
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 300
...•...
...•...
"Kamu gausah ngebantah lagi, mas! Aku gak mau denger apa-apa lagi dari kamu setelah melihat semua ini, sekarang juga aku minta ketemu sama Novi sekretaris kamu!" ucap Shella.
"Mau ngapain kamu ketemu Novi?"
"Aku mau bicara sama dia...!!"
Devano terdiam menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin mengizinkan Shella bicara dengan Novi saat ini karena ia tidak mau jika sekretarisnya itu merasa disalahkan kembali, Devano pun berusaha keras untuk menahan istrinya tersebut.
"Honey, jangan gegabah ya! Kamu gak bisa main labrak Novi gitu aja, cuma berdasarkan foto-foto editan ini...!!" ucap Devano.
"Apa kamu bilang, mas? Editan?? Editan darimana mas? Aku tau kok itu real, aku emang gak lulus kuliah tapi aku bisa bedain mana real mana editan! Dan foto itu jelas semuanya real...!!" ucap Shella.
"Oke, iya iya! Aku ngaku iya emang foto-foto itu real, aku emang ngelakuin itu sama Novi! Tapi, asal kamu tau honey itu semua gak seperti yang kamu kira! Aku ini sayang banget sama kamu, aku cinta banget sama kamu!! Gak mungkin aku khianati kamu demi Novi, gak mungkin honey....!!!" ujar Devano.
"Basi kamu mas, basi! Aku gak percaya lagi kata-kata kamu itu yang cuma manis di mulut!" ujar Shella.
Shella tetap memaksa untuk pergi menemui Novi dan berbicara pada sekretaris suaminya itu, ia ingin tahu apakah Novi juga mencintai Devano atau tidak dan apa diantara mereka ada hubungan istimewa atau tidak.
Akan tetapi, Devano dengan sigap berhasil mencekal lengan istrinya dan mendekap erat tubuh Shella sehingga Shella tidak bisa pergi kemana-mana, Devano tidak akan membiarkan istrinya itu menemui Novi demi kebaikan semuanya.
__ADS_1
"Honey, please jangan kayak gini! Aku tau kamu marah dan emosi sama aku, tapi tolong jangan labrak Novi dulu! Ini semua bukan salah dia, tapi aku yang selalu paksa dia buat deket sama aku!" ucap Devano menjelaskan pada istrinya.
"Apa mas? Jadi kamu yang paksa Novi? Terus berarti semua difoto itu benar, kamu yang ajak Novi makan bareng terus peluk-peluk dia?" ucap Shella.
"Enggak honey, kamu salah kira! Aku bukan cuma makan berdua sama Novi, tapi sama klien aku juga! Cuma yang ada difoto itu pas kebetulan aja klien aku udah pulang, kamu percaya dong sama aku!" ucap Devano menjelaskan.
"Ohh, terus yang kamu rangkulan sama Novi di jalan itu gimana mas? Ada klien kamu juga disana, dia yang suruh kamu rangkulan sama Novi?" ujar Shella.
"Duh honey, kamu jangan emosi terus dong! Itu tuh bukannya aku mau rangkulan sama Novi, tapi sebelumnya aku jatuh gara-gara dipukul sama orang yang udah ngikutin aku!" ucap Devano.
"Kamu tuh pandai beralasan ya, mas? Kamu pikir aku percaya gitu aja sama kamu??" ucap Shella.
"Ya harus dong, denger honey di dalam hubungan rumah tangga itu harus ada rasa saling percaya satu sama lain! Aku aja percaya sama kamu kalo kamu gak cinta lagi sama Adrian, kenapa kamu gak percaya sama aku??" ujar Devano.
"Kamu kenapa jadi bahas masa lalu?" ujar Shella.
"Bukan bahas masa lalu, tapi aku cuma mau kamu percaya sama aku! Seperti aku yang percaya sama kamu dulu, please honey!" ucap Devano.
