
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 253
...•...
...•...
Keesokan paginya, Shella terbangun dari tidurnya dan merasakan sakit serta nyeri di bagian bawah tubuhnya akibat permainan semalaman yang dilakukan sang suami. Ya sepasang suami-istri itu akhirnya berhasil menuntaskan keinginan mereka setelah cukup lama ditahan, walau sempat mengalami sedikit gangguan semalam saat Silvi tiba-tiba mengetuk pintu kamar mereka.
Shella melirik ke arah sampingnya dan terlihat suaminya masih tidur pulang dengan dengkuran cukup keras, bahkan Devano sepertinya masih tidur dalam kondisi telanjang karena kelelahan akibat permainan pejuang yang mereka lakukan. Memang semalam Shella lebih dulu tertidur karena sudah tidak kuat dan kewalahan menghadapi gairah suaminya yang tak kunjung puas, entah sampai kapan Devano terus bermain dengan tubuhnya ia sendiri tak tahu.
Shella pun berusaha bangkit walau terasa amat sakit pada area sensitif miliknya di bawah, saat ini tubuhnya juga masih telanjang bulat dan hanya ditutupi selimut tebal. Ia berhasil duduk bersandar dengan harus susah payah menahan rasa sakitnya, ia kembali melirik ke arah suaminya dan tersenyum sembari mengusap wajah Devano yang tampan.
"Mas, kamu tuh ternyata hiper ya soal begituan? Aku sampe gak kuat loh ngelayanin kamu, tapi untung aja sekarang aku masih diberi kekuatan ya walau harus nahan rasa sakit ini!" ucap Shella tersenyum sendiri saat menatap wajah suaminya.
Devano sepertinya mendengar ucapan sang istri barusan, terbukti ia langsung menggenggam tangan Shella yang ada di wajahnya lalu menciuminya walau matanya masih tertutup. Shella panik takut Devano mendengarnya dan malah marah padanya, namun ia mencoba tenang agar suaminya itu tidak terbangun dari tidurnya.
Wajah Shella memerah apalagi saat satu mata Devano terbuka lalu memandang ke arahnya, senyum di wajah Devano juga semakin membuat Shella merasa malu karena sudah mengatakan hal tadi pada suaminya.
"Morning!" ucap Devano pelan sambil bangkit dari tidurnya dan bersandar pada sandaran ranjangnya, ia terus menatap wajah istrinya sembari menarik dagu Shella agar mau memandang wajahnya.
"Kamu kenapa, kok diem aja? Jawab dong ucapan selamat pagi dari aku, jangan malah diem!" sambungnya sembari mendekatkan wajahnya hingga kini jarak diantara mereka hanya sekitar beberapa centimeter saja.
"I-i-iya mas, morning juga!" ucap Shella gugup.
Cupp...
__ADS_1
Kecupan sekilas diberikan Devano pada bibir mungil sang istri yang memang menggodanya, Shella pun terbengong sesaat mendapat kecupan kilat dari suaminya tersebut.
"Hahaha, kamu kenapa sih? Ohh pasti masih kepikiran soal semalam, ya? Aku akui deh goyangan kamu mantap banget dan bikin nagih, tapi sayang aja kamu malah pingsan jadi aku harus main sendirian sampe puas!" ucap Devano.
"Ish, kamu ngapain bahas itu sih?" ujar Shella malu-malu dan wajahnya kembali memerah.
"Ya abis kamu gemesin banget, eh ya kita mandi bareng yuk! Semalem kan abis main kita belum sempat mandi karena kamu juga udah tidur duluan, makanya sekarang ya harus mandi!" ucap Devano mencolek pipi istrinya.
"Aku mandi sendiri aja, mas! Lagian kalo berdua sama kamu nanti yang ada kamu malah minta lagi, aku masih kesakitan loh ini mas!" ucap Shella.
"Oh, ya? Yaudah maaf kalau semalam aku terlalu kasar sama kamu, soalnya aku kan udah lama gak main-main di goa becek kamu itu!" ucap Devano malah tersenyum menggoda istrinya.
"Ish, nyebelin! Udah ah kamu duluan aja sana yang mandi, nanti baru aku!" ucap Shella.
