Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Perkelahian di rumah sakit


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 179


...•...


...•...


Adrian tampak panik saat Devano mendekatinya dan menatap sinis ke arahnya, ia tak tau apa yang hendak dilakukan oleh pria yang merupakan musuh besarnya itu.


"Apa kabar pak Adrian? Kelihatannya anda begitu peduli sekali ya sama adik ipar saya Nadya, tapi kenapa anda masih saja mengharapkan istri saya...??" ujar Devano.


"Selagi masih ada kesempatan untuk mendapatkan Shella, maka saya tidak akan pernah berhenti berusaha Devano! Untuk urusan Nadya, dia hanya saya jadikan sebagai cadangan jikalau saya gagal merebut Shella dari anda Devano....!!" ucap Adrian.


Sontak Devano membulatkan matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, ia tak menyangka ada laki-laki sebusuk Adrian.


"Hati anda ini terbuat dari apa sih? Kenapa anda tega sekali berbuat seperti ini, kasihan Nadya yang tidak tau apa-apa tapi harus dilibatkan dalam masalah anda! Sebaiknya anda jangan dekati Nadya lagi atau saya akan-"


"Akan apa? Memangnya apa yang anda bisa lakukan untuk menjauhkan saya dari Nadya ha? Dengar ya Vano, anda tidak usah ikut campur soal hubungan saya dan Nadya! Sebaiknya anda urus saja perusahaan anda yang sebentar lagi akan bangkrut itu....!!" ucap Adrian memotong ucapan Devano tadi.


Kini giliran Adrian yang tersenyum melihat ekspresi Devano itu, ia merasa berhasil membalikkan keadaan hingga membuat Devano tak berkutik lagi.


"Anda dengar baik-baik pak Adrian, sampai kapanpun perusahaan saya tidak akan pernah bangkrut walau anda berusaha sekeras apapun itu untuk membuat perusahaan saya jatuh! Saya juga sama sekali tidak tertarik dengan tawaran dari anda untuk membantu meringankan hutang perusahaan saya, karena saya bisa menyelesaikan semuanya sendiri tanpa bantuan orang seperti anda!" ucap Devano.


"Hahaha, anda benar-benar orang yang percaya diri Devano... tapi sepertinya kali ini kepercayaan diri anda tidak akan ada gunanya lagi, karena perusahaan anda sebentar lagi akan bangkrut dan anda akan jatuh miskin! Apalagi jika seluruh orang tau kalau orang tua anda itu adalah seorang kriminal...!!" ucap Adrian tersenyum sinis menatap Devano.


"Lancang sekali anda menyebut orang tua saya seperti itu! Dengar ya Adrian, sekali lagi saya katakan pada anda kalau penyebab meninggalnya papa anda itu karena kecelakaan bukan karena papa atau mama saya!" ujar Devano mulai terpancing emosi.

__ADS_1


"Masih saja anda membela pembunuh itu, padahal semuanya sudah terbukti kalau kedua orang tua anda itu bersalah dan buktinya sampai sekarang mereka masih ditahan di kantor polisi bukan? Jadi anda tidak usah lagi mengelak Devano, terima saja kalau kedua orang tua anda adalah pembunuh...!!" ujar Adrian.


Devano sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, ia mengepalkan tangannya serta menatap tajam ke arah Adrian.


"Jaga bicara anda Adrian, kalau anda tidak mau bernasib sama seperti papa anda! Karena saya bisa melakukan apapun untuk membuat anda pergi menyusul papa anda itu! Camkan baik-baik Adrian, jangan pernah berani-beraninya anda menyebarkan berita yang tidak-tidak tentang kedua orang tua saya! Atau anda akan saya buat menyesal...!!" ujar Devano dengan rahang bergetar.


"Wow keren keren, sungguh keren sekali Devano! Anda memang luar biasa.... tapi asalkan anda tau, saya tidak sama sekali takut dengan ancaman murahan anda itu! Karena saya adalah Adrian Bagaskara dan saya tak gentar menghadapi apapun! Bersiap saja Devano, seluruh dunia akan tau kebusukan orang tua anda dan tentunya perusahaan serta nama baik keluarga Alexander akan hancur!" ucap Adrian malah menantang balik Devano.


"Kurang ajar!" ujar Devano tampak sangat emosi dan tak bisa lagi mengendalikan dirinya, BUGH! Satu pukulan langsung dilayangkan oleh Devano ke arah perut Adrian. "Jangan pernah anda bermain-main dengan saya Adrian!" sambungnya lalu menarik kerah baju Adrian.


