
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 56
...•...
...•...
Devano menemui Shella saat jam pulang kerja, Shella masih terlihat berkutat di depan komputer hingga membuat Devano kesal.
"Hey honey! Kamu kenapa masih kerja sih? Ini udah waktunya pulang loh harusnya kamu beberes bukan malah kerja terus!" ujar Devano.
"Eee maaf pak, tapi ini tanggung bentar lagi selesai kok!" ucap Shella.
"Honey, tapi ini udah waktunya pulang jadi ayo kita pulang ya! Jangan sampe kamu kecapekan nantinya!" ujar Devano.
"Iya iya aku udahan kok, kamu bawel banget sih!" ujar Shella.
"Heh kok malah aku dibilang bawel? Aku itu peduli sama kamu, aku gak mau kamu kecapekan dan nanti jatuh sakit!" ucap Devano.
"Iya deh iya yaudah kamu tunggu di depan aja, aku mau beres-beres dulu!" ujar Shella.
"Enggak enggak, nanti yang ada kamu malah lanjut kerja lagi! Sini biar aku bantu beres-beres nya!" ucap Devano.
Devano pun membantu Shella membereskan barang-barang nya. Setelah itu, mereka keluar kantor bersama-sama.
"Honey, kamu mau kemana dulu gak gitu?" tanya Devano.
"Gausah deh kita langsung pulang aja ya," jawab Shella.
"Oke deh aku nurut sama kamu aja," ucap Devano.
Mereka berdua sampai di parkiran, Devano pun membukakan pintu mobil untuk Shella. Setelah itu, Devano segera menancap gas.
Di dalam perjalanan, Devano melihat tukang martabak ia pun kepikiran untuk membeli martabak itu dan memberikannya pada Jenar.
"Eh honey, kita mampir beli martabak dulu ya!" ucap Devano.
"Kamu mau makan martabak emang?" tanya Shella.
"Bukan buat aku, justru aku mau beliin itu buat ibu kamu! Kan gak enak aja kalo aku kesana tapi gak bawa apa-apa," ujar Devano.
"Yaudah terserah kamu aja," ucap Shella.
"Kira-kira ibu kamu sukanya martabak apa ya?" tanya Devano.
"Emm ibu sih biasanya suka martabak keju mas, soalnya setiap beli pasti selalu rasa itu!" jawab Shella.
"Aku jadi berasa udah jadi suami kamu honey, apalagi pas kamu panggil aku mas!" ujar Devano.
"Kan sebentar lagi juga kamu bakal jadi suami aku mas," ucap Shella.
Mereka berdua tersenyum, lalu Devano menghentikan mobilnya di depan tukang martabak.
__ADS_1
Devano & Shella turun dari mobil untuk membeli martabak tentunya..
Disisi lain, Adrian tak sengaja lewat depan tukang martabak yang sama.. ya dia pun melihat Devano & Shella disana.
"Itu kan Shella, aku harus temuin dia dan bilang supaya dia gak nikah sama Devano!" gumam Adrian.
Adrian pun memutar balik dan berhenti di dekat mobil Devano tadi. Dengan cepat ia segera turun dari mobil lalu menemui Shella.
"Shella!" ujar Adrian.
Sontak Shella & Devano menoleh bersamaan ke arah Adrian.
"Adrian?" ucap Shella.
Raut wajah Devano langsung berubah ketika Adrian datang, ya dia terlihat kesal pada Adrian.
"Mau apa anda kesini? Ingin mengganggu calon istri saya lagi??" tanya Devano.
"Saya hanya ingin memberitahu pada Shella jika anda bukan orang yang tepat untuk dinikahi oleh Shella!" jawab Adrian.
"Lancang sekali anda berbicara seperti itu! Jika menurut anda saya bukan orang yang tepat, lalu siapa? Apa anda? Haha tidak mungkin karena anda juga telah merusak Shella sebelumnya..!!" ujar Devano.
Adrian tidak bisa lagi menahan emosinya, dia pun ingin memukul wajah Devano disana. Namun, Shella dengan cepat berdiri dan menahan tangan Adrian.
"Cukup Rian! Jangan bikin keributan disini!" ucap Shella.
Adrian melihat ada cincin melingkar di jari manis Shella, ia pun berpikir jika Shella telah menerima lamaran Devano.
Sementara Devano tersenyum puas karena Shella lebih membelanya dibanding Adrian.
"Shella, apa kamu sudah menerima lamaran Devano?" tanya Adrian.
"Kamu udah buat keputusan yang salah Shella, harusnya kamu jangan terima Devano! Dia itu cuma mau mainin kamu doang!" ujar Adrian.
