Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Adrian Tidak Percaya


__ADS_3

"Apa maksud anda bicara seperti itu? Saya sudah bilang anda tidak perlu menikahi Shella, karena dia tidak hamil!" ucap Adrian tegas.


Devano hanya tersenyum melihat tingkah Adrian yang seperti kesal dengannya..


"Kenapa anda malah tersenyum? Apa yang anda inginkan sebenarnya?" sambung Adrian.


"Santai pak, bukannya anda dan Shella sudah tidak ada hubungan lagi ya? Lalu kenapa anda terlihat sangat marah mendengar saya ingin melamar Shella?" ucap Devano santai.


"Saya memang bukan siapa-siapa Shella lagi, tapi saya tidak akan membiarkan dia celaka! Saya akan selalu melindungi dan menjaganya dari orang seperti anda!" ucap Adrian sambil mengarahkan telunjuknya ke depan wajah Devano.


"Loh kenapa? Saya punya niat baik loh, waktu itu kan anda yang meminta saya menikahi Shella sebagai bentuk tanggung jawab ya kan? Sekarang saya sudah membuat keputusan untuk menikah dengan Shella, karena saya ingin bertanggung jawab! Mengapa anda malah melarang saya melakukan itu?" ujar Devano.


"Shella tidak hamil, anda tidak perlu menikahinya! Sekali lagi saya minta anda jangan pernah mendekati Shella lagi! Dia juga pasti tidak mau bertemu dengan anda apalagi menikah dengan anda!" ucap Adrian.


"Adrian Adrian.. Anda salah mengenai itu! Shella justru sangat senang bertemu dengan saya, bahkan dia sekarang bekerja di perusahaan saya PT. Devano Sukses Makmur..." ucap Devano.


Adrian kaget mendengar itu, dia seakan tak percaya kalau Shella bekerja di perusahaan Devano sekarang.


"Anda tidak usah mengada-ada, mana mungkin Shella bekerja di perusahaan anda!" ujar Adrian.


"Kenapa? Anda tidak terima kalau Shella kerja sama saya? Itu hak Shella mau bekerja dimana, anda tidak berhak mengaturnya! Oh iya besok kan kita ada meeting, saya akan bawa Shella agar anda bisa percaya!" ucap Devano.


Devano melambaikan tangannya untuk meminta daftar menu, setelah itu ia memesan secangkir kopi.


"Waktu itu ketika saya meminta anda menikah dengan Shella, ekspresi anda menunjukkan penolakan. Tapi, kenapa sekarang anda sangat ingin menikahi Shella? Padahal saya sudah bilang anda tidak perlu melakukan itu karena Shella tidak hamil!" ujar Adrian.


"Daritadi anda terus mengatakan kalau Shella tidak hamil, sepertinya anda perlu tahu tentang ini.." ucap Devano tertahan, dia merogoh kantong nya dan mengeluarkan sebuah kertas dari sana.


Devano pun meletakkan kertas itu di atas meja dan membiarkan Adrian membacanya..


"Apa itu?" tanya Adrian.


"Silahkan anda baca sendiri isi surat itu! Setelah itu pasti anda akan tahu mengapa saya ingin melamar Shella," jawab Devano.


Adrian mengambil surat itu dan mulai membacanya.


Kemudian, waiters datang membawakan pesanan milik Devano..


Setelah itu, Devano meminum kopinya sambil menunggu Adrian selesai membaca surat itu.

__ADS_1


Ekspresi Adrian berubah menjadi kaget, sepertinya ia telah membaca sampai di bagian yang penting.


...•••...


David & Zara sedang dalam perjalanan menuju cafe untuk makan berdua.


Kemudian, David bertanya soal mobil yang mengamati rumah nya pada Zara..


"Sayang, aku mau tanya dong sama kamu!" ucap David.


"Tanya apa sayang?" ucap Zara bingung.


David membuka laci mobil nya dan mengambil sebuah foto dari sana.


Dia pun menunjukkan foto itu pada Zara.


"Kira-kira kamu tau gak siapa pemilik mobil ini? Soalnya salah satu penjaga di rumah aku bilang, mobil ini terus-terusan mengamati rumah aku dari luar!" ucap David.


Zara coba mengamati foto itu dengan jelas, namun ia tidak mengenali mobil di dalam foto itu.


"Maaf sayang, aku gak kenal sama mobil itu!" jawab Zara sambil menggelengkan kepalanya.


