Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Menyerahlah


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 221


...•...


...•...


Yoga baru keluar dari dalam ruang Nadya, tampak ia masih terisak karena usahanya gagal untuk membangunkan Nadya dari komanya. Namun, bagaimanapun juga Yoga telah berusaha semampunya untuk bisa membantu Nadya. Sisanya tinggal ia serahkan pada kekuatan Nadya sendiri serta tentunya yang maha kuasa, ia membuka pintu lalu melangkahkan kakinya keluar. Matanya langsung terbelalak melihat sosok pria yang duduk di samping Jenar serta Lestari, tentu saja ia kenal betul dengan pria tersebut yang tak lain adalah Adrian.


"Waduh, kenapa Adrian bisa ada disini?" batin Yoga.


Mendengar suara pintu ditutup, pandangan Adrian langsung mengarah pada seorang pria yang baru keluar dari dalam ruang ICU itu. Adrian pun bangkit dari duduknya ketika mengetahui pria tersebut adalah Yoga, matanya menatap tajam ke arah Yoga dan tanpa sadar ia juga mengepalkan tangannya merasa emosi pada Yoga karena datang kesana.


Adrian yang sudah terbawa emosi langsung maju mendekati Yoga dengan nafas memburu, Jenar & Lestari merasa heran mengapa Adrian sampai harus emosi seperti itu saat melihat Yoga. Mereka juga ikut bangkit dari kursinya berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan antara kedua pria itu.


"Ngapain lu disini?" tanya Adrian menatap Yoga dengan penuh emosi.


"Gue mau jenguk Nadya, emang salah?" ujar Yoga menjawab pertanyaan Adrian dengan santai berusaha tak terpancing dengan sikap pria itu.


"Kan gue udah bilang, lu jauhin Nadya dan jangan pernah lu dateng kesini lagi!" ujar Adrian.


"Sorry, tapi gue gak bisa lakuin itu! Lagian sekarang Nadya lagi koma dan dia butuh support dari semua orang terdekatnya, kalo emang lu cinta sama dia harusnya lu gak kayak gini! Kita sama sama berjuang dan berdoa untuk kesembuhan Nadya, itu yang harusnya lu lakuin Adrian!" ucap Yoga.


"Lu gausah nasehatin gue! Nadya gak butuh kehadiran lu disini, emangnya lu siapa ha? Kenal juga baru beberapa hari sama Nadya, lu tuh gak penting! Mending pergi sana dan jangan pernah lu kesini lagi, karena Nadya itu punya gue bukan lu!" ucap Adrian.

__ADS_1


Yoga terdiam sejenak mengalihkan pandangannya berusaha menahan emosi yang mulai menerpa di dalam tubuhnya, tentunya ia tidak mau jika harus ada perkelahian di rumah sakit tersebut yang nantinya malah akan membuat suasana makin sulit.


"Oke, gue juga udah ketemu sama Nadya kok! Gue bakal pergi dari sini sekarang, lu jaga Nadya dengan baik!" ucap Yoga menepuk pundak Adrian sambil menghela nafasnya.


Adrian menatap telapak tangan Yoga yang ada di pundaknya, lalu dengan segera ia menyingkirkan tangan itu dan kembali menatap wajah Yoga sembari mendekat ke arahnya.


"Lu gausah ngajarin gue! Tanpa perlu lu kasih tau, gue juga bakal jagain Nadya terutama dari orang kayak lu!" ucap Adrian tegas.


"Oke, baguslah..." ucap Yoga tersenyum tipis lalu pergi melewati Adrian dan mendekat ke arah Jenar serta Lestari yang berada di belakang Adrian.


"Saya pamit, tante!" ucap Yoga pelan berpamitan pada kedua ibu wanita yang disayanginya itu.


"Iya, terimakasih ya nak Yoga sudah mau menjenguk Nadya disini!" ucap Lestari tersenyum.


"Sama-sama, tante!" ucap Yoga sambil mencium punggung tangan Lestari serta Jenar secara bergantian.


