
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 85
...•...
...•...
Shella pun mengajak Devano masuk ke dalam, namun Devano tidak mau dan malah meminta Shella ikut dengannya bicara di luar.
"Ayo mas masuk!" ucap Shella.
"Enggak honey, aku mau ngobrol sama kamu di taman deket sini! Soalnya ini urusan penting!" ujar Devano.
"Eee yaudah sebentar ya aku pamit sama ibu dulu!" ucap Shella.
"Iya aku tunggu disini ya," ucap Devano.
Shella pun masuk ke dalam rumahnya untuk menemui Jenar, sementara Devano menunggu di luar.
Melihat Devano sendirian di luar, Lubis menghampirinya dan menyuruhnya masuk.
"Eh nak Vano ternyata, kenapa di luar aja? Sini sini masuk..!!" ujar Lubis.
"Gausah om saya langsung mau pergi kok sama Shella," ucap Devano.
"Oh gitu, yaudah om masuk lagi ya!" ujar Lubis.
"Iya om," ucap Devano.
Lubis masuk kembali meninggalkan Devano, setelahnya Shella ke luar kembali menemui Devano sambil memakai jaketnya.
"Udah mas yuk kita pergi!" ucap Shella.
"Ayo!" ucap Devano dingin.
Shella tampak heran karena Devano jalan lebih dulu tak seperti biasanya yang selalu menggandeng tangannya.
"Kayaknya mas Vano emang beneran marah banget, aku harus segera jelasin semuanya ke dia!" gumam Shella.
Ya mereka pun pergi dari sana dan menuju taman di dekat sana untuk berbincang.. Sesampainya di taman Devano langsung meminta Shella duduk disampingnya.
"Yuk duduk! Aku mau tanya sesuatu sama kamu," ucap Devano sambil mengambil sebuah foto dari saku celananya dan menunjukkan itu pada Shella.
Yup Shella merasa heran karena Devano bisa mendapatkan foto ia bersama Adrian saat tengah makan malam berdua.
"Kapan ini? Kenapa kamu gak pernah bilang sama aku sih kalo Adrian ajak kamu dinner??" tanya Devano tampak kesal.
"Bukan Adrian yang minta itu mas, tapi aku sendiri.." jelas Shella.
Sontak Devano terkejut dan semakin kesal dengan perkataan Shella, ya tentu saja ia tak menyangka kalau calon istrinya lah yang mengajak Adrian ketemuan.
"Jadi maksud kamu, kamu yang ajak Adrian buat makan malam berdua? Kenapa honey, kenapa kamu ngelakuin itu? Apa kamu mau mengkhianati aku?" tanya Devano.
Shella pun dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya, karena memang dia tidak punya niat seperti itu.
"Ya enggak dong mas, aku sama sekali gak ada niatan buat berkhianat dari kamu! Waktu itu aku cuma mau tau, apa yang dilakuin sama Adrian sampai ibu aku jadi sedih dan mengurung diri di kamar..!! Aku saat itu marah loh sama Adrian karena setelah ibu ketemu dia, ibu tuh langsung nangis-nangis di kamar..!!" jelas Shella.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Shella membuat Devano sedikit merasa lega, ya walau ia masih belum percaya 100% dengan perkataan Shella.
"Benar kamu cuma bicara itu sama dia? Tapi tadi Adrian bilang ke saya, kalau dia ngucapin selamat ke kamu karena habis dilamar saya.. Kenapa kamu malah kasih jawaban yang beda? Kamu gak coba bohongin saya kan??" ujar Devano.
"Aduh mas aku serius loh, buat apa aku bohongin kamu coba? Justru yang bohong itu Adrian bukan aku! Kalo kamu gak percaya kamu bisa kok tanya langsung ke ibu..!!" ucap Shella dengan meyakinkan.
Akhirnya Devano termenung dan mempercayai ucapan Shella, dia melihat tatapan Shella yang memang sepertinya berkata jujur.
