Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Rafi Adrian kerjasama?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 75


...•...


...•...


2 hari kemudian...


Tok Tok Tok...


"Ya masuk!" ucap Adrian.


Syifa pun masuk ke ruangan Adrian bersama seorang pria di belakangnya.


"Permisi pak, ada yang ingin bertemu dengan anda.." ucap Syifa.


"Baik terimakasih Syifa," ucap Adrian.


"Kalau gitu saya permisi ya pak," ucap Syifa.


"Ya silahkan!" ucap Adrian.


Syifa pun keluar dari ruangan Adrian setelah mengantarkan tamu Adrian..


"Selamat siang pak Adrian!" ucap pria tersebut.


Adrian membulatkan matanya begitu melihat pria di depannya yang sedang tersenyum ke arahnya.


"Anda ini..."


"Ya benar saya Rafi, sepupu dari Devano Alexander!" potongnya.


"Oh iya akhirnya saya inget juga, ada apa anda datang kesini?" tanya Adrian.


"Apa saya tidak dipersilahkan duduk lebih dulu?" ujar Rafi.


"Oh iya iya maaf saya lupa, silahkan silahkan duduk pak Rafi..!!" ucap Adrian.


Rafi pun duduk di kursi yang ada disana, lalu melipat kedua tangannya di atas meja.


"Jadi, ada apa nih anda jauh-jauh kesini? Bukannya sekarang anda mengelola cabang perusahaan pak Devano di luar kota?" tanya Adrian.


"Ya itu benar sekali, saya memang bekerja disana sekarang.. Tapi, kedatangan saya kesini tidak ada sangkut pautnya dengan itu!" jawab Rafi.


"Lalu, apa yang anda inginkan dari saya?" tanya Adrian.


"Saya ingin menjalin kerjasama dengan anda, bagaimana apa anda tertarik?" ujar Rafi.


"Kerjasama? Maaf, kan perusahaan saya memang sudah bekerjasama dengan perusahaan milik pak Devano.." ujar Adrian bingung.


"Hahaha, kan tadi saya sudah bilang ini tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan.. Saya menawarkan kerjasama pribadi dengan anda, pak Adrian!" ucap Rafi.


"Maksudnya kerjasama untuk apa ya?" tanya Adrian.


Rafi tersenyum smirk lalu menurunkan tangannya dari atas meja dan menaruhnya di atas pahanya.


...•••...


Situasi perusahaan Devano kini sudah membaik, ya masalah dengan pak Ronal telah berhasil diselesaikan bahkan kini pak Ronal mau kembali bekerjasama dengan pt. Devano sukses makmur.


Saat ini Devano sedang sendiri di ruangannya sambil memandangi foto Shella yang ia letakkan di atas meja kerjanya.


Yap sepertinya memang Devano rindu pada Shella, tentu saja karena sekarang ini ia jarang bertemu dengan calon istrinya itu.


"Honey, kamu lagi ngapain sekarang? Huh rasanya bete banget gak ada kamu disini.. Tapi mau gimana lagi, aku harus jaga kamu supaya kejadian kemarin gak terulang lagi!" gumam Devano sambil mengelus-elus bingkai foto Shella.


Tiba-tiba telpon di mejanya berbunyi, ia pun segera menaruh kembali bingkai foto Shella ke meja dan mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


"Halo, ada apa?" tanya Devano dalam telpon.


"Maaf pak saya mengganggu bapak, tapi sekarang di lobi ada ibu-ibu yang memaksa ingin bertemu bapak, dia bilang kalau dia itu calon mertua bapak.."


"Siapa namanya?"


"Namanya ibu Jenar pak, bagaimana apa saya izinkan dia masuk menemui bapak atau saya minta satpam mengusir dia?"


"Kamu antar dia ke ruangan saya ya! Dia itu benar calon mertua saya.."


"Oh baik pak maaf sebelumnya, saya tidak tahu!"


"Ya tidak apa-apa.."


Tut Tut Tut...


Teleponnya pun dimatikan oleh Devano, ia langsung merapihkan dasinya dan bersiap menyambut kedatangan Jenar alias calon mertuanya.


"Kira-kira mau apa ya tante Jenar datang kesini?" gumam Devano heran.


...•••...


Laila & Sadam sedang menikmati makan siang di kantin kampus mereka, ya tentunya sambil makan mereka sekaligus berpacaran disana.


Kadang mereka suap-suapan lalu juga pegangan tangan, ya begitulah pokoknya..


"Eh sayang, nanti malem kita jalan lagi yuk!" ucap Sadam.


"Eee aduh sorry nih beb, tapi kayaknya aku gak bisa deh kalo nanti malem.. Soalnya aku diajak ikut dinner abang aku sama keluarga calon istrinya," ujar Laila.


"Ohh abang kamu mau nikah?" tanya Sadam.


"Iya, paling juga beberapa minggu lagi pernikahannya dimulai.." jawab Laila.


"Oh gitu, yah kita gak bisa dong jalan-jalan malam ini.." ujar Sadam.


"Iya sorry ya beb, tapi kan kita masih bisa jalan di malam berikutnya alias besok!" ucap Laila.