BUGHH... lagi-lagi Adrian memukul Adrian bertubi-tubi, pria itu coba membalas tapi tidak cukup kuat untuk mampu melawan Devano.


"Hey, berhenti...!!" teriak seseorang tak jauh dari sana saat melihat perkelahian antara Devano & Adrian di depan ruang ICU.


Ya akhirnya perkelahian mereka dipisahkan oleh satpam dan ob yang tak sengaja lewat dekat sana, tapi cukup terlambat karena Adrian sudah babak belur akibat itu.




"Bu...." ucap Shella mendekati ibunya sambil menyentuh pundak Jenar perlahan.


Sontak Jenar menoleh ke samping memastikan siapa yang menyentuhnya, ia langsung bangkit lalu berjalan menghampiri orang itu setelah mengetahui kalau dia adalah Shella putrinya.


"Shella sayang," ucap Jenar kemudian memeluk erat tubuh Shella sambil menangis di dalam pelukan putrinya itu.


"Bu, jangan nangis! Aku gak bisa lihat ibu menangis kayak gini, nanti aku bakal ikutan nangis juga bu...." ucap Shella berusaha menenangkan ibunya dengan mengelus-elus punggung Jenar pelan.


"Gimana ibu gak nangis sayang, ibu sudah bikin anak ibu sendiri sampai jadi seperti ini! Sheila kecelakaan semuanya karena ibu sayang, ibu ini emang bukan ibu yang baik...!!" ucap Jenar sambil menangis sesegukan.


"Ibu gak boleh bicara seperti itu bu, ini semua bukan salah ibu! Sheila jadi begini itu karena takdir dan ketentuan Tuhan, jadi ibu jangan salahin diri ibu sendiri! Aku yakin Sheila juga pasti gak mau kalau ibu begini...." ucap Shella.


Akhirnya Jenar berhasil lebih tenang, ia melepas pelukannya dan kini memegang wajah Shella dengan dua tangannya.

__ADS_1


"Kamu memang anak baik sayang, tapi kamu gak tau kalau Sheila sampai kecelakaan karena perlakuan ibu yang tidak benar nak!" gumam Jenar sambil terus menatap wajah Shella.


Shella pun tersenyum menatap ibunya, ia langsung menghapus air mata yang membasahi wajah Jenar.


"Udah, ibu jangan nangis lagi ya! Sheila pasti gak suka juga kalau ibu terus nangis begini, lebih baik kita sama sama doain buat kesembuhan Sheila...." ucap Shella.


Jenar mengangguk-angguk lalu kembali memandang wajah Nadya yang masih terbaring disana, begitupun dengan Shella yang juga menatap wajah adik kembarnya itu.


...•••...


Disisi lain, Rafi kembali menemui Femila pagi ini karena memang Adrian masih belum bisa datang kesana lantaran harus menjaga Nadya.


Tentu saja bagi Rafi ini merupakan hal yang menggembirakan karena ia bisa mencicipi tubuh Femila lagi.


Ceklek... Rafi membuka pintu kamar, ia tersenyum menatap Femila yang tengah menikmati sarapannya disana.


"Selamat pagi sayang!" ucap Rafi masuk ke dalam kemudian menutup kembali pintu itu dan tak lupa ia menguncinya.


"Pagi juga," ucap Femila singkat.


Rafi pun langsung mendekati Femila dan duduk di samping tubuh gadis yang sedang makan itu, ia gagal fokus saat melihat paha mulus milik Femila yang terpampang jelas.


Dengan keberanian tinggi, Rafi menaruh tangannya di atas paha Femila sambil mengelusnya pelan membuat gadis itu terkejut lalu menoleh ke arah Rafi.


"Gausah takut, aku cuma mau sentuh paha kamu aja kok! Nanti setelah kamu makan, baru kita main lagi kayak kemarin..." ucap Rafi dengan nada menggoda dan tatapan mesumnya.


Femila diam saja kemudian lanjut makan walau ia merasa geli saat Rafi mengelus pahanya yang mulus itu, bahkan ia sampai mengeluarkan lenguhan pelan saat itu.


Semakin lama sentuhan Rafi semakin liar, ia menelusup ke area terlarang milik Femila dengan jari-jarinya terus mengelus bagian kepunyaan Femila yang masih tertutup celana pendek itu.


"Eenngghh..." desahh Femila pelan saat merasakan miliknya disentuh oleh jari Rafi.


Mendengar itu membuat Rafi makin bersemangat, ia berlutut di hadapan Femila kemudian mengecup paha mulus gadis itu dan menjilatinya sampai menuju tulang kering Femila tanpa henti.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2