
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 113
...•...
...•...
Nadya berhenti di sebuah taman dekat rumah Jenar, ia duduk disana sambil cemberut dan tampak bete.
"Huft, ibu tuh kenapa sih? Shella diculik aja sampe segitunya panik cemas, sedangkan dulu pas aku ditinggal sendirian ibu santai aja tuh.. emang ibu cuma sayang sama Shella, tau gini aku males balik kesini!" gumam Nadya memanyunkan bibirnya.
Tak lama kemudian, tiba-tiba seseorang datang menyodorkan botol minum di depan wajah Nadya.
"Minum dulu!" ucapnya.
Nadya sontak mendongakkan kepalanya untuk mengetahui siapa orang itu, dan terlihat Adrian lah yang berdiri disana sambil tersenyum ke arahnya.
"Kelihatannya kamu lagi bete, ada apa sih cantik? Coba sini cerita sama aku siapa tau aku bisa tenangin kamu.." ucap Adrian lalu duduk di samping Nadya dan masih memegang botol air di tangannya karena Nadya tak mau mengambilnya.
"Kamu tau darimana aku disini?" tanya Nadya menoleh ke arah Adrian dengan tatapan keheranan.
Adrian malah tersenyum tipis lalu mendekatkan lagi tubuhnya pada Nadya, ia meletakkan botol air itu di sebelahnya lalu menggenggam tangan mulus Nadya.
"Kamu gak tahu aja kalau aku udah pasang gps di gelang yang kamu pake itu, jadi sudah tentu aku tau dimana kamu berada Nadya!" gumam Adrian.
"Kita kan sehati sayang, jadi dimana pun kamu berada pasti aku bisa tau dong cantik!" jawab Adrian mengelus tangan Nadya dan membelai rambutnya.
"Apa sih? Udah lepasin tangan saya pak! Tolong jangan sentuh-sentuh saya lagi!" ujar Nadya melepas tangannya dari genggaman Adrian.
"Iya iya maaf, yaudah kamu cerita dong ada masalah apa! Soalnya gak biasanya loh kamu cemberut kayak gini, pasti ada masalah berat kan?" ucap Adrian sedikit membungkukkan badannya sengaja agar bisa melihat wajah Nadya yang daritadi tertunduk.
"Gak ada kok pak, kalaupun ada juga saya gak akan mau cerita sama bapak! Karena saya gak mau bapak ikut campur lagi ke dalam urusan pribadi saya!" ucap Nadya tanpa melihat wajah Adrian.
"Oke fine, tapi pesan saya cuma satu buat kamu! Jangan pernah merasa kalau kamu tidak dihargai, karena ada banyak sekali orang-orang di sekeliling kamu yang sayang sama kamu termasuk aku!" ujar Adrian tersenyum renyah.
__ADS_1
Namun Nadya tak merubah ekspresi wajahnya itu, ia masih tetap cemberut dan melihat ke arah lain sehingga Adrian seperti tak dianggap.
Adrian pun menegakkan kembali tubuhnya dan bersandar pada sandaran kursi itu lalu juga meregangkan otot-otot yang terasa keram.
Setelahnya, ia mendekati Nadya lagi sedikit mencolek lembut pipinya dengan jari telunjuk milik Adrian itu.
"Hey cantik, gimana kalo kita makan seblak bareng? Aku denger-denger kamu itu suka banget kan makan seblak?" ujar Adrian coba menghibur wanita itu.
"Udah saya bilang jangan sentuh saya! Lagian saya juga gak mau makan berdua sama anda, jangan harap saya akan lakukan itu lagi!" ucap Nadya.
"Yaudah deh terus kamu maunya apa sekarang? Jangan cemberut terus dong nanti cantiknya ilang loh sayang!" ujar Adrian lagi-lagi mengeluarkan gombalannya.
"Saya maunya bapak pergi dari sini!" jawab Nadya singkat jelas dan juga ketus.
"Ya jangan itu dong sayang! Aku gak bakal pergi ninggalin kamu dalam keadaan begini, pokoknya aku akan selalu menemani kamu disini cantik!" ucap Adrian.
"Terserah," ujar Nadya lalu beranjak dari kursi itu dan berjalan pergi meninggalkan Adrian tanpa menoleh apalagi berbicara pada Adrian.
"Kalau bukan karena Shella, saya gak akan mau kejar-kejar wanita sok cantik seperti kamu!"
Adrian pun juga ikut bangkit dan mengejar Nadya yang terlihat mulai menjauh darinya.
...•••...
"Sial, pasti dia udah tau semuanya dan kabur dari sini! Emang bener-bener kurang ajar tuh anak!" ujar Devano memukul tembok disana.
Ia kembali mencoba menghubungi nomor Rafi, tapi tentu saja nomor itu tidak bisa lagi dihubungi.
"Ah pasti nomer gue udah diblok sama dia! Kalo gini caranya makin sulit gue buat temuin dia!" ucap Devano mencengkeram ponselnya.
