Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Obat penenang


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 182


...•...


...•...


Hari sudah mulai gelap, Devano meminta pada istrinya untuk segera pulang karena ia mencemaskan kondisi Shella yang baru keluar dari rumah sakit.


Akan tetapi, Shella kekeuh tidak mau pulang dan ingin tetap disana menemani ibunya menjaga Nadya yang masih koma.


"Honey, besok kan kita bisa kesini lagi jengukin Nadya! Aku tau kamu khawatir banget sama dia, tapi kamu juga harus mikirin kondisi kamu sendiri dong honey! Kamu kan baru keluar dari rumah sakit dan abis keguguran, jadi kita pulang dulu ya malam ini!" ucap Devano.


"Gak bisa mas, aku mau disini aja temenin ibu jagain Sheila! Mas, Sheila itu adik kembar aku loh aku gak mau dia sampe kenapa-napa!" ucap Shella ngeyel tidak mau diajak pulang.


Devano pun menepuk jidatnya karena susah sekali membujuk istrinya untuk mau pulang sejenak dari rumah sakit, akhirnya ia mencari cara lain untuk bisa membawa Shella pulang.


Tak lama kemudian, dua orang wanita datang kesana sambil menangis tersedu-sedu.... tampak seorang wanita itu wajahnya familiar di ingatan Devano, ya ia seperti pernah melihat wanita itu sebelumnya.


"Loh, ibu ini kan...." ujar Devano menggantung karena ia masih berusaha mencari tau siapa nama perempuan itu dan dimana mereka bertemu.


"Saya Lestari, mama angkat Nadya!" wanita itu memotong ucapan Devano.


"Ah iya itu dia saya baru ingat, apa kabar tante?" ujar Devano malah menanyakan kabar mama Nadya padahal wanita itu sedang sedih.


Alhasil, Devano pun mendapat tabokan dari Shella di bagian lengannya karena itu... lalu, istrinya itu mengambil alih pembicaraan agar Devano tak salah berkata lagi.

__ADS_1


"Maaf ya tante, suami saya emang begitu! Oh ya tante pasti mau ketemu Nadya kan? Mari kita lihat kondisi Nadya dari sana..." ucap Shella tersenyum kemudian mengajak dua orang wanita itu ke sebuah tempat yang mana mereka bisa melihat kondisi Nadya dari balik kaca.


Ya dikarenakan hari sudah malam, pihak rumah sakit tak mengizinkan mereka untuk memasuki ruang ICU lagi karena ditakutkan akan menggangu kondisi pasien yang koma.


"Itu dia Nadya tante, Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik... hanya saja Nadya masih belum bisa sadarkan diri!" ucap Shella.


Devano langsung merangkul istrinya itu karena melihat Shella bersedih, ia menenangkan Shella serta menghapus air mata di wajahnya.


"Sabar honey, kita doakan saja adik kamu itu! Semoga dia bisa segera sadar, jangan nangis lagi ya!" ucap Devano.


Shella hanya manggut-manggut lalu membenamkan wajahnya di bahu sang suami, ia tampak sangat sedih saat melihat kondisi Nadya yang masih terbaring disana.


Sementara mama angkat Nadya juga terus menangis meratapi nasib anaknya di dalam sana yang harus koma setelah sempat dinyatakan meninggal oleh pihak RS.


"Saya benar-benar gak nyangka Irah kalau Nadya bisa seperti ini, jujur saya langsung syok banget pas dengar kabar dari kamu tentang Nadya yang meninggal karena kecelakaan! Tapi untung saja Nadya ternyata masih selamat, walau dia harus mengalami koma seperti ini!" ucap mama Nadya sambil menangis.


"Iya nyonya sama, saya juga kaget banget pas dapet telpon dari polisi waktu itu! Sejak non Nadya masih kecil kan saya udah kerja sama nyonya terus bantu ngerawat non Nadya, makanya saya kaget banget Nya!" ucap Irah.


Melihat dua wanita itu menangis terutama sang mama angkat adiknya, Shella pun merasa tidak tega lalu bilang pada suaminya karena ia ingin menghampiri Lestari.


"Iya honey, tapi kamu jangan malah ikut nangis lagi! Nanti yang ada bukannya tenang, tante Lestari malah tambah sedih..." ujar Devano.