Setelah itu, Yoga pun melirik sinis ke arah Adrian sebelum ia melangkahkan kakinya pergi dari sana dengan berat hati. Sementara Adrian sendiri merasa senang dan tenang karena Yoga telah pergi dari sana, ia pun kembali ke tempat duduknya mendekat ke arah Jenar & Lestari sambil tersenyum.


"Oh iya boleh kok, silahkan aja nak Rian!" jawab Jenar mengizinkan Adrian untuk masuk ke dalam ruang ICU menemui Nadya disana.


"Terimakasih, tante! Kalo gitu saya masuk ya..." ucap Adrian tersenyum senang.


Tanpa basa-basi lagi, Adrian dengan perasaan senang langsung masuk ke dalam menemui kekasihnya dan berharap bisa membuat wanita itu sadar dari komanya. Ia memakai baju khusus untuk memasuki ruang ICU sebelum dapat bertemu dengan Nadya disana.




Adrian kini berada di dekat Nadya tepatnya samping kanan tubuh wanita yang koma itu, ia menatap nanar gadisnya sembari memejamkan mata sekilas. Adrian membayangkan saat-saat ia masih bersama gadis itu, dimana ketika Nadya juga masih menjadi asistennya dan selalu berada di dekatnya.


Adrian melangkah lebih dekat ke arah Nadya, ia tersenyum tipis dan tanpa sadar menitikkan air mata karena merasa sangat sedih melihat gadisnya kini terbaring lemah di atas ranjang dengan kondisi tak sadarkan diri. Dengan cepat ia menyeka air matanya dan berusaha menguatkan diri demi gadis yang memang ia sayangi itu, bagaimanapun juga Adrian harus membantu Nadya sadar dari komanya.

__ADS_1


"Nadya... kamu ingat gak saat pertama kali kita bertemu di kantor? Kala itu kamu saya interview karena kamu melamar sebagai asisten saya, dan sejak saat itu saya mulai tertarik pada kamu! Momen itu tidak mungkin saya lupakan begitu saja, karena akhirnya saya dipertemukan dengan gadis cantik dan manis seperti kamu...." ucap Adrian yang matanya mulai berkaca-kaca menatap wajah gadisnya.


"Setelahnya, saya selalu berusaha mendekati kamu dan berada di dekat kamu! Walau kamu selalu saja menghindar dari saya, tapi saya tidak pernah menyerah ataupun berhenti mengejar kamu! Karena yang ada di dalam hati saya itu hanya kamu, dan saya selalu ingin bisa bersama kamu selamanya! I love you, my girl!" sambungnya.


Adrian nampaknya benar-benar tulus mengatakan hal itu karena tidak ada tatapan kebohongan di matanya, ia memang mencintai Nadya tapi di dalam hatinya bukan hanya ada Nadya melainkan ada Shella juga alias saudara kembar wanita tersebut.


"Gue emang belum bisa lupain Shella, tapi gue juga udah mulai jatuh cinta sama Nadya dan tentunya gue gak pengen kehilangan wanita yang gue cintai untuk kedua kalinya! Bahkan kalau bisa, gue juga pengen miliki Nadya dan Shella sekaligus..." batin Adrian.


Cuppp...


Dengan sangat berani Adrian mengecup kening gadisnya lalu mengelus lembut bekas ciumannya di dahi Nadya itu, setelahnya ia kembali menjauh dan memandangi wajah cantik Nadya dari sana.


"Ayolah, sadar Nadya! Aku ingin melihat kamu tersenyum lagi sayangku, aku yakin kamu pasti bisa! Semangat yuk cantikku, ada aku disini..." ucap Adrian berharap wanita di sampingnya itu sadar.


Perlahan jari-jemari kanan milik Nadya bergerak, namun sayang Adrian masih fokus menatap wajah cantik Nadya sehingga tak menyadari itu.


Ceklek...


"Pak Adrian, menyerahlah!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...



...Setuju gak Nadya sadar?...


...🤔🤔🤔...

__ADS_1


__ADS_2