"Iya sih, yaudah gapapa deh have fun ya nanti malam!" ujar Sadam.


"Ahaha enak ya jadi lebih rame, apalagi kalo nanti kita nikah juga pasti makin seru.." ucap Sadam.


"Ish apa sih masih jauh itu mah!" ujar Laila.


"Haha ya gapapa dong kalo dibicarain dari sekarang," ucap Sadam.


"Yeuh dasar!" ucap Laila.


Lalu, tiba-tiba Zara & Yasmin datang kesana menghampiri mereka.


"Wih wih asik banget nih yang lagi makan berdua, dunia serasa milik berdua ya kan.." ujar Yasmin.


"Iya bener tuh, hahaha.." saut Zara.


"Ish apa sih kalian? Kita kan cuma makan gak lebih," ucap Laila.


"Ahaha iya iya becanda doang kok Laila, eh kita boleh gabung gak? Soalnya meja lain penuh tuh kita gak kebagian," ujar Yasmin.


"Boleh kok gabung aja!" ucap Laila.


"Yes asik!!" ujar Yasmin & Zara.


Lalu, Yasmin & Zara pun duduk disana bersama mereka.. terlihat Sadam tidak senang dengan kedatang Yasmin & Zara.


"Sayang, kamu kenapa bolehin sih?" bisik Sadam.


"Maaf beb, lagian mereka kan temen aku gapapa dong.." balas Laila.


Ya akhirnya pacaran mereka terganggu dengan kedatangan Yasmin & Zara yahaha kasian.


...•••...


Shella keluar dari kamarnya, ia terlihat mencari ibunya namun tidak ada.


Kemudian Shella menuju ruang tamu dan bertanya pada Lubis yang ada disana..

__ADS_1


"Om, lihat ibu dimana gak?" tanya Shella.


"Eh Shella, itu loh mbak Jenar tadi pamit katanya mau ke kantor calon suami kamu!" jawab Lubis.


"Hah? Mau ngapain ibu ke kantor mas Vano?" tanya Shella heran.


"Ya kalo soal itu om gak tahu Shella, tapi tadi sih ibu kamu itu bawa rantang mungkin buat dikasih ke calon suami kamu!" jawab Lubis.


"Ohh yaudah kalo gitu makasih ya om, oh iya Damar mana kok gak sama om?" ujar Shella.


"Damar lagi di luar tuh nyiramin tanaman, gak tahu kenapa katanya sih bosen.." ucap Lubis.


"Ohh, om udah makan siang belum?" tanya Shella.


"Belum nih, rencananya sih ini baru mau makan.. Kamu sendiri gimana udah belum?" ujar Lubis.


"Aku juga belum om, kalo gitu kita makan sama-sama aja om biar lebih seru!" ujar Shella.


"Iya boleh tuh, biar om panggilin Damar dulu.." ucap Lubis.


"Biar aku aja om, mending om langsung ke meja makan aja!" ujar Shella.


"Oh yaudah kalo emang kamu maunya gitu," ucap Lubis.


Shella pun keluar untuk menemui Damar dan mengajaknya makan siang..


"Damar, udah nyiram nya nanti lagi aja! Yuk kita makan siang bareng!" ucap Shella.


"Eh mbak Shella, sebentar tanggung nih dikit lagi.. Kan kasian kalo setengah-setengah," ucap Damar.


"Yaudah deh tapi jangan lama-lama ya! Itu bapakmu udah nunggu di meja makan soalnya," ucap Shella.


"Iya mbak ini sebentar kok, nanti aku nyusul!" ujar Damar.


"Ya oke," ucap Shella.


Shella pun masuk lagi ke dalam rumah..


...•••...


Adrian & Rafi sudah selesai berbincang, sekarang Rafi sudah ingin pergi dari kantor Adrian.


"Baiklah karena saya sudah menjelaskan semuanya, jadi saya mohon izin mau balik nih ke kantor.." ucap Rafi.


"Oh iya iya pak, nanti saya akan kabari lebih lanjut tentang tawaran anda tadi.." ujar Adrian.


"Saya harap anda mau menerima tawaran saya, karena itu juga demi kebaikan anda pak!" ucap Rafi.


"Eee ya beri saya waktu untuk berpikir!" ucap Adrian.


"Yasudah pak, kalo gitu saya pamit! Permisi.." ucap Rafi.


"Ya silahkan! Hati-hati di jalan pak..!!" ucap Adrian.


Rafi pun keluar dari ruangan Adrian...


"Gila, gak nyangka saya kalo Rafi bisa berkhianat gitu sama sepupunya sendiri.. Tapi ini bagus sih saya jadi punya kartu as lainnya," gumam Adrian.


Lalu, Adrian menelpon Nadya menggunakan hp nya.


"Halo sayang, kamu kesini ya sekarang! Iya ruangan aku dong!" ucapnya dalam telpon.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...



...Oh ya gaes ini ada bonus foto Devano❤️😍...


...Mohon maaf nih kalo gak sesuai sama ekspektasi kalian😁🙏...


...Dukung terus Cinta Satu Malam Ceo ya 🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2