"Ish ya iyalah mas!" ucap Shella mencubit lengan Devano membuat suaminya itu reflek berteriak sambil memegangi lengannya.


Shella pun berjalan menghampiri Lestari yang sempat menoleh karena teriakan Devano, ia tersenyum berusaha menghibur wanita itu.


"Eee tante, tante yang sabar ya! Kita sama sama berdoa aja buat kesembuhan Nadya, aku yakin kok gak lama lagi Nadya pasti sadar!" ucap Shella.


"Makasih ya nak, wajah dan suara kamu itu memang mirip sekali dengan Nadya! Saya jadi bisa lebih tenang mendengar suara kamu yang adem itu, oh ya ibu kamu dimana?" ucap Lestari.


"Eee ibu tadi lagi ke toilet tante," ucap Shella.


"Ohh, eh tante mau peluk kamu boleh gak?" ucap Lestari meminta izin memeluk Shella.

__ADS_1


"Boleh kok tante, aku juga kepengen banget peluk tante!" ucap Shella memberi izin lalu langsung memeluk tubuh mama angkat Nadya itu.


Devano yang melihatnya pun tersenyum bahagia karena mereka bisa berhenti menangis, ia juga bangga pada istrinya karena selalu jadi obat penenang bagi setiap orang yang tengah bersedih.


...•••...


Sementara itu, Rafi mengajak Femila ke apartemennya yang untuk saat ini dijadikan olehnya tempat tinggal sekaligus tempat persembunyian baginya dari incaran Devano.


Gadis itu pun langsung masuk ke dalam setelah Rafi membukakan pintunya, ia dengan cepat membuka pakaiannya di hadapan Rafi.


"Hei, kamu mau bikin saya bergairah lagi? Ayolah jangan mancing-mancing saya kayak gini, kamu bukanya di dalam toilet aja sana!" ucap Rafi.


"Ish bawel banget sih lu! Lagian siapa juga yang mau buka semua pakaian gue disini? Ini tuh biar gak gerah aja, eh ya lu udah beliin gue baju ganti kan? Gak mungkin dong gue pake baju ini lagi...." ujar Femila.


"Iya iya aman, udah kamu mandi dulu sana!" ujar Rafi.


"Oke, makasih ya Rafi!" ucap Femila tersenyum mencubit pipi Rafi kemudian langsung masuk ke toilet membawa handuk di tangannya.


Rafi hanya tersenyum ketika pipinya dicubit seperti itu oleh Femila, entah mengapa ia merasa senang melihat senyuman gadis itu.


"Oh ya gue harus beli baju baru buat dia, tapi kira-kira baju apa ya cocoknya? Ah nanti aja deh gue pikirin di toko!" ujar Rafi kemudian berbalik badan dan keluar dari apartemennya.


Tak lupa juga Rafi mengunci pintunya agar tak ada kesempatan bagi Femila untuk kabur dari apartemennya itu.


Sedangkan Femila tampak menikmati berendam di bak mandi yang sudah dipenuhi air berbusa itu, memang sudah cukup lama ia tak mandi sejak diculik oleh Adrian kala itu.


"Huh akhirnya bisa juga gue mandi kayak gini, emang dasar tuh si Adrian nyusahin hidup gue mulu kerjaannya dari dulu! Awas aja kalo gue udah bisa lepas dari dia, pasti gue bakal balas semua perbuatan dia ke gue ini!" ucap Femila.


Ia menyandarkan tubuhnya lalu memejamkan matanya menikmati sensasi dinginnya air tersebut serta aroma wangi dari sabun yang ia gunakan.


"Oh ya ngomong-ngomong soal lepas, gue kan bisa manfaatin Rafi buat bisa lepas dari Adrian!Iya iya bener, gue harus bikin Rafi klepek-klepek dan akhirnya mau bawa gue menjauh dari Adrian! Gue bisa pake tubuh gue ini buat goda si Rafi itu, gue yakin banget pasti dia bakal mau!" ucap Femila tersenyum sendiri.


Setelah berendam lumayan lama, ia merasa puas dan akhirnya keluar dari bak mandi itu lalu membasuh tubuhnya dengan air shower.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2