
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 346
...•...
...•...
Devano kini terduduk puas di atas kursinya sembari tersenyum membayangkan momen saat ia video call dengan istrinya tadi, ia mengingat bagaimana bentuk tubuh sang istri yang sangat memukau dan dapat membuatnya tercengang.
Baru kali ini memang Devano meminta pada istrinya untuk melakukan video call seksi dengannya, karena ia sudah tidak bisa lagi menahan gairah dalam tubuhnya yang terus bergejolak, itulah mengapa Devano terpaksa meminta Shella melakukan itu.
Hari sudah semakin siang, Devano pun memilih untuk keluar dari ruangannya dan turun ke bawah mencari makan siang.
Akan tetapi, baru saja ia hendak pergi meninggalkan ruangan tersebut. Tiba-tiba ponselnya justru berdering membuat ia harus mengurungkan niat itu dan mengangkat telpon lebih dulu.
📞"Halo Viona, ada apa?" tanya Devano kepada Viona melalui telpon tersebut.
📞"Hai, Vano! Apa kabar kamu?" ucap Viona.
📞"Oh Alhamdulillah, aku baik. Kamu sendiri gimana?" ucap Devano.
📞"Bagus deh, aku juga baik." ucap Viona.
📞"Oh gitu, terus sekarang ada apa nih kamu telpon aku? Tumben banget, apa ada yang kamu butuhin atau ada masalah sama Leo kekasih kamu?" tanya Devano penasaran.
📞"Ah enggak kok, justru aku mau kasih kabar gembira buat kamu!" jawab Viona.
📞"Waw! Kabar gembira? Apa tuh?" Devano makin penasaran apa kabar yang ingin disampaikan Viona.
📞"Minggu depan, aku sama Leo mau menikah. Kami sudah persiapkan semuanya dan keluarga kami juga udah setuju buat itu semua, makanya sekarang aku mau sampaikan undangan secara lisan ke kamu buat hadir di pernikahan aku! Kamu tenang aja, nanti aku juga bakal kirim undangan resminya kok kalau udah jadi ke kantor kamu!" ucap Viona.
📞"Oh ya? Wah selamat ya, Viona! Akhirnya kamu bisa bahagia juga, semoga kamu dan Leo bisa langgeng terus ya sampai maut memisahkan!" ucap Devano ikut senang mendengarnya.
📞"Aamiin, makasih Vano!" ucap Viona.
📞"Kamu gausah khawatir! Insyaallah aku sama istri aku bakal datang ke nikahan kamu nanti, kan aku juga mau lihat sahabat aku yang cantik ini menikah!" ucap Devano sambil tersenyum.
📞"Ahaha, bisa aja kamu. Yaudah aku tunggu ya nanti di pesta pernikahan aku! Oh ya, aku baru ingat kalau kemarin kamu ultah kan? Aku ucapin selamat ulang tahun ya buat kamu! Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu! Maaf banget, aku belum bisa kasih hadiah buat kamu!" ucap Viona.
📞"Santai aja! Aku tau kamu pasti sibuk ngurus pernikahan, kamu inget dan mau ngucapin aja aku udah seneng banget loh! Makasih ya!" ucap Devano.
📞"Sama-sama, kita kan sahabatan udah lama. Jadi aku gak bakal lupa dong sama hari ulang tahun sahabat aku ini, sekali lagi selamat ulang tahun ya Devano!" ucap Viona.
__ADS_1
📞"Iya, makasih Viona!" ucap Devano pelan.
📞"Eee yaudah ya, aku masih harus ngurus tentang pernikahan aku yang lainnya." ucap Viona.
📞"Oke, kamu semangat ya nikahnya!" ucap Devano.
📞"Makasih Vano, kalo gitu aku tutup dulu ya telponnya? Bye Devano!" ucap Viona.
📞"Iya, bye Viona!" ucap Devano.
Tuuutttt...
Viona pun langsung memutus telponnya sesudah mengucapkan selamat tinggal.
Devano menghela nafas lalu tersenyum tak menyangka kalau sahabatnya akan segera menikah.
"Viona udah mau nikah aja," batinnya.
Setelah menaruh kembali ponsel di dalam saku bajunya, Devano pun lanjut berjalan keluar ruangan untuk mencari makan siang di bawah.
...•••...
