
Pertama-tama Nathan di pijat refleksi agar memasang syaraf di kaki nya. Jennie harus ekstra hati-hati karena kaki Nathan masih ada beberapa luka yang belum terlalu kering.
"Bagaimana Nathan, sakit tidak," tanya Jennie.
"Tidak, enak sekali pijatan mu luar biasa," jawab Nathan.
"Enak melihat tubuh ku, atau enak karena pijatan ku," tanya Jennie.
"Tubuh mu, sangat berbentuk," jawab Nathan.
"Apa jadi selama ini kau hanya memperhatikan bentuk tubuh ku," ucap Jennie.
"Eh tidak, bukan begitu maksud ku, pijatan mu memang enak, tapi jangan naik-naik sampai ke atas nanti ada yang tegang tapi bukan keadilan," kata Nathan.
Bukan anak nya Vino jika tidak mesum, Nathan dan Marvin memang banyak perbedaan, wajahnya mereka berdua berbeda, sifat mereka berdua juga berbeda, dan banyak perbedaan lainnya tapi ada satu hal yang sama antara mereka berdua yaitu otak kotor dan selalu berpikir mesum. Hal itu di dapat dari ayah mereka siapa lagi jika bukan Vino.
"Kau masih bocah tapi otak mu sudah mesum saja."
__ADS_1
"Aku sudah mimpi basah jadi aku sudah dewasa," ucap Nathan.
"Stttt jangan berkata dewasa, kamu masih terlalu kecil untuk memikirkan hal dewasa," kata Jennie.
Rebecca hanya bisa menyesali semua perbuatan nya, ia hanya sebagai pemuas ranjang seorang satpam muda.
"Tubuh mu sangat menikmati sentuhan ku sayang, jadi jangan sok menolak ku seperti ku, kau memang sangat jago dalam urusan ranjang," kata Ari.
"Kau gila, aku tidak akan hamil anak mu," ucap Rebecca.
"Oh ya setelah aku memasukan semua benih ku ke dalam sana," tanya Ari.
"Kau benar-benar gila, aku akan mengadukan semua ini pada ayah ku," kata Rebecca.
"Itu akan membuat kita menikah lebih cepat, lihat bukti di hp ku siapa dulu yang menghubungi ku," ucap Ari.
Ari mengecup dahi Rebecca dan memeluk Rebecca sebelum ia tertidur karena kelelahan.
__ADS_1
Rebecca benar-benar memetik apa yang ia perbuat, jebakan yang ia buat malah menghancurkan diri nya, impian nya dapat tidur dengan Calvin tetapi malah berbanding terbalik dengan apa yang ia dapat kan sekarang. Menjadi pemuas nafsu satpam rumah nya sendiri dan terancam menjadi istri kedua satpam itu.
Beberapa minggu telah berlalu, Rebecca sudah merasakan ada hal yang aneh di dalam diri nya. Ia ingin sekali membersihkan rahim nya agar diri nya tidak hamil, tapi selama di sini ia tidak tau apa-apa, Bahkan kakak nya sendiri tidak memberikan fasilitas mobil karena pengakuan nya pada Piter jika diri nya sudah pernah melakukan nya dengan Calvin
Sudah satu minggu Ari izin tidak masuk kerja karena istri Ari yang sedang melahirkan, hal itu memberikan angin seger pada Rebecca. Tetapi ntah kenapa Rebecca saat ini benar-benar sangat merindukan sosok Ari.
Dari kemarin Rebecca juga mengalami muntah-muntah dan rasa tidak nyaman di perut nya, keluarga nya sudah mulai menanyakan hal itu dan Rebecca selalu berdalih jika mag nya sedang kambuh.
"Sayang," Ari menutup pintu kamat Rebecca. Keberuntungan berpihak pada Ari karena keluarga Rebecca sedang pergi, ia memang sangat merindukan kelembutan milik Rebecca calon istri nya.
"Aku hamil," ucap Rebecca.
"Apa sayang hamil, jadi kamu sudah siap menikah dengan ku," tanya Ari.
"Ceraikan istri pertama mu baru aku mau menikah dengan mu," jawab Rebecca.
"Kau gila, tentu tidak aku bukan pria yang bisa tidur dengan satu wanita," ucap Ari.
__ADS_1
Note : kita akan masuk ke dalam penderitaan Rebecca.