"Jangan dong, kita bareng-bareng aja!" ucap Devano.
"Mas, aku—"
"Gak ada penolakan!"
...•••...
Disisi lain, Frederick memperkenalkan cucunya yakni Bimo sebagai pimpinan menggantikan Adrian di perusahaan kilau Bagaskara. Terlihat semua karyawan disana bertepuk tangan menyambut kedatangan bos baru mereka yang tampan nan rupawan dengan wajah seperti artis Korea, tak sedikit dari mereka yang membicarakan Bimo secara diam-diam karena ketampanannya.
Setelah sesi perkenalan selesai, Frederick meminta para karyawan disana kembali bekerja karena sekarang memang masih jam kerja. Sedangkan ia sendiri akan mengajak cucunya ke ruang kerjanya yang sebelumnya juga ditempati Adrian, Bimo tampak senang dan terus tersenyum memandang ke sekeliling kantor miliknya itu.
Ceklek...
Pintu terbuka memperlihatkan sebuah ruangan indah nan luas yang juga banyak berisi dekorasi baru, bahkan semua yang berbau Adrian disana juga sudah disingkirkan oleh Frederick karena ia tak mau ada lagi masalah di dalam perusahaannya.
"Nah, Bimo! Ini dia ruang kerja kamu, disini lah nantinya kamu akan bekerja atau untuk sekedar istirahat setelah melakukan meeting!" ucap Frederick.
"Waw bagus sekali, kek!" ucap Bimo terkagum-kagum pada ruangannya, perlahan ia memasuki ruangan itu sembari melihat ke sekeliling.
__ADS_1
Frederick hanya mengikuti dari belakang sembari tersenyum, ia merasa senang karena cucunya kini bisa menjadi pemimpin disana sesuai dengan keinginannya sejak dulu.
"Bagaimana, kamu suka kan? Ini semua kakek yang pilih dekorasinya, ya tapi yang mengerjakan itu orang-orang suruhan kakek!" ucap Frederick.
"Wah selera kakek keren juga ya? Aku suka banget kek, kayaknya sih aku bakal betah disini terus!" ucap Bimo memuji ruangan itu.
"Syukurlah, berarti kakek gak salah pilih! Yasudah sekarang saatnya kita ke tempat lain, kamu pasti juga ingin kan melihat seluruh bagian kantor ini?" ucap Frederick menepuk pundak cucunya.
"Bentar dulu, kek! Aku mau cobain duduk di kursi itu dulu, sekalian pemanasan jadi pemimpin!" ujar Bimo.
"Hahaha, ya ya silahkan saja! Sekarang itu kan sudah menjadi kursi kamu, tenang saja karena kursi itu baru dan bukan bekas Adrian!" ucap Frederick.
"Iya kek..."
Bimo pun perlahan menempelkan bokonggnya pada dudukan kursi yang empuk itu, ia merasakan kenyamanan saat duduk disana karena kursi tersebut dibuat senyaman mungkin.
TOK TOK TOK...
Disaat mereka tengah menikmati ruangan yang indah itu, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar dan sedikit mengganggu mereka.
"Ya, masuk!" ucap Frederick mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.
Karena pintu tadi belum ditutup rapat oleh Frederick, maka orang itu hanya tinggal mendorong sedikit pintunya lalu masuk ke dalam.
"Permisi, pak! Maaf saya mengganggu, saya hanya membawakan beberapa berkas laporan keuangan bulan ini!" ucap orang itu.
"Ya, terimakasih Syifa!" ucap Frederick.
"Sama-sama, pak!" ucap Syifa memberikan berkas di tangannya pada Frederick.
"Oh ya, kenalkan ini adalah cucu saya yang akan menjadi pemimpin baru disini! Namanya Bimo, dan Bimo ini adalah sekretaris kamu yang namanya Syifa!" ucap Frederick mengenalkan Syifa pada Bimo.
Bimo langsung tercengang begitu menatap wajah wanita yang merupakan sekretarisnya itu, ia sampai kesulitan menelan saliva saking terkejutnya ia melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Syifa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...