Disisi lain, Nadya dan Jenar sudah sampai di depan rumah Devano untuk menemui Shella.
Mereka berdua turun dari taksi online tapi di depan gerbang rumah itu, mereka tampak tersenyum saat melihat bangunan rumah di depan matanya itu.
Sesudah membayar, barulah mereka segera berjalan menuju pintu gerbang untuk meminta masuk pada satpam yang berjaga disana.
"Iya pak, kami ini keluarganya mbak Shella. Kami mau ketemu sama mbak Shella di dalam, boleh kan pak?" sahut Nadya berbicara pada satpam disana.
"Oh, iya siap! Non Shella ada kok di dalam sana, sebentar ya biar saya bukakan pintu gerbangnya!" ucap satpam itu tersenyum.
"Ah iya pak," ucap Nadya.
Satpam pun segera membuka kunci gerbang disana agar Nadya serta Jenar bisa masuk ke dalam menemui Shella.
Sesudah pintu gerbang terbuka, satpam itu langsung mempersilahkan Nadya beserta Jenar masuk ke dalam.
"Silahkan Bu, mbak!" ucap satpam.
"Makasih pak, yuk sayang!" ucap Jenar tersenyum kemudian menggandeng putrinya.
Jenar pun masuk ke dalam bersama dengan Nadya.
Saat baru hendak memasuki rumah itu, mereka berpapasan dengan Intan yang habis membuang sampah di pelataran rumah.
"Eh ada tamu ya?" ucap Intan.
"Iya nih, mereka keluarganya Bu Shella. Katanya datang kesini mau ketemu sama Bu Shella, ada kan ya di dalam?" ucap satpam mewakili Jenar serta Nadya yang ada disana.
__ADS_1
"Ohh, jadi ibu dan mbak ini keluarganya mbak Shella? Kalo gitu langsung aja yuk ikut sama saya ke dalam, kebetulan mbak Shella lagi makan siang!" ucap Intan.
"Nah bagus tuh, yaudah ibu sama mbaknya langsung masuk aja ke dalam bareng sama Intan! Nanti disana dia bisa tunjukin ke ibu dimana Bu Shella berada," ucap satpam itu.
"Ah iya, terimakasih pak satpam!" ucap Jenar.
"Sama-sama, Bu." ucap satpam itu tersenyum lalu mundur kembali ke posnya.
"Mari Bu, mbak!" ucap Intan.
"Iya iya..."
Akhirnya Jenar dan Nadya pun pergi mengikuti Intan untuk masuk ke dalam rumah Devano.
Mereka tampak terpukau melihat luasnya bagian dalam rumah Devano itu, yang mungkin saja lebih luas berkali-kali lipat dibanding rumah yang mereka tempati saat ini.
Intan membawa mereka menuju ruang makan untuk menemui Shella disana.
Tampak memang Shella tengah berada disana bersama dengan kedua mertuanya, bahkan Shella sangat bahagia dan terus tersenyum.
"Permisi tuan, nyonya. Ada tamu yang datang dan pengen ketemu sama mbak Shella!" ucap Intan melapor pada majikannya disana.
"Siapa?" tanya Silvi penasaran.
"Ah itu mereka disana!" jawab Intan sambil menunjuk ke arah Jenar serta Nadya.
Shella serta kedua mertuanya menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Intan, mereka kompak tersenyum saya melihat Jenar dan Nadya berdiri disana menatap ke arah mereka.
"Ibu, Sheila." ucap Shella tampak sumringah.
"Intan, mereka itu ibu dan saudara saya. Kamu suruh aja mereka kesini ya!" ucap Shella berbicara pada Intan.
"Oh, baik mbak!" ucap Intan.
Lalu, Intan pun kembali menemui Jenar dan Nadya untuk membawa keduanya menghampiri Shella.
"Mah, pah. Gapapa kan kalo ibu sama saudara aku ikut makan siang disini? Aku juga gak tau sih kalau mereka mau kesini, soalnya tadi pas nelpon ibu gak ada bilang begitu!" ucap Shella.
"Kamu ngapain minta izin segala, sayang? Ya udah jelas boleh dong! Masa mama ngelarang besan mama alias ibu kamu buat ikut makan disini?" ucap Silvi tersenyum sembari mengusap rambut Shella.
"Makasih, mah." ucap Shella.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Up banyak supaya cepet tamatnya...
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️...