Shella terdiam dan air mata sudah menggenang di pipinya akibat kesedihan yang ia rasakan, namun Devano berusaha menenangkan hati istrinya dengan cara memeluk serta mendekap erat tubuh Shella ke dalam tubuhnya.
"Ngeri ya mbak, ngeliat pak Vano sama Bu Shella berantem gitu!" ucap Intan.
"Iya, tapi itulah bumbu-bumbu rumah tangga yang pasti dialami sama setiap pasangan!" ucap Yuni.
•
•
Sejak melihat foto-foto suaminya tengah bersama Novi dari orang yang tidak diketahui itu, Shella menjadi pendiam dan terus bersedih bahkan tak memperdulikan keberadaan suaminya yang terus berusaha menghiburnya.
Mereka kini berada di kamar dan Shella sedang merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling serta menangis disana, ia memunggungi Devano saat mengetahui suaminya itu datang alias masuk ke kamar.
Devano mendekati tubuh istrinya dan perlahan duduk di samping Shella lalu menyentuh tubuh Shella dengan telapak tangannya, ia berusaha membuat Shella mau memandang ke arahnya dan berhenti menangis karena itu terasa menyakitkan baginya.
__ADS_1
"Honey, udah dong jangan nangis terus! Kan aku udah jelasin semuanya ke kamu, ayolah honey jangan cuekin aku mulu!" ucap Devano.
Shella hanya diam tak menggubris perkataan suaminya, ia masih terlalu emosi dan sedih karena Devano sudah mengkhianati dirinya, walau Devano sudah menjelaskan padanya kalau dia dan Novi hanya sekedar bos dengan sekretaris.
Devano tidak menyerah untuk membujuk istrinya, ia pun mendekat kemudian mendekap Shella dari belakang sambil mengusap rambut istrinya serta sesekali mengecup ceruk leher Shella.
"Honey, kamu jangan marah dong!" bujuk Devano.
"Mas, kamu ngapain sih?" bentak Shella.
Akhirnya Shella mau menoleh membalikkan tubuhnya ke arah Devano, seketika Devano tersenyum sambil memberi kecupan manis di kedua pipi istrinya karena ia sangat senang bisa melihat kembali wajah sang istri.
"Aku seneng banget kamu mau noleh, udah kayak gini terus aja ya! Aku gak suka dicuekin begitu sama kamu, please ya!" ucap Devano tersenyum.
"Mas, aku masih belum percaya 100% ya sama kamu! Jadi kamu gausah coba-coba ngerayu aku kayak gitu deh, percuma juga!" ucap Shella.
"Aduh, kamu lucu banget sih kalo manyun kayak gitu! Aku kan jadi gemes sama kamu, tapi tetep sih aku lebih suka lihat kamu tersenyum dan ceria lagi kayak sebelumnya!" ucap Devano sambil mencolek pipi dan hidung istrinya.
"Cukup ah, mas! Aku tuh masih marah sama kamu, kasih aku waktu dulu dong buat mikirin semuanya!" ucap Shella emosi.
Shella hendak berbalik kembali seperti sebelumnya dan membelakangi Devano, akan tetapi Devano dengan cepat menahannya dan kemudian menindih tubuh Shella sehingga mereka kini bertatapan seperti biasa dalam jarak dekat.
"Mas, kamu ngapain sih??" ujar Shella emosi.
"Aku gak mau kamu cuekin aku lagi, aku kan udah bilang aku gak bisa digituin sama kamu, honey!" ucap Devano menatap mata istrinya tajam.
"Mas, tapi aku—"
"Mmpphh..."
Devano langsung melumatt bibir istrinya, menyesap hingga menyusuri rongga mulut Shella dengan sangat lahap dan rakus, Shella tak bisa berontak karena kedua tangannya dicengkeram erat oleh Devano yang berusaha menyelesaikan masalah diantara mereka dengan cara berhubungan.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...