Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Gagal puas lagi (18+)


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 252


...🔞🔞🔞...


...•...


...•...


Malam telah tiba, Devano masuk ke kamarnya setelah menyelesaikan pekerjaannya di ruang kerja selama hampir 2 jam. Ia langsung mengunci pintu dan menghampiri istrinya yang sudah berada disana dengan mengenakan baju tidurnya, Devano tampak tergoda melihat sang istri memandangnya sembari tersenyum dengan tubuh miring menyamping.


Tanpa basa-basi lagi, Devano melepas kaos yang dikenakannya lalu naik ke ranjang dan menyentuh tubuh istrinya. Shella pun tersenyum karena suaminya begitu agresif langsung menciumi wajahnya dan mendekap tubuhnya, memang Devano sudah cukup lama menantikan momen ini terjadi kembali sejak sang istri datang bulan.


"Honey, kita langsung aja yuk!" ucap Devano mendesahh tepat di depan wajah istrinya.


Shella tak menjawab hanya memberi isyarat setuju dengan mengangguk pelan, tentu hal itu membuat Devano makin menjadi-jadi dan tidak bisa lagi menahan gairahnya saat ini. Ia langsung merubah posisinya mengungkung Shella dari atas sambil mencengkram dua telapak tangan istrinya, Shella hanya diam pasrah membiarkan suaminya menikmati seluruh tubuhnya.


Tak mau berlama-lama lagi, Devano pun mulai mencumbu tiap inci wajah mulus istrinya diawali dari kening sampai bibir mungil sang istri. Kini Devano beralih ke leher jenjang Shella, ia sesap serta jilat dengan penuh gairah hingga membuat Shella harus menggigit bibir bawahnya menahan desahh.

__ADS_1


Devano kembali ke atas melumatt bibir Shella dengan lembut, sang istri berupaya mengikuti irama permainan yang dilakukan Devano serta memberi ruang bagi Devano untuk memasukkan lidahnya dan bermain-main di dalam rongga mulutnya. Ciuman itu semakin memanas sampai terdengar suara decakan yang keluar dari mulut mereka, dua telapak tangan Devano menarik dan meletakkan tangan-tangan Shella ke atas lalu memperdalam ciuman mereka.


Satu tangannya kini turun merabaa dan meremass gundukan sang istri yang masih tertutup dengan mulut yang masih setia bermain pada bibir Shella, kini ia melepas pagutannya sejenak beralih mencumbui wajah bagian kanan istrinya dan turun ke leher serta bagian dada Shella.


Baru saja Devano hendak membuka kancing baju tidur Shella karena sudah tidak sabar ingin memakan gumpalan kesukaannya itu, akan tetapi secara tiba-tiba pintu kamarnya malah diketuk dari luar hingga membuat mereka berdua yang sedang panas-panasnya terkejut.


TOK TOK TOK...


"Vano, kamu pasti belum tidur kan? Ini mama nak, mama mau bicara sebentar sama kamu!" ucap seorang wanita yang rupanya Silvi alias sang mama.


Devano pun tampak kesal dan kecewa karena sedang bergairah saat ini, namun lagi-lagi ada saja orang yang mengganggu pergenjotan diantara sepasang suami-istri itu.


"Mas, kamu buka dulu itu! Kasihan loh mama kalau didiemin, kita kan bisa lanjut nanti lagi!" ucap Shella.


"Haduh, kenapa sih setiap kali aku pengen terkam kamu selalu aja ada penghalangnya? Kan kasihan si Daniel harus nunduk lagi gara-gara gagal masuk ke lubang kesukaannya, padahal lagi enak banget tuh!" ucap Devano kecewa.


"Iya iya, yaudah aku bukain pintu dulu ya!" ucap Devano turun dari ranjang meninggalkan istrinya.


Ceklek...


Devano pun membukakan pintu untuk menemui mamanya di luar, sedangkan Shella juga bangkit merapihkan rambutnya serta menyeka keringat yang mulai membasahi wajahnya dengan tisu.


