Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Surabi rasa durian


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 261


...•...


...•...


Shella & Devano masih di dalam mobil dan sedang menuju rumah setelah mereka baru saja mampir ke tempat tinggal Jenar untuk menjenguk Nadya sekaligus juga temu kangen dengan sang ibu, ya Shella memang sedikit merasa bersalah karena sebelumnya tidak bisa ikut menjemput Nadya ketika keluar dari rumah sakit dan maka dari itu mereka datang pada hari ini untuk menemui Nadya.


Sepanjang perjalanan Shella terus saja melihat keluar dengan kaca yang terbuka, ia memang lebih suka menikmati angin alami dibanding AC di dalam mobilnya karena menurutnya lebih nyaman. Devano pun menurut saja dan membiarkan apapun yang hendak dilakukan istrinya itu, ya karena ia juga telah mendapat kepuasan berlipat-lipat semalam dan kemungkinan akan mendapatkannya lagi malam ini.


"Mas, aku jadi kepengen makan surabi!" ucap Shella tiba-tiba menatap wajah suaminya dan mengatakan hal itu, entah mengapa mendadak ia ingin sekali memakan kue khas Bandung itu.


"Waduh ada-ada aja kamu, honey! Kita udah mau sampe rumah kamu baru bilang kepengen surabi, harusnya dari tadi dong!" ucap Devano sedikit kesal.


"Iya, maaf mas! Yaudah gak jadi kok, kita lanjut pulang aja deh..." ucap Shella.


Devano langsung merasa tidak tega ketika melihat raut wajah sang istri yang tampak cemberut dan kecewa karena perkataannya tadi, ia sungguh menyesal sudah mengakan itu pada istrinya hingga kini Shella sepertinya ngambek pada dirinya.


"Eee kita cari tukang surabi di dekat sini, ya?" ucap Devano merubah keputusannya.


"Loh, udah gausah mas! Kita langsung pulang aja, kan kata kamu udah deket!" ujar Shella.


"Gapapa, kita putar balik lagi di depan! Aku gak mau kamu ngambek sama aku, nanti malah gak dikasih jatah lagi kayak pas kamu lagi m!" ujar Devano.


"Ya ampun, mas! Siapa juga sih yang ngambek? Aku gak ngambek loh, mas!" ujar Shella.


"Tapi tadi raut wajah kamu menunjukkan kalau kamu itu mau ngambek tau, makanya aku langsung panik dan setuju aja kalo kamu minta surabi! Udah kita cari tukang yang jual surabi nya, ya?" ucap Devano tersenyum manis seraya mengusap puncak kepala sang istri.


"Makasih, mas!" ucap Shella membalas senyuman suaminya.


Setelah berkeliling demi mencari tukang surabi di dekat sana, akhirnya mereka pun berhasil menemukan penjual surabi Bandung yang diinginkan Shella dan tentunya Devano langsung mengarahkan mobilnya menuju tempat penjual tersebut.


Namun, sayangnya ternyata tempat itu ramai sekali oleh para pembeli yang tengah mengantri bahkan sampai membludak keluar hingga membuat Devano pun tercengang dan agak ragu-ragu untuk turun membeli surabi disana.

__ADS_1


"Yah honey, tempatnya rame banget! Kalau kita beli sekarang bisa-bisa malam nanti baru kelar, emang kamu mau nunggu?" ucap Devano.


"Umm... aku sih terserah kamu aja, mas! Ya kalau emang kamu gak mau beliin juga gapapa kok, aku mah terima aja! Lagian aku juga gak terlalu kepengen surabi nya kok, mas!" ucap Shella.


Mendengar perkataan istrinya malah membuat Devano makin bimbang, ia seakan takut kalau Shella akan ngambek dan malah mencuekkan dirinya nanti apalagi sekarang saja wajah istrinya itu sudah mulai terlihat tanda-tanda akan ngambek.


"Yaudah aku beliin deh, kamu tunggu disini ya!" ucap Devano tersenyum memandang wajah sang istri.


"Loh, udah mas kalo gak mau gausah! Kasihan kamu harus antri lama terus nanti kalo pegel kan repot, udah kita pulang aja mas!" ucap Shella.


