-apa kan Nadya?" ucap Frederick.


Nadya hanya menatap wajah kakek-kakek itu tanpa berkata apa-apa, ia masih sangat syok dan ketakutan saat itu hingga tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Di luar kamar, Ratmi juga tampak syok menutup mulutnya karena tak menyangka kalau Adrian bisa melakukan tindakan seperti itu pada seorang wanita.


#Flashback end#


Nadya malah ketiduran di halte itu karena merasa lelah mungkin, tak lama kemudian sebuah motor berhenti di depan halte tersebut.


"Eh bre, ada cewek tuh lagi tidur! Cantik banget lagi, bisa kali buat diajak main kuda-kudaan..." ujar orang yang dibonceng sambil menunjuk ke arah Nadya.


"Iya bener lu bre, lumayan juga bisa main gratisan sama cewek cantik! Samperin yok!" ujar temannya yang membonceng lalu menurunkan standar motornya.


Mereka berdua pun turun lalu berjalan mendekati Nadya yang tampak pulas tertidur, mereka semakin tidak kuat untuk menahan gairahnya saat berada di dekat gadis cantik itu.


"Wah ini sih mantap banget bre, bisa puasin Joni gue yang udah lama gak main sama cewek!" ujarnya.


"Iya bener lu, yuk lah kita langsung eksekusi aja dia disini mumpung sepi gak ada orang!" saut temannya.


"Ahaha yaudah biar gue duluan yang pake, lu tunggu giliran oke!" ujarnya sambil mendekati tubuh Nadya, kini tangannya juga berusaha melepaskan jaket yang dikenakan Nadya itu.


Secara perlahan mereka membuka jaket itu dan berhasil tanpa membuat Nadya terbangun, bahkan mereka juga meraba-raba tubuh Nadya dan salah seorang dari mereka mulai mencumbu leher dan wajah Nadya dengan lembut.


Tiba-tiba saja ada lampu kendaraan yang menyorot, membuat mereka panik dan segera menggendong tubuh Nadya membawanya ke balik halte itu.


Sambil bersembunyi, salah seorang dari mereka tak tahan melihat bibir Nadya yang mungil itu dan langsung melumatt nya begitu saja.


Lama-kelamaan Nadya sadar dan membuka matanya, ia langsung mendorong tubuh orang itu hingga terpental dan mengelap bibirnya.


"Hahaha bangun dia bre, udah mending lu pasrah aja ikut kita berdua! Kita main kuda-kudaan bareng..." ujar salah seorang dari mereka.


"Gak, kalian jangan macam-macam ya! Saya bisa teriak dan orang-orang bakal tangkap kalian!" ancam Nadya.


"Ahaha, silahkan aja teriak! Disini gak ada perumahan jadi gak mungkin ada yang denger teriakan lu, udah lah daripada lu buang-buang tenang buat lawan kita mending lu pusing kita secara sukarela..!!" ujarnya.


Nadya menggelengkan kepalanya lalu berlari dari sana, namun tentunya dua orang itu berhasil mencegahnya dengan menarik tangan Nadya dan akhirnya membekap mulut gadis itu.


"Mmpphhh, mmpphhh...!!" suara yang dikeluarkan dari mulut Nadya sambil berusaha melepaskan diri dengan menyikut pria tersebut.


Namun, pria yang satunya langsung memegangi tangan Nadya hingga dia tak bisa menggerakkan tangannya lagi.


Mereka pun mendudukkan Nadya di kursi halte dan mulai melucuti pakaian yang dikenakan Nadya, dengan cepat mulut pria itu langsung melumatt bibir Nadya dengan ganas dan tangannya juga mulai meremass gunung kembar milik Nadya.


...•••...


Disisi lain, Devano menuntun Shella menuju ke dalam taman yang indah itu... tampak mereka berdua sangat bahagia karena bisa bertemu lagi.


"Mas, kenapa sih kamu pake acara bilang kalau kamu kritis segala? Aku kan jadi panik tau, aku kira kamu beneran kritis loh..." ujar Shella manyun.


"Aku emang beneran kritis kok honey, aku kritis karena lama gak ketemu sama kamu!" ucap Devano sambil tersenyum lalu mengecup kening istrinya itu.

__ADS_1


"Ish mas mah emang sukanya bikin aku panik aja, terus kita mau ngapain ini kesini mas?" ucap Shella.


Devano menghentikan langkahnya lalu menggenggam dua tangan Shella dan mengecupnya.


"Aku mau bikin kamu bahagia honey, sekaligus juga aku mau tebus kesalahan aku yang gak temuin kamu selama beberapa hari ini..." jawab Devano.


Shella pun tersenyum mendapat perlakuan manis dari suaminya, apalagi ia tengah berdiri diantara lilin-lilin yang menyala dan diiringi alunan musik yang merdu.


"Yuk kita kesana! Supaya kamu bisa lihat dengan jelas semua lilin-lilin ini..." ujar Devano menunjuk ke arah balon udara di depannya yang sudah ia siapkan.


Devano langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke balon udara tersebut.


"Mas, kamu apaan sih? Ngapain pake gendong aku segala?" ujar Shella.


"Gapapa honey, aku gak mau kamu capek jalan!" ucap Devano tersenyum.


Akhirnya mereka sampai di balon udara tersebut dan Devano pun menurunkan tubuh Shella disana.


"Mas, kamu serius mau ajak aku naik ini? Aku takut ketinggian tau mas..." ujar Shella cemas memegang erat tangan suaminya.


"Gak perlu takut honey, ada aku kan disini!" ucap Devano memeluk istrinya dan mendekatkan wajahnya.


Lalu, balon udara yang mereka naiki pun mulai diterbangkan ke angkasa oleh seorang pria tua.


Tampak Shella sangat ketakutan dan berpegangan erat pada suaminya, sedangkan Devano malah tersenyum-senyum saja melihat tingkah Shella.


Saat dirasa ketinggiannya sudah cukup, Devano menunjuk ke bawah memperlihatkan lilin-lilin yang ternyata membentuk sebuah kata-kata.


"Kamu lihat itu honey!" ucap Devano.


Shella pun melihat ke bawah dan membaca tulisan yang dibentuk oleh lilin tersebut, ya lilin-lilin itu membentuk kalimat yakni "Maafkan aku Shella".


Sontak Shella langsung mendekap tubuh Devano dengan erat setelah membaca kalimat itu.


"Aku udah maafin kamu kok mas, makasih ya atas semuanya..!!" ucap Shella di dalam dekapan Devano.


"Syukurlah, makasih juga honey!" ucap Devano mengusap-usap punggung Shella.


"Yaudah kita turun yuk mas! Aku takut banget ini!" ucap Shella memohon pada suaminya.


"Ahaha iya iya ayo kita turun, kamu gemesin banget sih kalo kayak gitu!" ucap Devano tertawa kecil sambil mencubit pipi istrinya karena gemas.


Akhirnya mereka turun dari balon udara tersebut karena Shella sudah sangat ketakutan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2