
Jangan pergi...
"Tidak kakak saja yang makan..." ucap ariska sambil tersenyum...
"Kamu juga harus makan..." ucap aldy sambil memberikan jagung ke depan mulut ariska...
"Ayo makan..." ucap aldy...
Ariska pun mengigit jagung itu dengan sedikit kesulitan...
"Enak..." ucap ariska...
"Viona masuk tenda yuk, gak baik ibu hamil terkenah angin malam..." ucap bella...
"Iya ka..." ucap viona...
"Sayang aku tidur dulu ya, kamu juga harus cepat masuk tenda biarkan mereka berdua bersama..." bisik bella di telinga stiven...
"Bal, ikut aku ada yang ingin aku bicarakan..." ucap stiven...
Mereka pun masuk kedalam tenda, ada terdapat dua tenda satu tenda untuk parah pria dan satu tenda lagi untuk para wanita...
"Kan kamu yang bakar..." ucap aldy...
"Lebih enak jika makan bersama kakak..." ucap ariska...
Aldy tidak menjawab hanya ada senyuman di bibir manis nya, perasaan terasa nyaman dan bahagia jika terus bersama ariska...
"Ka boleh cerita..." ucap ariska...
"Boleh..." ucap aldy...
"Kakak ingat saat kakak bertemu kakek pertama kali, saat kakak pulang kakek terus bertanya tentang kakak, dan wajah nya begitu bahagia jika kami membahas tentang kakak..." ucap ariska...
"Apa yang membuat kakek begitu suka dengan ku..." ucap aldy...
"Aku juga tidak tau ka. Kata kakek aldy itu orang nya baik, bertanggung jawab dan dapat di percaya jika di berikan amanah, ntah dari mana kakek dapat fikiran seperti itu padahal kalian beru pertama kali bertemu..." ucap ariska...
"Sepertinya kamu dekat sekali dengan kakek..." ucap aldy...
"Sangat dekat, ia yang merawat ku sedari kecil saat bunda dan ayah sudah meninggal..." ucap ariska yang tidak sadar menjatuhkan air mata nya...
Aldy yang melihat itu langsung menghapus air mata itu dengan tangan nya lalu memeluk ariska dengan erat...
"Maaf telah mengungkit masah lalu mu..." ucap aldy...
"Tidak masalah ka..." ucap ariska melepaskan pelukan itu dan menatap wajah aldy, wajah yang membuat nya tergila-gila saat pertama kali mereka bertemu, wajah yang selalu ada di dalam fikirannya selama ini, wajah yang membuat diri nya kuat untuk menjalani hudup ini...
"Ka biarkan aku menatap wajah ini untuk terakhir kali nya..." ucap ariska...
Aldy tampak diam tak bergemih, ia juga menatap wajah ariska dengan sangat intens, perlahan aldy menyentuh wajah ariska dengan tangannya mengusap wajah itu membuat nya terasa nyaman dan bahagia.
Perlahan aldy medekati wajah ariska, ariska yang menyadari itu hanya bisa menutup matanya, aldy yang melihat ariska menutup mata hanya tersenyum manis, ia mendekati bibir ariska dan menciumnya. Ariska tampak tidak menolak dan menerima ciuman itu ia hanya diam tak bergemih sambil menutup mata..
__ADS_1
Aldy mulai memperdalam ciumanya, dan insting ariska pun mulai bereaksi ia perlahan membuka bibir nya dan membalas ciuman itu, mereka berciuman cukup lama sampai mereka mulai kehabisan oksigen...
Ariska pun melepasnya kan ciuman itu dengan mendorong tubuh aldy, dan mulai menghirup oksigen sebanyak mungkin...
"Maaf..." ucap aldy...
"Aku masuk tenda dulu..." ucap ariska dan pergi meninggalkan aldy...
"Apa yang aku lakukan, dasar bodoh..." ucap aldy...
Jantung aldy berdetak sangat cepat, ia hanya bisa tersenyum dan heran saat membayangkan momen tadi...
Ariska langsung masuk kedalam tenda dan berusaha menetralkan jantung nya yang hampir copot...
"Untung mereka sudah tidur..." ucap ariska saat melihat bella dan viona yang sedang tertidur...
Ariska pun mulai membaringkan tubuh nya, dan berusaha untuk tertidur tapi itu sangat sulit baginnya saat mengingat momen yang sangat berharga tadi...
"Apa aku harus benar-benar pergi dan kembali pada orang itu.." batin ariska...
Berbeda dengan ariska, aldy masi berada di luar tenda sambil menikmati sisah jagung yang ia bakar tadi, dan tiba-tiba stiven muncul dari arah belakang sambil menepuk bahu aldy...