Tak lama kemudian, polisi juga datang kesana bersama Lina yang diminta memberitahukan lokasi Rafi.
"Permisi pak Devano, apa saudara Rafi ada di tempat ini?" tanya polisi itu.
"Tidak pak, sepertinya dia sudah kabur sebelum saya kesini! Tapi bisa jadi Rafi masih belum jauh dari sini pak, jadi mari kita cari dia sama-sama pak!" ucap Devano mengajak para polisi itu mencari keberadaan Rafi.
"Baik pak, kita harus bisa secepatnya menemukan saudara Rafi untuk dimintai keterangan!" ujar polisi.
Mereka pun bergerak menuju mobil masing-masing, namun Devano menahan para polisi itu dan mendekati Lina.
"Tunggu dulu pak, saya ingin bicara dengan dia sebentar! Saya yakin sekali pak kalau Lina ini tau dimana Rafi berada sekarang, pasti dia juga yang sudah memberi kabar pada Rafi untuk kabur dari sini!" ucap Devano dengan keyakinannya.
__ADS_1
Lina hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya, ia malu sekaligus takut saat berhadapan dengan Devano mantan bosnya itu.
"Cepat beritahu kami, dimana Rafi berada sekarang! Kalau tidak maka anda akan langsung kami jebloskan ke penjara..!!" ucap salah satu polisi.
"Benar pak saya tidak tau dimana pak Rafi sekarang, saya hanya tau sebelumnya pak Rafi tinggal disini pak! Saya juga tidak pernah mengabari pak Rafi soal ini, dan saya yakin dia belum tahu kalau saya ketahuan pak..!!" ucap Lina tampak gemetar.
Devano terus memandangi ekspresi wajah Lina, karena ia bisa tau bagaimana ekspresi orang bohong dan juga orang jujur.
"Kayaknya Lina jujur kali ini, tapi kira-kira dimana ya Rafi sekarang? Gimana mungkin dia kabur gitu aja tanpa sebab? Terus juga kenapa dia blok nomor gua?" gumam Devano bertanya-tanya pada dirinya.
...•••...
Laila & Sadam tengah menikmati momen berdua di sebuah kedai es kelapa yang ada di pinggir jalan.
"Seger ya panas-panas gini minum es kelapa, rasanya tenggorokan aku sekarang kayak lagi diguyur hujan!" ucap Laila.
"Iya dong pasti seger banget apalagi minumnya ditemenin sama bidadari, beuh sungguh kenikmatan yang tak terhingga aku dapatkan saat ini!" ucap Sadam melontarkan gombalan pada Laila.
"Ish apa sih kamu beb! Kan aku jadi malu tau digombalin gitu," ujar Laila tersipu.
"Hahaha gapapa dong sayang, yang penting kan aku gombalin pacar aku sendiri bukan cewek lain! Oh ya kamu sebenarnya lagi ada masalah apa sih beb, kok baru sekarang kamu bisa temuin aku?" ucap Sadam bertanya pada kekasihnya itu.
"Eee iya jadi gini beb, udah hampir 5 hari Shella alias yang sekarang udah jadi kakak ipar aku itu diculik beb sama orang misterius! Sampai sekarang abang aku masih terus cari dia, tapi hasilnya nihil! Bahkan papah mamah aku juga bantu cari eh sama aja gak nemuin jejak apa-apa.." jelas Laila.
Sontak Sadam membulatkan matanya terkejut mendengar perkataan Laila barusan, ia tak percaya kalau Shella bisa diculik.
"Serius kamu beb, Shella diculik? Kok bisa sih? Emangnya abang kamu kemana sampai istrinya bisa diculik orang begitu??" tanya Sadam.
"Ya waktu itu emang kak Vano lagi pergi keluar jadi Shella ditinggal sendiri di apartemennya, tapi kan yang namanya musibah itu gak ada yang tau beb! Jadi kita gak bisa nyalahin kak Vano gitu aja, apalagi dia tuh terpukul banget sama kejadian ini!" ucap Laila.
"Iya sih kamu bener, tapi gimanapun juga itu tanggungjawab seorang suami untuk menjaga dan melindungi istrinya..!! Kalau aku udah nikah sama kamu nanti, aku gak akan pernah tinggalin kamu sendirian begitu!" ucap Sadam.
"Bisa-bisanya ya kamu masih ngegombal aja, awas loh kalo nanti pas kita nikah kamu ingkarin kata-kata kamu barusan! Pokoknya bakal aku tagih terus nanti!" ucap Laila mencubit hidung Sadam.
"Iya beb tenang aja, aku ini kan orangnya tepat janji!" ucap Sadam mengusap-usap kepala Laila lembut.
Mereka saling bertatapan sambil menyedot es kelapa masing-masing lalu tersenyum.
"Shella, aku pasti bakal berusaha buat temuin kamu! Biar gimanapun juga sampai sekarang aku masih ada rasa sama kamu!" gumam Sadam.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...