"Oke aku percaya sama kamu honey, maafin aku ya tadi aku sedikit kasar sama kamu! Aku janji deh bakal lebih mempercayai kamu..!!" ucap Devano sambil merangkul Shella.
"Makasih mas udah percaya sama aku, jujur aku sedih loh pas tau kamu marah tadi sama aku.. Alhamdulillah deh sekarang kita udah baikan!" ucap Shella.
"Iya dong honey, sebentar lagi kan kita mau nikah jadi harus lebih saling percaya satu sama lain! Oh ya tadi kamu butuh bantuan apa sayang?" ujar Devano.
"Ohh tadi tuh anak kita kepengen banget ketemu ayahnya, eh malah kamu gak angkat-angkat telpon aku! Ya mungkin sekarang dia lagi ngambek sama kamu mas!" ucap Shella.
Mendengar itu, Devano langsung mendekatkan kepalanya ke perut Shella dan mengelus-elusnya dengan lembut.
"Maafin ayah ya sayang, abis tadi ayah tuh cemburu pas tahu kalo mamah kamu dinner berdua sama orang lain! Jangan ngambek ya sayang..!!" ujar Devano yang membuat Shella tertawa.
Yap mereka berdua pun tertawa bersama-sama, lalu setelahnya Devano mengecup kening Shella.
Cuppp...
"I love you honey, tolong jaga anak kita ya sampai dia bisa lahir ke dunia ini..!!" ucap Devano tersenyum.
"Pasti mas, asal ada kamu disisi aku pasti aku bisa jaga calon anak kita ini!" ucap Shella membalas senyuman Devano.
Namun, tampak wajah Devano kembali kesal dan membuat Shella heran serta cemas.
"Mas, kamu kenapa sih mas? Kamu marah lagi ya sama aku??" tanya Shella.
"Ya jelas lah aku marah, kamu gak bales ucapan aku tadi! Kayaknya emang kamu gak sayang nih sama aku.." ujar Devano.
"Iya emang aku juga tau, tapi tetep aja aku maunya kamu bales dong ucapan aku..!!" ujar Devano.
Lalu, Shella menggenggam tangan Devano dan kemudian mendekatkan tubuhnya kemudian mencium pipi Devano dengan lembut.
Sontak Devano kaget dan langsung memegangi pipinya, dia pun juga menatap Shella yang masih tersenyum manis padanya.
"I love you too mas Vano kesayanganku..!!!" ucap Shella.
Devano pun membalas senyuman Shella dan langsung mendekap erat tubuh Shella.
...•••...
Seminggu kemudian...
Tinggal 2 hari lagi menuju pesta pernikahan, Devano tampak gusar karena tidak diperbolehkan menghubungi Shella apalagi menemuinya.
Ya tentu saja ia tak tahan untuk bisa bertemu calon istrinya tersebut, memang sudah sekitar 3 hari ia dilarang bertemu dengan Shella.
Selama 3 hari ini mereka hanya berhubungan lewat sms saja, bahkan itu juga tidak terlalu sering.
"Aduh kok honey gak bales-bales chat aku sih, emangnya dia lagi ngapain ya? Huh rasanya pengen cepet-cepet langsung ke hari h aja kalo gini," gumam Devano sambil menatap layar handphonenya.
Tiba-tiba ia teringat pada kejadian saat sedang jogging bersama Laila, ya saat itu Devano melihat seorang wanita yang mirip sekali dengan mantan kekasihnya dulu.
"Apa benar yang aku lihat saat itu adalah kamu Vanya? Tapi kalo emang benar itu dia, buat apa juga saya mikirin dia? Harusnya saya fokus pada pernikahan saya dengan Shella..!!" gumam Devano sambil mengacak-acak rambutnya.
Lalu, Laila masuk ke kamar Devano yang sontak membuat Devano terkejut karena adiknya itu tidak mengetuk pintu lebih dulu.