"Menurut aku, lebih baik aku terima mas Vano dan nikah sama dia! Daripada aku harus sama kamu!" ujar Shella.
Lalu, Shella meminta pada Devano untuk segera pergi dari sana.
"Mas, ayo kita pergi aku males lama-lama lihat dia disini..!!" ucap Shella.
"Sabar honey, bukan kita yang harus pergi tapi dia! Kamu duduk aja ya biar aku bicara sama dia!" ujar Devano.
Shella pun duduk kembali, sedangkan Devano menghampiri Adrian.
"Adrian, lebih baik anda cepat pergi dari sini! Dan jangan pernah lagi anda ganggu Shella! Karena sebentar lagi dia akan menjadi istri saya," ucap Devano.
Adrian sempat melirik ke arah Shella dan menatapnya penuh kasih sayang, setelah itu dia baru pergi dari sana.
Devano pun kembali menemui Shella untuk coba menenangkannya, ia merangkul Shella dan membiarkan Shella bersandar di pundaknya.
"Kamu gausah takut aku akan selalu jaga kamu dari Adrian! Karena aku benar-benar tulus sayang sama kamu!" ucap Devano.
Shella terharu lalu tersenyum pada Devano..
"Makasih mas, aku juga akan berusaha buat mencintai kamu demi calon anak kita!" ujar Shella.
...•••...
Laila melihat Rafi sedang memasukkan baju-bajunya ke dalam koper di kamarnya, ia pun menghampiri Rafi dan bertanya padanya.
__ADS_1
"Loh kak, lu mau kemana? Kok semua baju lu dimasukin ke koper?" tanya Laila.
"Gua mau balik ke kampung La, sebentar lagi kan Devano nikah sama Shella dan pastinya dia bakal ajak Shella buat tinggal disini.. rasanya gak enak kalo gua masih tetap tinggal disini," jawab Rafi.
"Lu udah bilang sama bang Vano?" tanya Laila.
"Belum, rencananya nanti pas dia pulang baru gua bilang ke dia.." jawab Rafi.
"Ohh terus kerjaan lu gimana?" tanya Laila lagi.
"Gua keluar dari perusahaan Vano, ya mungkin gua cari kerjaan di kampung aja!" jawab Rafi.
"Lu yakin kak? Kenapa gak tetep kerja aja tapi lu tinggal di tempat lain gitu misalnya ngontrak?" usul Laila.
"Enggak deh La gua balik ke kampung aja," ucap Rafi.
"Oh yaudah deh kalo itu emang udah jadi keputusan lu, semoga lu lebih sukses ya disana!" ujar Laila.
"Aamiin," ucap Rafi.
"Sini kak gua bantuin!" ujar Laila.
Laila pun membantu Rafi untuk membereskan baju-bajunya..
"Sebenernya gua masih pengen disini, tapi gua gak yakin bakal kuat kalo lihat Shella mesra-mesraan sama Devano nantinya.." gumam Rafi.
...•••...
Devano & Shella sampai di rumah, mereka langsung disambut oleh Jenar dengan senyuman sumringah.
"Ealah calon pasutri ini makin lengket aja, turun dari mobil aja pake gandengan.." ledek Jenar.
"Tau nih Shella katanya mau pegangan terus tante sama saya," ujar Devano.
"Dih kok jadi aku? Bukannya kamu yang tadi duluan gandeng tangan aku??" ujar Shella.
"Ahaha sudah-sudah gapapa wajar itu mah kan namanya calon pasutri.." ucap Jenar.
"Oh iya tan, ini ada martabak keju untuk tante dan orang rumah tentunya!" ujar Devano sambil memberikan sebungkus martabak pada Jenar.
"Wah wah makasih loh nak Vano, tau aja kalo ibu suka martabak keju!" ucap Jenar.
"Iya tante tadi Shella yang kasih tau saya," ucap Devano.
"Eee yaudah mas kamu mau masuk dulu atau langsung pulang?" tanya Shella.
"Langsung pulang aja ya, soalnya aku masih ada urusan lain.." jawab Devano.
"Oh gitu yaudah gapapa, hati-hati ya mas!" ucap Shella.
"Iya honey pasti aku akan selalu hati-hati!" ujar Devano.
"Yasudah Bu saya pamit pulang dulu!" sambung Devano sambil mencium tangan Jenar.
"Iya hati-hati nak Vano!" ucap Jenar.
Devano pun pergi dari rumah Shella..
...~Bersambung~...
__ADS_1