
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 295
...•...
...•...
"Hai, Sheila!"
Nadya menoleh ketika seseorang menyapanya lalu seketika bibirnya mengukir senyum manis sembari menatap lelaki yang berdiri di sampingnya, ya dia adalah laki-laki yang sedari tadi ditunggu olehnya dan ia cukup senang karena laki-laki itu akhirnya datang.
"Hai juga, sini duduk!" ucap Nadya tersenyum mempersilahkan Yoga duduk di sampingnya sembari menepuk-nepuk kursi yang ia duduki itu.
"Oke,"
Yoga membalas senyum manis Nadya kemudian meletakkan tubuhnya di kursi dan duduk tepat di samping gadis itu, ia merasa sangat bahagia karena akhirnya bisa berduaan lagi dengan Nadya seperti dulu dan melihat senyum di wajah gadis itu.
"Kamu cantik, Sheila! Aku juga kangen banget sama senyuman itu yang udah lama gak aku lihat sejak kamu koma!" ucap Yoga.
"Makasih, tapi aku ajak kamu kesini bukan buat kasih gombalan ke aku!" ucap Nadya.
"Oh, iya iya maaf! Yaudah kalo gitu kamu jelasin aja apa tujuan kamu ajak aku ketemuan disini, terus kenapa juga kamu gak minta aku ke rumah kamu biar gampang?" ucap Yoga.
"Karena aku gak mau ibu aku tau, ini tuh rahasia dan cuma boleh kita berdua aja yang tau!" ucap Nadya.
"Waw keren, emang apa sih rahasianya? Kamu kelihatan tambah gemesin deh kalo lagi kayak gitu, rasanya aku pengen banget cubit pipi kamu itu!" ucap Yoga terpesona pada Nadya.
"Ish, serius dong Yoga!" bentak Nadya.
"Hehehe, maaf lagi ya! Oke deh aku gak akan gitu lagi, sekarang kamu boleh bicara!" ucap Yoga.
Nadya membelai sejenak rambutnya ke belakang sembari mengambil ancang-ancang untuk mulai mengatakan alasan ia mengajak Yoga ketemuan disana, jujur ia memang belum terlalu yakin kalau Yoga bisa membantunya namun tak ada salahnya jika ia mencobanya lebih dulu.
__ADS_1
Nadya pun menatap mata Yoga dengan serius dengan kedua tangannya ia satukan di sela-sela paha dan mendadak rahangnya bergetar ketika ia hendak membuka mulutnya, sepertinya Nadya masih gugup untuk bicara langsung pada Yoga.
"Kamu kenapa sih? Kok sampe gugup kayak gitu cuma mau bicara doang?" tanya Yoga penasaran.
"Eee... sorry, soalnya aku belum terbiasa ngobrol berdua kayak gini sama cowok! Apalagi kita kan juga baru kenal dan belum terlalu deket, makanya aku agak nervous aja gitu!" jawab Nadya.
"Ohh, yaudah kamu rileks aja cantik! Gak perlu gugup kalo bicara sama aku mah, aku ini orangnya santai kok jarang serius malah!" ucap Yoga tersenyum.
"Bagus deh, kalo gitu aku langsung ngomong ke intinya aja ya biar gak terlalu lama juga?" ucap Nadya tersenyum juga sembari memandang wajah Yoga.
"Umm... sebenarnya mau kamu ngomong lama juga gapapa sih, justru aku malah seneng lama-lama berduaan sama kamu kayak gini! Kan jarang-jarang aku bisa dapet momen begini lagi..." ucap Yoga.
"Hehe, aku tuh cuma mau minta bantuan aja sama kamu Yoga!" ucap Nadya.
"Bantuan? Wah dengan senang hati aku siap bantu kamu kok, Sheila! Emangnya kamu mau minta dibantu apa nih?" ucap Yoga penasaran.
"Eee.... kamu tahu atau kenal gak sama laki-laki yang namanya Adrian? Kalau misal kamu kenal, aku mau tahu dong dia ada dimana sekarang?" ucap Nadya.
