
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 78
...•...
...•...
Adrian berkenalan dengan mamah angkat Nadya, setelah itu mereka pun mengobrol di ruang tamu cukup lama.
Nadya yang sedang di kamar mengganti pakaian pun penasaran sebenarnya apa yang sedang diomongin oleh Adrian dan juga mamahnya.
Ia mempercepat ganti bajunya agar bisa cepet-cepet turun ke bawah dan mendengar pembicaraan mereka.
Ya saat menuruni tangga, ia sudah bisa mendengar suara tawa mamahnya juga Adrian..
"Mereka ngobrolin apa sih? Kayaknya seru banget sampe ketawa-ketawa gitu, aku jadi penasaran deh pengen denger yang mereka omongin.." gumam Nadya.
Nadya pun berjalan menghampiri Adrian & mamahnya di ruang tamu, melihat anaknya datang sang mamah langsung tersenyum dan memintanya bergabung bersama mereka.
"Nah itu Nadya nya udah selesai, ayo sini cepet ikut ngobrol sama pacar kamu!" ucap mamah Nadya.
Sontak Nadya membulatkan matanya terkejut mendengar kata 'pacar kamu' keluar dari mulut mamahnya, ya ia pun berpikir jika Adrian telah mengaku-ngaku sebagai pacarnya.
Namun, Nadya tidak bisa menyangkal ucapan mamahnya itu karena Adrian langsung melirik ke arahnya sambil tersenyum smirk.
Nadya pun menghampiri mereka dan duduk tepat di samping mamahnya..
"Kamu kok gak pernah bilang sama mamah sih kalo kamu udah punya pacar? Apalagi pacar kamu ini ternyata bos kamu sendiri, harusnya kamu cerita dong sama mamah sayang!" ujar mamah Nadya.
"Eee iya maaf mah soalnya kan Adrian ini sibuk banget mah, sebenarnya aku udah mau kenalin dia ke mamah dari lama kok.. Kalo soal belum cerita ke mamah itu karena aku maunya dia langsung datang kesini kenalin dirinya gitu," ucap Nadya.
"Oh gitu ya iya sih emang pacar kamu ini sibuk banget pastinya, tadi dia juga udah sama mamah kalo dia pengusaha sukses di Jakarta!" ujar mamah Nadya.
"Iya emang mah makanya aku beruntung bisa punya pacar kayak Adrian ini.." ucap Nadya.
Adrian hanya tersenyum puas mendengar Nadya mengatakan itu, ya walau itu semua cuma akting Nadya di depan mamahnya.
...•••...
Disisi lain, Devano sudah bersiap-siap di mobilnya untuk pergi ke restoran Pasola tempat ia akan dinner bareng Shella dan keluarganya.
Namun, ya dia masih harus menunggu adiknya yakni Laila yang sedang berdandan.. Sudah sekitar 15 menit Devano menunggu di mobil, tapi Laila tak kunjung datang juga.
__ADS_1
Devano melihat jam tangannya dan waktu kini sudah menunjukkan pukul 6.55 malam, yap 5 menit lagi menuju waktu mereka berangkat.
Devano yang terlihat kesal langsung masuk kembali ke rumahnya untuk memeriksa Laila, namun ternyata Laila sudah siap dan mereka berpapasan saat di depan pintu.
"Loh lu ngapain masuk lagi bang?" tanya Laila.
"Gua mau ngecek lu lah, lagian lama banget dandan doang.. tapi keren sih lu cantik banget malam ini, bagus-bagus jadi gak sia-sia lu dandan lama!" ujar Devano.
"Yaudah makanya jangan marah-marah..!! Udah yuk jalan nanti telat loh kita sampe sananya!" ucap Laila.
"Yuk tuan putri, gimana kalo kita gandengan ke mobilnya biar seru?" ujar Devano.
"Ada-ada lu bang, yaudah deh biar cepet!" ucap Laila.
Mereka pun bergandengan menuju mobil, lalu Devano membukakan pintu mobil untuk Laila dan barulah ia masuk ke tempat kemudi.
Setelah itu, Devano menjalankan mobilnya menuju restoran Pasola...
...•••...
Shella juga tengah bersiap untuk dinner bersama calon suaminya itu, ia tampak antusias sekali karena momen ini adalah yang selalu ia nanti-nantikan.
Shella sudah memakai gaun emasnya yang baru saja dibelikan oleh Devano beberapa waktu lalu, yap ia lalu berdiri di depan kaca sambil berputar untuk melihat dirinya sendiri.
