Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Reuni Adrian


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 165


...•...


...•...


Adrian membawa Femila ke dalam rumah kosong tersebut, ia kemudian mendorong tubuh gadis itu ke atas kasur rusak yang terletak di sebuah kamar rumah itu.


Tampak disana memang sangat gelap dan berantakan sekali, bahkan banyak tikus serta kecoak yang mengerumuni kolong kasur tersebut.


"Lu mau ngapain sih, kenapa gue dibawa kesini? Belum puas apa lu udah hancurin hidup gue dan bikin gue kehilangan segalanya? Apa lu masih ingin tambah siksaan buat gua? Dimana hati nurani lu Adrian...??" ujar Femila berteriak keras pada pria di depannya itu.


Adrian malah tertawa lalu menghampiri Femila dan duduk tepat di samping gadis itu, ia membelai rambut Femila yang menjuntai ke bawah itu dengan tangannya.


"Hey, gak perlu teriak-teriak begitu! Tenang aja gue gak bakal apa-apain lu kok, gue cuma mau mastiin aja kalau lu gak akan macam-macam sama gue! Ingat ya Femila, gue ini Adrian Bagaskara dan gue bisa lakuin apapun yang gue mau buat lu... termasuk salah satunya ya bunuh lu!" ujar Adrian.


"Tolong lah Adrian, gue cuma mau sambung hidup gue! Gue gak ada niatan buat macam-macam sama lu, please Adrian biarin gue pergi dari sini...!! Gue janji gue gak akan ganggu kehidupan lu kok!" ucap Femila menunjukkan wajah memelas di hadapan Adrian.


Tentu saja itu tidak mempan untuk Adrian, baginya berbelas kasihan pada seseorang itu adalah hal yang mustahil dan sulit dilakukan olehnya.


"Hahaha, lu pikir dengan lu kayak gitu gua bakal kasihan? Gak akan Femila, justru gue akan semakin siksa lu disini kalau lu terus-terusan ngebantah kata-kata gua...!!" ucap Adrian menarik rambut Femila ke bawah sehingga gadis itu merintih kesakitan.


"Awh aaaww sakit....!! Le-lepasin Adrian!" ujar Femila berusaha melepaskan tangan Adrian dari rambutnya yang ditarik itu.

__ADS_1


Adrian pun melepaskan tangannya, gadis itu langsung mengusap-usap kepalanya yang sakit akibat jambakan dari Adrian tadi.


"Denger ya Femila, lu diem disini selamanya dan jangan kemana-mana! Anggap aja ini rumah baru lu ya, lihat kan rumah ini gede loh gue yakin lu pasti betah tinggal disini! Oh ya info aja kalau di luar bakal ada anak buah gue yang jaga lu disini...!! Jadi jangan berpikir untuk kabur karena itu gak akan mungkin terjadi!" ucap Adrian mendekatkan wajahnya ke leher Femila dan menghirup aroma tubuh gadis itu sekilas.


Tercium wangi yang selama ini ia rindukan karena dulu memang Adrian sangat mencintai wanita disebelahnya itu, namun karena suatu tragedi ia terpaksa harus menghancurkan kehidupan wanita itu.


Femila menangis meratapi nasibnya yang benar-benar menyedihkan, ia sangat menyesal pernah mengenal orang bernama Adrian.


"Lu bener-bener jahat Adrian! Harusnya dulu gue gak ketemu sama lu, dasar orang jahat!" ucap Femila terus memaki Adrian sambil menangis.


"Hahaha, ya emang gua jahat terus kenapa? Masalah buat lu hah? Denger lagi ya Femila, gue begini itu karena siapa? Karena lu! Coba aja dulu lu terima cinta gua bukannya si cowok sok famous itu, pasti hidup lu gak bakal jadi kayak gini Femila....!!" ujar Adrian mencengkeram dagu Femila dan mengendus lehernya menghirup aroma parfum yang telah lama tidak ia cium lagi.


"Gimana gue bisa terima cinta lu Adrian, kalau gue sendiri gak pernah cinta sama lu? Gue selalu berusaha menghindar dari lu supaya lu gak berpikir gue kasih harapan palsu ke lu! Tapi lu malah terus-terusan kejar gue dan paksa gue buat jadian sama lu...!! Sekarang siapa yang salah Adrian, gue atau lu?" ucap Femila.