"Hai kak! Hayo pasti mau telpon Shella kan? Sabar kak kan 2 hari lagi juga lu nikah sama dia..!!" ujar Laila.
__ADS_1
"Ah lu ngagetin aja sih! Kalo masuk kamar orang tuh ketuk pintu dulu, diajarin sopan santun gak sih lu??!!" ujar Devano.
"Yeh diajarin lah kan gue mah anak alim, eh iya bang barusan mamah nelpon katanya nanti sore mau berangkat kesini bareng papah juga!" ucap Laila.
"Bagus deh, gua kira mereka gak peduli juga sama pernikahan anaknya.." ujar Devano.
"Ish lu kok ngomong gitu sih bang? Mamah papah tuh masih peduli sama kita!" ujar Laila.
"Iya iya yaudah sana ngapain sih kesini! Gua mau mandi nih, emang lu mau ikut juga?" ujar Devano.
"Dih ngaco aja kalo ngomong, yaudah iya gue keluar nih! Awas loh jangan curi-curi kesempatan buat nelpon Shella!" ujar Laila.
"Bawel lu ah..!!" ucap Devano.
Yup Laila pun keluar dari kamar abangnya, sementara Devano membuka bajunya sebelum berjalan menuju kamar mandi.
...•••...
Adrian mendatangi rumah Nadya, ia sengaja mengunjunginya sekaligus membawakan bunga untuk Nadya.
"Eh ternyata kamu yang datang, tadi tante kira siapa berdiri terus di depan pagar.." ujar mamah Nadya.
"Iya ini saya tante, maaf soalnya saya takut ganggu jadi mikir-mikir dulu sebelum pencet bel!" ucap Adrian tersenyum lalu mencium tangan mamah Nadya.
"Kamu pasti mau ketemu Nadya kan?" tanya mamah Nadya.
"Loh kok tante bisa tau? Hebat banget tante ternyata," ujar Adrian.
"Ahaha tante cuma nebak-nebak aja kok, soalnya kamu bawa bunga gitu mau apalagi kalo bukan ketemu Nadya kan?" ujar mamah Nadya.
"Hehe iya tante, oh ya Nadya nya ada kan tan?" tanya Adrian.
"Ohh ada kok nak Adrian, yaudah masuk dulu yuk!" ucap mamah Nadya.
Yup mereka pun masuk ke dalam rumah Nadya, lalu mamah Nadya mempersilahkan Adrian duduk di sofa sambil menunggu ia yang akan memanggil Nadya.
"Duduk dulu disini, sebentar biar tante panggilin Nadya nya sekaligus minta bi Irma bikinin minum buat kamu!" ucap mamah Nadya.
"Ah iya tante makasih!" ucap Adrian sambil duduk di sofa.
Mamah Nadya pun memanggil pembantunya, kemudian memintanya membuatkan minuman untuk Adrian.. Setelahnya ia naik ke atas memanggil Nadya.
"Nad, Nadya..!! Buka sayang, ada pacar kamu loh di bawah! Ayo buka pintunya Nadya..!!" ucap mamah Nadya sambil terus mengetuk pintu kamar Nadya.
Akhirnya Nadya keluar membuka pintu...
"Iya mah ini aku keluar," ucap Nadya sedikit lemas.
"Loh kamu kok lemes gini sih sayang? Kamu sakit apa gimana??" tanya mamah Nadya cemas.
"Gak kok mah, aku cuma masih ngantuk aja hehe.." jawab Nadya.
"Oalah, tapi kamu udah cuci muka kan? Itu ada pacar kamu datang nunggu di bawah, temuin gih!" ujar mamah Nadya.
"Iya mah aku udah cuci muka kok, yaudah ini sekarang aku ke bawah.." ucap Nadya.
Mamah Nadya pun merangkul Nadya dan mereka menuruni tangga bersama-sama.
"Pasti yang dimaksud mamah itu pak Adrian deh, huft padahal sekarang hari libur ngapain coba pak Adrian dateng kesini?" gumam Nadya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1