Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Nadya kelimpungan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 291


...•...


...•...


Devano pun menemui istrinya di dalam ruang rawat rumah sakit tersebut, ia melihat Shella sudah agak membaik dan dapat kembali tersenyum ketika ia masuk kesana.


Ya Shella langsung menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka dan melihat suaminya masuk kesana, ia pun melempar senyum ke arah Devano serta memandang wajah pria yang kini ada di sampingnya itu tanpa menghilangkan senyumnya.


"Gimana keadaan kamu, honey?" tanya Devano sembari membungkukkan badannya sedikit.


"Aku baik kok, mas!" jawab Shella sambil tersenyum.


Melihat tatapan mata Shella yang begitu indah membuat Devano yakin sekali kalau istrinya memang tidak kenapa-napa, apalagi dokter juga sudah mengatakan kalau Shella memang baik-baik saja dan hanya butuh istirahat yang cukup.


"Syukurlah, tadinya aku khawatir banget loh sama kamu! Aku takut kamu bakal kenapa-napa, soalnya tubuh kamu panas banget!" ucap Devano.


"Kamu gak perlu khawatir lagi, mas! Sekarang kan aku udah baik-baik aja dan gak kenapa-napa, kata dokter aku cuma kecapekan aja!" ucap Shella.


"Iya honey, tadi aku juga udah denger dari dokter! Aku seneng banget dengernya, apalagi sekarang aku juga lihat langsung kalau kamu emang bener gak kenapa-napa!" ucap Devano sambil mengusap kening sang istri.


Cupp...


Devano memberikan satu kecupan lembut pada kening istrinya lalu kembali mengusapnya dan tersenyum menatap mata Shella, nampaknya Devano memang benar-benar bahagia melihat sang istri baik-baik saja kali ini.


Hal itu juga membuat Shella semakin yakin kalau suaminya hanya mencintai dirinya dan semua yang ia dengar waktu itu hanyalah kesalahpahaman saja, tak mungkin Devano mempermainkan dirinya lalu berpaling ke sekretarisnya.

__ADS_1


"Aku sekarang udah mulai yakin mas, sama kesungguhan cinta kamu ke aku! Tapi, maaf ya mas aku belum mau kasih tau kabar itu ke kamu sekarang!" batin Shella sambil tersenyum.


Usapan tangan Devano kini beralih pada bibir mungil sang istri yang tengah tersenyum, ia perlahan mendekatkan wajahnya hingga menempel dengan bibir Shella dan mereka pun saling memagut disana karena tidak ada siapapun selain mereka.


"Aku sayang sama kamu, honey!" bisik Devano berdesis pada telinga istrinya.


Entah mengapa suara bisikan suaminya membuat Shella bergidik terhenyak seketika, ia menatap nanar wajah suaminya dan membuat Devano kembali mengusap wajah cantik istrinya yang benar-benar menggemaskan saat ini.


"Kamu jangan tatap aku kayak gitu disini, honey! Emangnya kamu mau kalo aku setubuhi kamu disini, ha?" ujar Devano terkekeh.


"Ish, kamu lemah banget sih mas! Masa aku tatap kayak gitu aja kamu kegoda, kayaknya si Daniel perlu dikebiri deh mas!" ucap Shella bergurau.


"Yeh jangan dong, terus nanti siapa yang bisa bikin Devano junior...??" ucap Devano.


Cupp...


Untuk yang kedua kalinya Devano kembali memagut bibir sang istri secara tiba-tiba, sehingga Shella terkejut dan kesulitan membalas ciuman cepat suaminya yang perlahan-lahan semakin memanas serta menggairahkan.


Ceklek...


Suara pintu terbuka membuat Devano terkejut lalu melepas pagutannya dan menoleh ke arah pintu, jantungnya seakan hendak copot karena rasa malu karena ternyata yang masuk adalah seorang suster perawat disana.


"Eee... gapapa kok sus, saya harusnya yang minta maaf!" ucap Devano.