David pun menaruh kembali foto itu di laci mobilnya setelah Zara tidak mengenali mobil yang ada di foto itu.


Zara mengambil tangan David dan menggenggam nya dengan erat.


"Kamu tenang aja sayang, mungkin itu mobil cuma numpang berhenti aja di depan rumah kamu.. Jangan negatif thinking dulu!" ucap Zara coba menenangkan kekasihnya.


"Iya, makasih ya sayang tapi aku tetep harus cari tau pemilik mobil itu! Karena aku pengen tau apa maksudnya berhenti di depan rumah aku," ucap David.


"Iya deh terserah,"


Zara melepaskan tangan David untuk membiarkan nya fokus menyetir.


...•••...


Sementara itu, Jenar berhasil menenangkan Shella dan membuat tangisannya berhenti.


"Sabar ya sayang! Ibu akan selalu ada disisi kamu, jangan pernah menyerah dalam menjalani hidup ya! Sekarang kamu bukan hanya harus merawat diri kamu, tapi juga janin di dalam kandungan kamu! Jadi, kamu harus terus semangat! Ibu yakin suatu saat kamu akan mendapatkan kebahagiaan..!!" ucap Jenar sambil mengelus rambut Shella.

__ADS_1


Shella merasa tenang di dalam pelukan ibunya itu, seakan semua masalahnya hilang ketika Jenar memeluknya.


"Makasih Bu, aku semangat kok!" ucap Shella.


"Yaudah sekarang kita makan yuk! Kamu pasti belum makan siang kan?" ujar Jenar.


Shella menggeleng-gelengkan kepalanya, Jenar pun tersenyum melihat tingkah manja anaknya itu.


"Yaudah ayo ke depan! Kamu harus makan banyak, supaya bayi di dalam perut kamu sehat terus! Kamu baca kan tadi di surat itu kondisinya sangat riskan! Nanti abis makan kamu juga harus minum vitamin yang dikasih dokter!" ucap Jenar.


"Iya Bu aku tau kok, aku juga tahu usia kandungan aku sekarang berumur 3 hari.. Berarti, saat aku lagi stres mikirin kerjaan dia muncul ya Bu di perut aku!" ucap Shella.


"Nah iya bener, karena itu juga bayi di perut kamu jadi lemah.. Makanya kamu sekarang gak boleh stres lagi ok!" ujar Jenar.


"Iya Bu,"


Jenar pun mengajak Shella keluar kamar untuk makan siang.


...•••...


Adrian telah selesai membaca surat itu, dia pun seperti tidak percaya kalau isi surat itu benar-benar sebuah kenyataan.


"Ini pasti surat palsu kan? Anda sengaja membuat surat ini dan menyerahkan nya pada saya supaya anda bisa menikahi Shella ya kan! Dengar ya, saya sama sekali tidak percaya dengan isi surat ini! Shella itu tidak hamil!" ucap Adrian kekeuh.


Devano kembali tersenyum tipis dan menyeruput kopi nya.


"Anda ini benar-benar sudah gak waras ya? Jelas-jelas disitu tertulis kalau Shella hamil, tapi anda masih kekeuh bilang dia gak hamil! Selain itu, disitu kan juga terdapat tanda tangan dokter dan nama rumah sakit yang membuat surat itu! Lalu kenapa anda menuduh saya yang membuat surat itu? Ya memang itu bukan surat asli, itu saya print karena surat aslinya ada di Shella!" ucap Devano.


"Surat aslinya ada di Shella? Berarti dia juga udah tahu kalau dia hamil beneran? Pasti dia syok berat mengetahui ini, gue harus ke rumah dia sekarang!" batin Adrian.


Tiba-tiba Adrian berdiri dari kursi dan pamit pada Devano untuk pergi..


"Saya duluan," ucap Adrian.


Devano hanya mengangguk, setelah itu Adrian langsung berjalan keluar cafe meninggalkan Devano.


Saat di parkiran, Adrian bertemu dengan David & Zara yang baru sampai.


"Loh itu kan Zara? Pasti cowok itu pacar barunya, si David! Bener-bener ya cewek, bisa-bisanya dia ketawa-ketawa sama cowok lain disaat hati Bimo sedang hancur! Kayaknya gua juga harus kasih pelajaran ke Zara, supaya dia bisa lebih menghargai perasaan cowok yang mencintainya!" batin Adrian.

__ADS_1


Adrian pun masuk ke mobilnya dan pergi dari sana.


...~Bersambung~...


__ADS_2