Adrian tersenyum melepaskan cengkeramannya dari dagu Femila, ia mendorong lagi tubuh gadis itu hingga tergeletak di atas kasur.


Adrian dengan cepat menindihnya dan menciumi leher gadis itu, tak lupa juga Adrian meninggalkan tanda kepemilikan disana.


Adrian pun menghentikan aktivitasnya, ia menahan kedua tangan Femila hanya dengan satu tangan miliknya... lalu Adrian meletakkan tangan gadis itu di atas kepalanya dan tetap menahannya hingga gadis itu tak bisa bergerak.


"Anggap aja ini reuni, waktu itu kan kita juga melakukan ini Femila... dan setelahnya lu hamil terus keguguran karena dukun aborsi itu, tapi kali ini gue bakal hamilin lu dan gue gak akan minta lu buat gugurin anak itu nanti!" ucap Adrian tersenyum licik.


"Gue gak mau Adrian, lepasin gue! Lu udah gila Adrian jangan kayak gini...!!" ujar Femila berteriak terus berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Adrian tapi gagal karena tenaganya tidak cukup kuat.


"Adrian lepasin, mmpphhh...." ucapan Femila terpotong karena Adrian langsung melumatt bibir gadis itu tanpa basa-basi.


Adrian mencumbu hingga menyesap bibir Femila dengan sangat rakus, lidahnya pun menyusuri tiap inci rongga mulut Femila.


Gadis itu tampak kesulitan untuk bernafas karena Adrian benar-benar menekannya dan tidak memberi kesempatan bagi Femila untuk bergerak sedikitpun.


Lidah mereka kini saling beradu, sedangkan tangan kanan Adrian mulai beraksi merabaa-rabaa bagian gunung Femila yang masih tertutup baju.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Jenar baru sadar kalau yang berada di depannya itu adalah Nadya dan bukan Shella.... maka ia pun langsung merasa bersalah karena Nadya menangis saat itu.


"Sheila... jangan nangis sayang! Ibu tadi-"


"Cukup bu, sekarang aku bener-bener yakin kalau ibu emang gak sayang sama aku! Di hati ibu itu cuma ada Shella dan gak pernah terselip sedikitpun nama aku disana...!!" potong Nadya dengan cepat sambil menangis.


"Enggak, bukan begitu sayang dengerin dulu penjelasan dari ibu nak...!!" ucap Jenar memohon pada Nadya.


"Gak perlu bu, semuanya udah jelas kalau ibu gak pernah sayang sama aku! Tadinya aku kesini mau minta maaf sama ibu, tapi ternyata ibu malah seperti ini... aku kecewa sama ibu! Sampai kapanpun aku gak akan pernah mau ketemu sama ibu lagi...!!" ujar Nadya dengan nada tinggi lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan Jenar begitu saja.


"Tunggu Sheila, jangan pergi nak dengerin dulu penjelasan ibu sayang! Sheila...!!" ujar Jenar berusaha mengejar Nadya sambil berteriak, namun naas ia malah terpelintir dan akhirnya terjatuh.


"Awh... Sheila, tunggu nak...!!" ujar Jenar merintih kesakitan karena kakinya terkilir.


Nadya yang mendengar ibunya terjatuh sempat terdiam sejenak lalu menoleh ke belakang, sebenarnya ia merasa kasihan pada Jenar yang terjatuh itu.


Namun, rasa kecewa Nadya sudah sangat besar sehingga ia memilih untuk terus berjalan ke arah mobilnya dan pergi dari sana.


"Sheila....!!!" teriak Jenar sangat kencang sambil menangis sejadi-jadinya, ia tentunya sangat sedih ketika anak kandungnya benci kepada dirinya.


Mendengar suara teriakan Jenar dari luar, Yani pun langsung berlari keluar menghampiri Jenar yang terjatuh itu dan membantunya.


"Ya ampun bu, ibu kenapa bisa begini bu?" ujar Yani terkejut saat melihat Jenar terjatuh di depan rumahnya itu.


"Sheila jangan tinggalin ibu nak... ibu sayang sekali sama kamu Sheila...!!" ujar Jenar yang masih saja berharap Nadya kembali kesana.


Akhirnya Yani membantu Jenar berdiri dan membawanya ke dalam rumah, ya walau cukup sulit karena Jenar terus-menerus merengek minta untuk mengejar Nadya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2