Akhirnya suster itu melanjutkan langkahnya ke dalam sembari memberikan catatan dari dokter kepada Devano, sedangkan Shella masih memerah karena sangat malu akibat kelakuan suaminya yang main nyosor tidak tahu tempat.


...•••...


Hari sudah malam dan sebagian besar manusia normal mungkin telah terlelap dalam mimpinya, namun sangat berbeda dengan Nadya yang hingga kini masih terjaga dan belum bisa memejamkan matanya untuk tidur.


Padahal sudah sejak tadi Nadya berada di kamarnya rebahan sembari memeluk guling, namun itu dia Nadya kesulitan untuk memejamkan mata karena terus kepikiran dengan sosok Adrian alias pria yang membuatnya penasaran hingga kini.


Akhirnya Nadya malah bangkit dari tidurnya lalu duduk pada pinggir ranjang sembari memeluk boneka yang diberikan ibunya, Nadya melirik jam di dinding dan syok karena ternyata waktu telah menunjukkan pukul 12 tengah malam tepat.


"Duh, kok aku masih gak bisa tidur ya?" gumam Nadya bingung sembari garuk-garuk kepala.

__ADS_1


Nadya pun memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi kamarnya dengan membawa boneka miliknya berharap agar ia bisa segera tidur, bagaimanapun juga ia memang harus tertidur saat ini supaya kondisi tubuhnya membaik.


Akan tetapi, semua usahanya itu sia-sia saja karena ia masih tetap sulit memejamkan mata dan terlelap seperti orang pada umumnya, lagi-lagi ia malah terbayang akan wajah Adrian serta suaranya yang terus terngiang di telinganya.


"Aduh, kalo kayak gini terus sih aku gak mungkin bisa tidur! Aku harus cari dan temuin Adrian, kalo ibu gak mau bantu aku mungkin ada orang lain yang bisa bantu aku!" gumam Nadya.


Setelah berpikir keras selama beberapa menit, Nadya pun mendapat satu ide siapa orang yang bisa membantunya untuk menemui Adrian esok hari agar ia juga tidak terus-terusan memikirkan tentang Adrian yang membuat dirinya gila.


"Oh ya, aku kan masih punya mbak Shella! Dia pasti mau bantu aku, aku juga yakin mbak tahu siapa itu Adrian dan dimana dia sekarang!" gumam Nadya.


Nadya tersenyum ceria lalu kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang, disaat ia hendak memejamkan mata tiba-tiba ia teringat kalau ia tak memiliki handphone dan tentunya sulit bagi ia untuk menghubungi Shella tanpa handphone.


Akhirnya Nadya malah bangkit lagi dan terduduk kembali di ranjangnya dengan tampang kesal, ia benar-benar bingung saat ini cara apa yang harus ia lakukan untuk meminta bantuan Shella tanpa sepengetahuan Jenar sang ibu.


"Aku harus gimana ya sekarang? Kalo aku pinjam hp ibu, udah pasti ibu bakal tanya-tanya..." gumam Nadya.


Gadis itu semakin merasa pusing dan stress karena tak kunjung mendapat solusi atas permasalahannya, ia memilih pergi ke kamar mandi karena ia juga mendadak ingin buang air kecil dan barangkali disana ia bisa menemukan solusinya.


Sesudah buang air, Nadya menatap cermin di kamar mandi untuk mencari solusi bagaimana caranya agar ia bisa menemukan keberadaan Adrian dan berbicara dengan pria itu mengenai rasa yang mengganjal di dalam hatinya selama ini.


Suara-suara Adrian memang terus terngiang membuat Nadya tidak bisa tidur tenang, satu-satunya yang ia harus lakukan tentu hanya bertemu dengan Adrian secara langsung agar ia juga tidak terus-terusan penasaran.


"Ya, aku bisa berharap sama Yoga!" ucapnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Bisakah Nadya bertemu Adrian?...


...Siapa yang dukung Nadya & Adrian?...


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...SALAM DARI BIKINI BOTTOM...


...❤️...


__ADS_2