"Hey..." ucap stiven....
"Belum tidur..." ucap aldy...
"Gimana mau tidur, abis melihat momen langka..." ucap stiven...
"Tentu, aku beri saran pada mu, cepat nyatakan perasaan mu pada nya sebulum dia benar-benar pergi dari hidup mu..." ucap stiven sambil membuka minuman...
"Aku bingung dengan perasaan ku, ini terlalu cepat bagi ku..." ucap aldy...
"Itu kelemahan mu, kau tidak bisa mengartikan perasaan mu sendiri..." ucap stiven...
"Sudahlah..." ucap aldy dan pergi meninggalkan stiven...
"Tunggu woy...." ucap stiven...
Mereka berdua pun masuk kedalam tenda dan mulai tertidur...
Malam telah berganti menjadi pagi, di kediaman keluarga vins tiba-tiba kedatangan tamu yang tidak di undang dan juga tidak ada yang mengenal nya kecuali ariska...
"Ariska... keluar..." teriak hendi...
Mereka yang sedang sarapan pagi mendengar teriakan itu langsung keluar untuk memeriksa apa yang terjadi...
"Hendi..." ucap ariska kaget...
Hendi yang melihat ariska pun langsung menghampiri nya dan menarik nya secara paksa...
"Hey lepaskan tangan mu..." ucap bella yang tidak terimah sahabat nya di perlakukan seperti itu...
"Jangan ikut canpur urusan ku..." ucap hendi...
__ADS_1
"Dia teman ku, tentu aku harus ikut campur..." ucap bella...
"Bella sudah..." ucap ariska...
"Sekarang kamu ikut aku..." ucap hendi...
"Tapi..." ucap ariska...
"Bukan nya kau sudah setuju dengan persyaratan yang ku berikan kemarin..." ucap hendi...
"Baiklah aku akan ikut dengan mu, lepaskan tangan mu aku harus berpamitan pada keluarga ini..." ucap ariska...
Hendi pun melepasnya tangan nya, dan ariska mulai berjalan medekati bella dan memeluk nya...
"Terimakasih untuk semua nya bell, aku tidak tau harus membalas kebaikan mu dengan apa..." ucap ariska...
"Kamu mau pergi ris, kamu mau kemana..." ucap bella...
"Aku harus pergi bell, aku sudah terlalu banyak merepotkan keluarga ini, dan aku harus menyelesaikan masalah ku..." ucap ariska...
"Tidak ris, apa masalah mu aku akan membantu mu sebisa ku..." ucap bella...
"Ini masalah ku bell, aku harus menyelesaikan nya sendiri..." ucap ariska...
Ariska pun kembali berjalan menuju yasmin...
"Bunda, boleh ariska peluk..." ucap ariska...
Tanpa menjawab yasmin langsung memeluk ariska dengan erat...
"Bunda harap ini keputusan terbaik mu..." ucap yasmin...
"Terimakasih bunda..." ucap ariska...
Aldy masi tampak terdiam, ia masi sangat bingung dengan perasaan dan fikirannya, hati nya terasa sangat sakit ketika melihat ariska ingin pergi meninggalkan rumah ini...
"Viona, ka iqbaal, ka stive, buk indah dan pak wijaya, ariska pamit ya maaf terlalu merepotkan kan kalian semua..." ucap ariska....
"Apa kamu benar-benar tidak ingin kami bantu..." ucap stiven yang tidak tega melihat bella mulai menitihkan air mata...
"Tidak ka, terimakasih atas kebaikan mu selama ini..." ucap ariska...
Hal yang paling berat ariska lakukan tiba, pamit dengan orang yang ia kagumi saat pertama kali bertemu, Ariska berjalan perlahan mendekati aldy sambil menundukkan kepalah. Ariska tidak sanggup bila harus menatap wajah aldy setelah kejadian tadi malam...
"Ka ariska pamit ya, terimakasih telah memberikan ariska waktu, dan untuk janji kakak pada kakek, kakak tidak perlu khawatir kakek pasti dapat mengerti ini semua mungkin ini bukan yang terbaik buat kita..." ucap ariska sambil menahan air mata nya...
Aldy masi tampak diam ia sama sekali tidak menanggapi ucappan dari ariska, ia hanya menatap wajah ariska yang tenga tertunduk...
"Ariska pamit semua..." ucap ariska dan membalik badan nya untuk pergi...
"Jangan pergi..." ucap aldy memegang tangan ariska...
Segitu dulu ya...
__ADS_1