Sontak Yoga terkejut dan jantungnya serasa mau copot ketika mendengar ucapan dari mulut Nadya, kini ia sadar mengapa tiba-tiba Nadya mengajaknya ketemuan disana padahal sebelumnya gadis itu sangat membencinya bahkan tidak mau bertemu dengannya.
"Jadi ternyata Nadya cuma mau tanyain Adrian, segitu cintanya kah kamu sama cowok itu?" batin Yoga merasa sedih.
Disisi lain, Arga menghentikan mobilnya secara mendadak lantaran ada sebuah mobil juga yang mencegatnya dan menghalangi jalannya sehingga ia tidak bisa terus melaju menuju rumah Devano untuk menemui Shella gadis yang dicintainya.
Arga yang emosi langsung turun dari mobil dan membanting pintu dengan keras lalu berjalan ke arah mobil yang menghalangi jalannya, ia sangat mengenali mobil tersebut karena ia sering melihatnya dan tentu saja itu adalah mobil milik asistennya yakni Leo.
TOK TOK TOK...
Arga mengetuk kaca mobil Leo dengan keras sembari meminta pengemudi di dalam keluar dan menemuinya, ia tak mengerti memang mengapa Leo mencegatnya seperti itu dan ia juga heran darimana Leo tahu kalau ia sedang di jalan.
Bukannya turun, Leo hanya menurunkan kaca mobilnya sehingga ia kini bisa berbicara jelas dengan bosnya disana walau Arga tampak tak puas karena asistennya tidak mau turun keluar.
"Eh bos, kenapa?" ujar Leo sambil nyengir.
"Heh, kamu mau apa sih? Ngapain halangin jalan saya kayak gini, ha?" tanya Arga emosi.
"Eee...."
"Siapa yang suruh kamu, Leo?" tanya Arga lagi.
__ADS_1
"Eee...."
"Jawab! Jangan a e a e aja...!!" bentak Arga.
"Iya bos, iya!" ucap Leo gugup sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal.
Sepertinya Leo bingung harus menjawab apa pada bosnya karena ia tampak ketakutan jika harus berbicara jujur pada Arga, sedangkan Arga terus menatap Leo tanpa henti menantikan jawaban dari asistennya itu.
"Yaudah jawab!" bentak Arga.
"Sabar dong bos, saya kan mikir dulu!" ucap Leo.
"Mikir apa? Orang tinggal jawab, kasih tau saya siapa yang suruh kamu cegat saya! Jangan malah mikir buat bohongin saya!" ujar Arga.
"Saya gak mau bohongin bos kok, mana berani saya kayak gitu sama bos?" ucap Leo.
"Yaudah, terus kenapa kamu gak jawab jawab daritadi? Saya kan sudah berulang kali tanya sama kamu, siapa yang suruh kamu kesini?" ujar Arga.
"Eee... anu... sa-saya inisiatif sendiri kok, bos!" jawab Leo berbohong.
Arga jelas tidak percaya dengan perkataan asistennya itu, ia sangat tahu jika Leo tak mungkin bergerak sendiri tanpa ada yang memerintah karena Leo adalah tipe orang yang hanya bergerak bila disuruh dan tak mempunyai pendirian.
"Bohong!" bentak Arga.
Leo terkejut karena suara bosnya begitu keras dan hampir membuat telinganya berdarah, bahkan ia reflek memegangi dadanya dan mengatur nafasnya agar tidak jantungan karena ulah bosnya yang suka teriak sembarangan.
"Cepet jawab jujur, siapa yang suruh kamu!" ujar Arga.
"Apa sih, bos? Tadi saya udah jujur loh, saya emang inisiatif sendiri buat susul bos!" ucap Leo.
Arga yang emosi langsung menarik kerah baju asistennya dan memaksa Leo untuk menjawab jujur serta mengatakan padanya siapa yang sudah menyuruhnya untuk mencegatnya di jalan itu.
"Jangan pernah bohongin saya, Leo!! Cepat jawab siapa orang yang udah suruh kamu...??!!" bentak Arga benar-benar emosi.
Leo pun terdiam sembari menelan saliva nya kasar dan seketika tubuhnya mengeluarkan keringat dingin karena belum pernah ia melihat bosnya semarah ini padanya sampai menatap tajam ke arahnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1