Melihat wajah putranya tampak peluh dan sedikit kekecewaan terpancar disana, Silvi seakan tau kalau Devano sedang bermain bersama istrinya di dalam kamar itu dan ia merasa bersalah karena telah mengganggu suami-istri tersebut.


"Duh, kamu lagi anu-anu ya sama Shella? Maaf banget, mama gak tahu sayang!" ujar Silvi.

__ADS_1


Devano terbelalak mendengar perkataan mamanya, bisa-bisanya Silvi malah berbicara seperti itu pada putranya yang tentu saja Devano langsung malu.


...•••...


Disisi lain, Nadya juga akan menjalani malam pertamanya di rumah sang ibu setelah cukup lama ia harus tertahan di rumah sakit selama menjalani perawatan intensif akibat kecelakaan. Ia kini berbaring di ranjangnya sembari memeluk bonek besar yang dibelikan Jenar untuknya, entah mengapa Nadya merasa sedih malam ini dan sulit tidur.


Akhirnya gadis itu bangkit kembali dari posisi tidurnya karena tak kunjung bisa memejamkan mata walau rasanya ia sudah mengantuk, Nadya pun terus memeluk bonekanya membenamkan wajahnya disana sembari membayangkan wajah ibunya yang sedang ia peluk saat ini. Sepertinya Nadya memang merindukan ibunya, padahal sejak tadi ia sudah sering bersama sang ibu dan baru berpisah beberapa jam lalu saat mereka hendak tidur malam.


"Aku kok keinget sama ibu terus, ya? Apa mungkin ini karena bu Jenar tuh emang beneran ibu kandung aku dan selama ini dia gak bohong bilang begitu? Hmm, tapi entah kenapa aku masih belum bisa mengingat apapun tentang kenangan masa lalu aku sama ibu...." ucap Nadya cemberut.


Nadya garuk-garuk kepala sejenak sembari menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam, ia pun mengurungkan niatnya untuk menemui ibunya di kamar karena takut mengganggu sang ibu di jam yang sudah larut malam ini. Namun, karena bingung dan tak tahu harus apa untuk bisa tidur Nadya memilih keluar kamar mencari hiburan agar tidak bosan terus-terusan disana.


"Udah sepi banget ya di rumah ini, padahal baru jam 11 dan belum terlalu malam! Ya wajar juga sih kan disini cuma ada aku, ibu sama bi Yani jadi bakal kerasa sepi kalau udah malam begini!" ucap Nadya celingak-celinguk sembari menuruni tangga dengan perlahan, tanpa sadar ia menguap karena rasa kantuknya.


Nadya terkejut saat melihat bi Yani baru masuk ke rumah dengan membawa tempat sampah yang sudah kosong, gadis itu pun menghampiri bi Yani karena penasaran mengapa malam-malam seperti ini beliau malah keluar dari rumah.


"Bi, abis ngapain di luar?" tanya Nadya penasaran.


"Eh non Sheila, kok non masih bangun? Ini kan sudah malam loh non, kenapa gak tidur istirahat di kamar aja? Non Sheila ini kan baru keluar dari rumah sakit, jadi harus banyak-banyak istirahat loh!" ucap Yani malah mengalihkan pembicaraan.


"Iya, aku belum bisa tidur bi! Makanya aku turun lagi ke bawah mau jalan-jalan dulu, siapa tahu dengan begitu aku bisa tidur nantinya! Oh ya bi Yani belum jawab pertanyaan aku, ngapain bi Yani keluar rumah malam-malam begini?" ucap Nadya.


"Ohh, ini loh non saya abis buang sampah! Harusnya sih udah daritadi dibuangnya, tapi kerjaan dapur baru beres barusan jadi belum sempat buang sampah! Makanya saya baru buang sekarang, non!" jawab Yani sambil tersenyum.


Nadya manggut-manggut sembari menutup mulutnya yang menguap, sepertinya kali ini rasa kantuk yang ia rasakan sudah semakin kuat dan mungkin saja ia bisa tertidur saat ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2