Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Laila vs Ziva


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 255


...•...


...•...


Laila tengah menikmati jus mangga kesukaannya di kantin kampus sembari membuka sosial media miliknya di hp, ia hanya sendirian saat ini karena kedua temannya belum sampai disana begitupun dengan Sadam yang juga tak ada jadwal kuliah pagi sehingga kini ia benar-benar sendiri disana.


Namun, tak lama kemudian malah tiga orang wanita yang selalu menjadi musuhnya datang kesana mendekati Laila yang tengah kalem damai dan tenang sambil menikmati jus di tangannya. Ya ketiganya tentu ialah Ziva, Jihan dan Kiara yang memang selalu saja mencari masalah dengan Laila serta teman-temannya apalagi kini Laila hanya sendiri sehingga mereka bisa lebih puas.


"Wah wah ada si adek ipar ternyata disini, guys kok bisa ya dari temen malah jadi saudara ipar? Ya itu sih wajar deh menurut gue, cuma yang gak wajar itu kenapa Shella sampe ngundurin diri dari kampus terus malah tiba-tiba udah nikah aja sama kakaknya Laila lagi! Kira-kira kenapa ya, guys?" ujar Ziva.


"Aduh gue juga kurang tahu sih, tapi yang pasti adek iparnya ini tau dong apa yang terjadi sebenarnya sama si kakak ipar yang tiba-tiba nikah itu! Udah tentu alasannya bukan karena kebelet nikah, tapi karena terpaksa nikah gara-gara...." ucap Jihan sengaja menggantung perkataannya.


"Hamil duluan! Ahahaha...." saut Ziva & Kiara berbarengan seraya tertawa terbahak-bahak.


Laila lagi-lagi dibuat kesal dan emosi mendengar perkataan dari ketiga wanita tersebut, ia sampai meremass gelas plastik jus mangga nya karena sudah sangat emosi saat ini.


"Heh, kalo ngomong dijaga ya! Lu gausah sebarin gosip yang enggak-enggak deh tentang abang gue sama Shella, denger ya gue bisa laporin lu ke polisi atas dasar pencemaran nama baik!" ujar Laila kesal, ia berdiri sembari mengacungkan telunjuk ke depan wajah Ziva dan teman-temannya.


Ziva, Jihan & Kiara terdiam sejenak dengan mata terbelalak sepertinya syok karena tiba-tiba Laila bangkit lalu membentak mereka. Namun, tak lama senyuman licik tersimpul di bibir Ziva sembari menurunkan jari telunjuk Laila secara perlahan.

__ADS_1


Ziva yang suka mencari masalah itu berjalan mendekati Laila sambil terus tersenyum, sementara dua sahabatnya masih tetap diam disana juga tersenyum sinis menatap wajah Laila.


"Wih galak amat sih, kalau emang semua yang kita bilang itu gak bener... kenapa lu sampe semarah itu?" ucap Ziva sengaja memancing Laila.


"Tau nih, dimana-mana kalo marah berarti bener!" sahut Jihan.


Laila sudah benar-benar kehabisan kesabaran, ia mengepalkan dua tangannya secara bersamaan sembari memejamkan mata dan tubuhnya juga mulai bergetar menahan amarah yang hendak meletup karena perkataan Ziva & teman-temannya.


"Denger ya, Laila yang sombong dan sok cantik! Gue ini anaknya komandan polisi, jadi kalo lu mau laporin gue ya silahkan aja!" ucap Ziva sembari melipat kedua tangannya di depan.


"Ohh jadi lu anak polisi?" ujar Laila.


"Ya,"


"Gue heran, kenapa bisa anak seorang polisi bersikap seperti ini di kampus? Gue yakin banget bokap lu pasti kecewa bahkan nyesel punya anak kayak lu yang mulutnya gak bisa dijaga, sukanya ngatain orang sama ngejelekin orang-orang tanpa tahu kebenarannya lebih dulu!!" ucap Laila emosi.


"Awhh..." rintih Ziva kesakitan saat tangannya dicengkeram kuat oleh Laila.


"Hahaha, sakit? Ini belum seberapa Ziva, gue bakal bikin lu lebih menderita kalau masih terus-terusan ganggu dan usik hidup gue serta keluarga gue! Gue gak peduli mau bapak lu polisi atau tentara sekalipun, kalau misal lu salah ya tetap gue bakal hajar lu!" ujar Laila kemudian mendorong tubuh Ziva hingga terpental ke belakang.


Jihan & Kiara dengan cepat menangkap tubuh Ziva yang hendak kejengkang, sedangkan Laila mengambil tasnya dari kursi lalu pergi meninggalkan ketiga wanita menyebalkan itu.




Laila pergi dengan raut wajah bete dan masih emosi mengingat semua perkataan Ziva yang dilontarkan kepadanya, ia akhirnya duduk kembali di dekat pancuran air kampusnya masih tetap memandang kesal dan matanya juga berkaca-kaca seperti hendak menangis karena tak terima abangnya serta sahabatnya dijelekkan seperti itu oleh Ziva.


Tak lama kemudian, seorang pria mendatanginya dan langsung duduk di samping gadis itu tanpa basa-basi terlebih dahulu. Ia sepertinya tahu kalau Laila tengah sedih sekaligus kesal, matanya terus saja tertuju pada wajah Laila yang kini tengah berusaha menahan tangisnya disana.

__ADS_1


"Mau ngapain sih lu kesini? Mendingan lu pergi deh dan jangan ganggu gue dulu!" ujar Laila begitu menyadari ada seseorang yang duduk di sampingnya.


"Ya gue gak mau ganggu lu kok, justru gue mau hibur lu karena gue tahu lu lagi sedih dan butuh hiburan! Tenang aja Laila, gue tuh udah lupain semua rasa cinta gue ke lu dan gue juga udah ikhlas kok kalo lu lebih milih Sadam dibanding gue!" ucap pria itu.


Laila menoleh menatap wajah pria di sampingnya dengan mata sembabnya, pria itu tersenyum saat Laila menatapnya seperti itu.


"Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Laila heran.


"Hahaha, ditatap sama cewek yang disuka itu udah lebih dari cukup untuk membuat hati cowok berbunga-bunga dan bahagia!" jelas pria itu.


"Oh, yaudah sana pergi!" ujar Laila jutek.


"Gue bakal pergi kalo lu udah gak sedih lagi, selama lu masih kayak gini ya gue bakal tetap disini buat hibur lu biar gak sedih lagi!" ucap pria itu.


"Gue tuh gak butuh hiburan dari lu! Lagian kalo ngeliat lu bukannya terhibur, gue malah tambah bete tau gak!" ujar Laila kesal.


"Gapapa kok, yang penting gue udah berusaha buat hibur wanita yang gue sayangi! Mau lu terhibur atau enggak itu urusan belakangan, yang penting kan usahanya dulu!" ucap pria itu.


"Haish... tadi lu bilang lu udah ikhlasin gue, terus kenapa sih lu masih aja deketin gue?" ujar Laila.


"Emang kalo gue pengen jadi sahabat lu, gak boleh ya?" ucap pria itu.


"Hadeh, Frans! Gue gak mau punya sahabat cowok, nanti Sadam bisa cemburu dan anggap gue khianati cinta dia! Karena gak ada yang namanya bener-bener sahabatan antara cowok sama cewek, pasti salah satu dari mereka ada yang menyukai secara diam-diam! Dah ah kalo lu gak mau pergi, biar gue aja yang pergi!!" ujar Laila langsung bangkit dari duduknya.


Laila pun pergi dari sana meninggalkan lelaki bernama Frans yang malah tampak tersenyum.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2