"Gapapa kok, aku beliin buat kamu!" ucap Devano tersenyum sambil mengusap kepala Shella.


"Tapi, mas—"


"Udah gapapa, sekarang kamu mau surabi rasa apa?" potong Devano lalu menanyakan rasa yang diinginkan Shella.


"Umm... yaudah deh kalo kamu maksa mah, aku mau surabi rasa durian!" jawab Shella.


"Oke, aku pesenin ya!" ucap Devano.


Devano pun langsung turun dari mobilnya setelah mengatakan itu, ia berjalan menuju tempat penjual surabi yang sangat ramai itu dan mungkin jumlah pembelinya tak terhingga karena sangking ramainya.


Akhirnya sebuah ide gila muncul di kepala Devano, ia pun menghampiri pelayan disini untuk memesan surabi yang sesuai dengan permintaan sang istri.


"Eee mbak, bisa saya pesan surabi nya?" tanya Devano menghampiri si pelayan.


"Ah bisa kok kang, silahkan mau pesan apa?" ucap pelayan itu.


"Surabi durian lima, sama yang rasa coklat buat jadi lima kotak besar isinya masing-masing sepuluh..." ucap Devano.


"Oh baik kang, ditunggu ya soalnya masih banyak pesanan lain!" ucap pelayan itu.


"Eee bisa saya dapet duluan?" tanya Devano lagi.


"Aduh maaf kang, kalo itu tidak bisa! Disini kan ada budidaya antri dan akang juga harus antri!" jawab pelayan itu tersenyum.


"Saya mau dapet duluan, karena saya tidak bisa antri! Nanti saya akan bayar lebih sekaligus bayarin semua pesanan para pembeli disini, tolong umumkan pada mereka mbak!" ucap Devano.


"Eee baik kang..."


Pelayan itu pun mulai mengumumkan apa yang dikatakan Devano kepada para pembeli disana, dan seperti yang sudah dikira oleh Devano mereka semua setuju dengan permintaan pria tersebut. Ya Devano pun senyum-senyum penuh kepuasan karena tak harus mengantri lama, baginya uang segitu hanya ecek-ecek dan tak ada apa-apanya karena sekarang ia sedang sukses-suksesnya.

__ADS_1


🌺


Akhirnya tak butuh waktu lama bagi Devano, ia pun langsung kembali ke mobil setelah pesanannya siap dan memberikan itu pada istrinya yang sudah menunggu sedari tadi.


"Nah ini surabi buat kamu!" ucap Devano.


Shella pun menunjukkan raut wajah kaget karena baru beberapa menit suaminya itu turun, tetapi sekarang dia sudah kembali dan berhasil membawakan cukup banyak surabi untuknya.


"Loh, kok cepet banget sih mas?" tanya Shella.


"Ya iya dong, udah dimakan!" ucap Devano.


"Terus ini kamu beli banyak-banyak buat siapa, mas?" tanya Shella lagi.


"Ya buat orang rumah dong, kan kasian kalo mereka gak dibeliin juga! Udah kamu makan gih, katanya kepengen banget kan?" ucap Devano.


"Iya mas, makasih ya!" ucap Shella tersenyum.


Shella pun mulai memakan surabi kesukaannya di dalam mobil sembari terus tersenyum memandangi wajah suaminya dari samping, sedangkan Devano fokus menyetir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan memutar musik agar tidak bosan.


"Mas, mau cobain gak?" tanya Shella menawarkan surabi kepada suaminya.


"Umm... boleh, tapi suapin ya?" ucap Devano.


"Iya iya, nih aku suapin!" ucap Shella. Ia pun langsung memotek surabi di tangannya dan memasukkan itu ke dalam mulut sang suami.


"Enak gak, mas?" tanya Shella.


"Wah enak banget! Apalagi disuapin sama istriku yang manis dan cantik!" jawab Devano tersenyum.


"Ish gombal!" ujar Shella tersipu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...|||...


...Sekarang seneng-seneng dulu, bentar lagi akan ada prahara di rumah tangga Shella & Devano...


...😱😱😱...

__ADS_1


__ADS_2