
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 67
...•...
...•...
Jenar & Nadya saling menatap satu sama lain, memang seperti ada ikatan diantara mereka.
"Sheila, apa ini kamu nak??" ucap Jenar.
Nadya hanya terdiam dan memalingkan wajahnya dari Jenar.
"Maaf, ini maksudnya apa ya pak? Kenapa bapak bilang kalo saya anak ibu ini? Jelas-jelas saya aja gak kenal sama dia!" ujar Nadya.
"Kamu bener gak kenal sama tante Jenar?" tanya Adrian.
Sontak Nadya terkejut saat Adrian menyebut nama Jenar, ya tentu saja dia masih ingat betul nama ibu kandungnya.
"Enggak, saya gak kenal! Maaf ya pak, kalo begini lebih baik saya kembali ke kantor.." ucap Nadya.
"Nadya, kamu boleh kesel, marah juga boleh sama ibu kamu.. Tapi bagaimanapun juga tante Jenar adalah ibu kandung kamu! Lihat ini, anak kecil di foto ini itu kamu kan??" ujar Adrian sambil menunjukkan foto yang ia ambil dari sosmed Nadya.
"Bapak dapat darimana foto ini?" tanya Nadya.
"Maaf, saya terpaksa ngestalk sosmed kamu.." jawab Adrian.
Nadya pun melirik kembali ke arah Jenar.
"Lihat lagi Nadya, wanita dewasa yang kamu panggil mamah di foto ini.. Dia adalah tante Jenar! Saya yakin kamu juga masih ingat nama ibu kandung kamu kan," ucap Adrian.
"Saya gak percaya, gak mungkin dia ibu saya!" ujar Nadya.
Jenar menghampiri Nadya dan memegang wajahnya dengan kedua tangan miliknya..
"Sheila.. Sheila sayang.. Apa benar kamu Sheila anakku??" ucap Jenar.
Nadya menyingkirkan tangan Jenar dari wajahnya.
"Maaf tante Jenar, saya bukan Sheila! Nama saya Nadya Azzahra Lestari.. Saya juga sangat yakin tante bukan ibu saya! Karena ibu saya cuma satu, namanya ibu Lestari bukan Jenar.." ujar Nadya.
Jenar syok saat Nadya mengatakan itu, memang terlihat kekesalan dari raut wajah Nadya.
"Nadya, bukannya kamu kangen sama ibu kandung kamu? Itu kan yang kamu tuliskan di caption foto ini.." ujar Adrian.
"Lalu kenapa, saat sekarang kamu sudah bisa bertemu dengan ibu kandung kamu.. Kamu malah gak mau mengakui dia??" sambung Adrian.
"Maaf pak, sebaiknya bapak jangan ikut campur urusan pribadi saya! Tante ini memang mirip seperti ibuku, tapi dia bukan ibu! Ibu kandung aku udah gak ada sejak dia pergi ninggalin aku di panti asuhan.." ucap Nadya.
Jenar langsung menangis saat mendengar perkataan Nadya, apalagi saat Nadya menatapnya dengan penuh emosi.
"Permisi pak, saya mau pergi.." ucap Nadya.
__ADS_1
Nadya melangkahkan kakinya pergi dari rumah itu, dia benar-benar menyesal telah menuruti Adrian.
"Harusnya aku gak ikut sama pak Adrian, mungkin kejadian ini gak akan terjadi kalo aku tolak dia.." gumam Nadya.
Adrian pun mencoba mengejar Nadya..
Ia berhasil menyusul Nadya dan mencegahnya pergi dari sana.
"Tunggu Nadya, kamu mau kemana?" ujar Adrian.
"Saya mau kembali ke kantor pak, jam makan siang udah habis.." jawab Nadya.
"Jangan dulu! Kamu balik temui ibu kamu dulu! Kasihan loh tante Jenar sangat-sangat sedih karena ucapan kamu tadi!" ujar Adrian.
"Pak, saya kan udah bilang jangan ikut campur urusan pribadi saya! Kesedihan wanita itu gak sebanding sama apa yang saya rasakan dulu.." ucap Nadya.
Nadya kembali meneruskan langkahnya, namun Adrian menggenggam tangan Nadya dengan erat.
"Kamu gak boleh pergi kemana-mana! Saya tahu sebenernya dari lubuk hati kamu yang paling dalam, kamu kangen sekali kan sama ibu kandung kamu! Ayolah Nadya, temui ibu kamu disana! Hilangkan semua rasa kecewa kamu itu! Sekarang dia sudah ada di dekat kamu, masa kamu gak mau temui dia?" ujar Adrian.
"Bapak gak ngerti sama perasaan saya, bagi saya dia bukan lagi ibu saya! Sekarang lepasin tangan saya biarin saya pergi pak!" ucap Nadya.
"Ok ok, tapi kamu perginya sama saya!" ujar Adrian.