"Bagus banget gaun pemberian mas Vano ini, semoga mas Vano suka nanti!" gumam Shella.
"Shella, Shella.."
Suara ketukan pintu terdengar, ya itu adalah Jenar yang ingin masuk ke kamar Shella.
"Masuk aja ibu gak dikunci kok!" ucap Shella.
Jenar pun membuka pintu lalu berjalan masuk menghampiri Shella, ia takjub dengan kecantikan anaknya itu.
"Wah wah Shella.. Kamu cantik banget loh sayang! Ini sih kayak bukan Shella anak ibu, kamu udah mirip princess sayang..!!" ucap Jenar.
"Ah ibu bisa aja bikin aku seneng, ini cuma karena gaunnya aja bu yang bagus kalo akunya mah tetep sama aja kayak kemarin-kemarin.." ujar Shella.
"Gaun sama orangnya sama-sama cantik kok sayang, yaudah kamu udah siap kan? Itu loh mobil jemputan dari Devano udah sampai.." ucap Jenar.
"Oh udah dateng ya bu? Bentar deh aku mau ini dulu paling cuma 2 menit kok," ujar Shella lalu duduk kembali di meja riasnya.
"Yaudah ibu tunggu di depan ya sayang, jangan lama-lama loh..!!" ujar Jenar.
Jenar pun keluar dari kamar Shella...
...•••...
Adrian masih berada di rumah Nadya, ia tampak asyik berbincang dengan mamah Nadya.. ya tentu saja karena dia ingin mengambil hati mamahnya si Nadya itu.
__ADS_1
Padahal Nadya sudah merasa risih dengan Adrian, apalagi ia terus menyebut kalau dirinya adalah pacar Nadya.
"Ish pak Adrian mau sampe kapan sih disini? Kalo aku usir kan gak enak, terus nanti dia juga bisa marah sama aku.." gumam Nadya.
Tiba-tiba handphone Adrian berdering menandakan ada telepon masuk, ia pun langsung meminta izin pada mamah Nadya serta Nadya untuk mengangkat telepon itu dulu.
"Eee maaf tante, saya mau izin angkat telepon dulu.." ucap Adrian.
"Oh iya iya silahkan Adrian!" ujar mamah Nadya.
Adrian pun pergi sedikit menjauh dari mereka untuk mengangkat telepon tersebut...
"Hadeh ada apaan sih Rafi nelpon saya disaat seperti ini? Ganggu orang lagi seneng aja..!!" gumam Adrian.
Lalu, Adrian mengangkat telepon dari Rafi...
...📞...
Adrian : Halo, ada apa sih pak? Kenapa telpon saya?
Rafi : Halo pak Adrian, kok galak gitu sih pak? Santai aja dong saya cuma mau memberitahu kalau saat ini Devano dengan Shella sedang pergi makan malam keluarga tempatnya di restoran Pasola..
Adrian : Makan malam keluarga? Ini gak bisa dibiarin, mereka gak boleh makin akrab!
Rafi : Itu dia pak, sesuai perjanjian kita waktu itu.. anda bilang anda siap bukan untuk bekerjasama dengan saya? Kalau begitu sekarang saatnya anda beraksi untuk menggagalkan makan malam itu, ubahlah acara tersebut menjadi kesedihan..!!
Adrian : Ok, saya akan lakukan itu sekarang! Terimakasih atas infonya...!!!
Rafi : Sama-sama pak, semoga berhasil!
Tut Tut Tut..
Rafi langsung menutup teleponnya begitu saja, sedangkan Adrian nampak memikirkan rencana untuk menggagalkan makan malam Devano & Shella.
"Apa yang harus gue lakuin sekarang? Oh ya gua bisa gunain Nadya, iya iya ini pasti bakal jadi malam yang tidak akan pernah terlupakan bagi Shella maupun Devano..!!" gumam Adrian.
Adrian pun kembali ke sofa tempat Nadya dan mamahnya duduk, ya setelah itu ia kembali melanjutkan obrolannya.
"Eee maaf nih tante, saya mau ajak Nadya makan malam di luar boleh apa enggak ya??" ujar Adrian.
"Ohh ya boleh dong masa tante ngelarang kalian buat pacaran, kan tante juga pernah muda.." ucap mamah Nadya.
"Makasih ya tante, yaudah Nadya yuk kita makan di luar sekarang!" ujar Adrian.
Nadya lagi-lagi hanya bisa pasrah menuruti kemauan Adrian, ia sudah terlanjur ikut dalam permainan yang dibuat Adrian tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1