Akhirnya Adrian mengajak Nadya pergi ke tempat mobilnya di parkir, sempat juga ia menoleh kebelakang dan terlihat Jenar masih menangis sambil terus melihat ke arah Nadya.
"Kasian Tante Jenar, tapi gua juga gak bisa paksa Nadya buat temuin Tante Jenar.. Pasti sekarang ini dia masih kecewa berat sama Tante Jenar!" gumam Adrian.
...•••...
Jam kerja telah usai, ya Devano & Shella kini sedang dalam perjalanan pulang.
"Mas, kamu punya masalah ya? Cerita dong ke aku, siapa tau dengan begitu kamu bisa lebih tenang.." ucap Shella.
Devano melirik sambil tersenyum, ya tapi senyumannya berbeda dengan sebelumnya.
"Gak ada kok honey, kamu gausah khawatir ya! Kalo aku punya masalah pasti dengan mudah aku bisa selesain masalah itu!" ujar Devano sambil mengelus kepala Shella.
"Terus kamu kenapa murung gitu? Udah deh jujur aja sama aku mas!" ucap Shella.
"Ahaha aku cuma capek aja honey, biasa aku kalo terlalu capek jadi kayak gini.. Maaf ya kalo itu bikin kamu cemas!" ucap Devano.
"Oh gitu, yaudah kamu langsung pulang aja jangan anterin aku dulu..!! Aku turun disini aja!" ujar Shella.
"Enggak enggak gak boleh! Aku harus antar kamu sampai depan rumah, biar aku tau kamu selamat!" ucap Devano.
"Gapapa mas, kan aku bisa pesen taksi online!" ucap Shella.
"Udah jangan ngebantah! Saya cuma gak mau kamu kenapa-napa honey!" ujar Devano.
"Okay iya, tapi sampe depan gang aja kamu gausah ikut ke rumah ya! Aku juga gak mau kamu tambah capek!" ucap Shella.
"Iya iya honey sampe depan gang juga gapapa, makasih udah peduli sama aku!" ujar Devano.
Shella memegang tangan Devano yang menempel di persneling mobilnya, lalu mengelusnya pelan.
"Udah seharusnya aku juga peduli sama kamu mas!" ucap Shella.
Mereka saling bertatapan dan juga tersenyum.
__ADS_1
...•••...
Sadam mengantar Laila pulang ke rumahnya, walau begitu Laila masih tidak mau berbicara dengan Sadam.
"Udah sampe beb," ucap Sadam.
Laila diam saja dan langsung turun dari motor Sadam, kemudian ia melepas helmnya sendiri padahal Sadam baru ingin melepaskannya.
Setelah itu, Laila menyerahkan helmnya pada Sadam tanpa berkata apapun.
"Beb, kamu masih marah sama aku?" tanya Sadam.
Laila tak menjawab pertanyaan Sadam, ia malah berbalik badan dan hendak masuk ke rumah.
Sadam pun turun dari motornya dan menahan Laila untuk tidak masuk..
"Tunggu sayang! Please, maafin aku! Jangan kayak gini dong beb!" ujar Sadam memelas.
Laila menatap tajam ke arah Sadam, membuatnya takut dan langsung melepas tangan Laila.
"Aku maafin kok, udah ya aku mau masuk!" ucap Laila dingin.
Sadam pun membiarkan Laila masuk ke rumahnya, walau sebenarnya dia masih ingin bersama Laila.
...•••...
Adrian baru keluar dari kantornya, dia mengendarai mobil menuju jalan raya.
Tanpa disangka, rupanya Nadya juga masih berdiri di pinggir jalan sana.
"Itu kan Nadya, dia belum pulang ternyata.." gumam Adrian.
Adrian menghentikan mobilnya tepat di depan Nadya. Dia langsung turun dan menghampiri Nadya..
"Hey Nadya, kamu belum pulang?" tanya Adrian.
"Iya pak, saya belum dapat taksinya.. Daritadi juga gak ada taksi yang lewat sini!" jawab Nadya.
"Yaudah bareng saya aja gimana?" tanya Adrian.
"Eee gausah pak makasih, paling sebentar lagi juga dapat taksinya kok!" ucap Nadya.
"Udah gapapa, rumah kamu dimana? Siapa tau kita searah kan.." ujar Adrian.
"Di pondok indah pak," jawab Nadya.
"Oh pas dong rumah saya di dekat sana juga, udah ayo bareng saya aja!" ujar Adrian berbohong.
"Emm gimana ya, saya gak enak pak.." ucap Nadya.
"Udah gausah gak enak gitu! Yuk masuk!" ucap Adrian sambil membukakan pintu mobilnya.
Akhirnya Nadya mau pulang bersama Adrian, ia masuk ke mobil Adrian.
"Yes dia mau!" gumam Adrian.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1