Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 58


__ADS_3

Berdansa dan membuat kue...


Malam yang berat bagi iqbaal dan viona telah berlalu, kini mereka semua sedang berkumpul bersama di meja makan untuk sarapan pagi...


"Ka, sampai kapan masa nyidam mu selesai..." ucap viona...


"Seperti nya tak akan perna selesai sampai bayi ini lahir..." ucap bella...


"Seperti nya kita harus berjuang selama 9 bulan..." ucap indah...


"Apa kalian keberatan..." ucap stiven...


"Tidak kami tidak akan keberatan, apa lagi buat cucu kami yang kembar itu..." ucap wijaya...


"Kalian tidak keberatan karena aku yang jadi tumbal nya tuan..." batin iqbaal...


"Apa kau keberatan frend..." ucap bella....


"Tidak nona, saya sangat suka jika anda menyuruh saya untuk melakukan sesuatu..." ucap iqbaal...


"Baiklah jika kau suka, nanti aku ada tugas untuk mu..." ucap bella...


"Baik nona..." ucap iqbaal...


"Sayang, selama hamil kamu dirumah terus kan..." ucap stiven...


"Tidak mas, aku harus ko toko semenjak acara pembukaan toko kemarin di kota b, pengunjung kami meningkatkan 200%... ucap bella...


"Tapi sayang, nanti kamu kecapean lo..." ucap stiven...


"Iya bell, sebaik nya kamu di rumah saja..." ucap wijaya...


"Kalian tenang saja, bella bisa jaga diri ko, nanti kalau bella merasa capek, bella pasti berhenti..." ucap bella...


"Yasudah kalau itu kemauan kamu, tapi kamu jangan sampai kelelahan ya..." ucap stiven...


"Oke bos..." ucap bella...


Setelah selesai sarapan mereka kembali beraktifitas seperti biasa nya, stiven mengantar bella terlebih dahulu ke toko nya setelah itu ia langsung menuju kantor nya karena ada rapat penting...


Sesampainya di kantor stive langsung menuju keruangan rapat, setelah rapat ia memilih untuk langsung keruangannya...


"Bal, bagiaman kaadaan si lalat pengganggu itu..." ucap stiven...


"Nona nia sudah di pecat dari pekerjaan nya dan sudah di kelurakan dari kampus nya, sedangkan perusahaan mahendra sedang berada di ambang kebangkrutan karena tekanan dari kita..." ucap iqbaal...


"Bagus, kalau si lalat busuk itu..." ucap stiven...


"Kalau kiki, ia setiap hari mengalami penyiksaan sesuai yang tuan perintahkan, kini tubuh nya sudah di penui dengan luka..." ucap iqbaal...


"Sudah lepaskan dia, aku tak ingin membunuh orang, dengan keadaan istri ku sedang hamil, lepaskan dia di pulau yang sangat jauh dari sini..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


"Tut... tut... tut..." suara hp milik stiven berbunyi...


"Iya sayang ada apa..." ucap stiven...


"Kamu bisa kesini tidak ajak asisten mu, penting..." ucap bella dan langsung mematikan sambungan telfon...


"Ada apa tuan..." ucap iqbaal...


"Istri ku memintah ku kesana dan membawa mu, sepertinya kau akan di beri tugas baru..." ucap stiven...


"Kira-kira apa ya tuan, tugas saya..." ucap iqbaal...


"Aku tak tau, mungkin membuat kue sambil berdansa..." ucap stiven...

__ADS_1


"Apa itu benar tuan..." ucap iqbaal...


"Tidak tau, aku hanya menebak nya saja, sudah cepat kita pergi, dia pasti sudah menunggu..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


Mereka pun keluar dari kantor vins grub dan langsung menuju toko kue milik bella, sesampainya di toko stiven beranjak menuju ruangan bella...


"Ada apa sayang..." ucap stiven sambil berjalan mendekati bella...


"Aku rindu kamu dan sepertinya ada tugas baru untuk asisten mu..." ucap bella...


"Kalau boleh tau apa tugas saya nona, jangan bilang saya di suruh berdansa sambil membuat kue..." ucap iqbaal...


"Kenapa kau sudah tau frend, dan bukan cuma itu kamu saya pasangkan dengan dini..." ucap bella...


"Tidak nona, lebih baik saya mengerjakan nya sendiri saja..." ucap iqbaal...


"Tidak frend, aku ingin kau bersama dini..." ucap bella...


"Ada apa buk, tadi panggil nama saya..." ucap dini...


"Din, kamu bantu iqbaal untuk membuat kue ya..." ucap bella...


"Apa buk, kenapa tuan iqbaal ingin membuat kue..." ucap dini...


"Bukan saya yang menginginkan nya, tetapi nona bella..." ucap iqbaal...


"Kenapa buk..." ucap dini...


"Saya juga tidak tau, mungkin keinginan si kembar..." ucap bella sambil mengusap perut nya...


"Apa buk, jadi ibu hamil..." ucap dini...


"Iya din, aku hamil..." ucap bella...


"Selamat ya buk, akhirnya hamil juga..." ucap dini...


Mereka pun menuju kedalam dapur, para pekerja yang sedang membuat kue menyingkir untuk sementara waktu...


"Na sekarang, kalian bisa membuat kue untuk saya, sambil berdansa..." ucap bella...


"Apa buk berdansa..." ucap dini...


"Iya din, sudah tidak ada penolakan..." ucap bella...


"Saya tidak bisa berdansa..." ucap dini...


"Iqbaal akan membimbing mu..." ucap stiven...


"Saya tuan..." ucap iqbaal...


"Sudah jangan banyak tanya cepat lakukan..." ucap stiven....


"Satu... dua... tiga... musik..." ucap bella sambil memutar musik...


Iqbaal dan dini dengan terpaksa menuruti semua kemauan si pasangan fenomenal itu... Iqbaal menarik tangan dini agar dini lebih dekat dengan nya...


"Kiri..." ucap iqbaal...


"Apa kanan..." ucap dini...


"Apa kau tuli, aku bilang kiri..." ucap iqbaal dengan nada yang agak tinggi...


"Ya mana ku dengar, musik nya terlalu keras..." ucap dini...


Mereka pun berdansa mengikuti alunan musik...

__ADS_1


"Masak kue..." ucap bella dan mematikan musik nya...


Seketika mereka langsung menuju alat dan bahan yang sudah di sediakan, dengan cekatan dini memulai semua nya...


"Tuan ambil kan mixer..." ucap dini...


"Baik la tunggu sebentar..." ucap iqbaal dan mengambil barang yang di minta dini...


"Ini barang nya..." ucap iqbaal...


"Tuan saya minta mixer bukan blender..." ucap dini...


"Ya mana ku tau..." ucap iqbaal...


"Woy apa kalian mau berdebat di situ..." ucap stiven...


"Musik..." ucap bella sambil memutar musik...


Iqbaal dam dini yang mendengar itu, langsung meninggal kan perdebatan mereka, mereka pun mulai berdansa...


"Kenapa gerakan mu cepat sekali..." ucap iqbaal...


"Tuan saja yang terlalu lama..." ucap dini...


"Ada ya wanita secerewet seperti mu..." ucap iqbaal...


"Jelas ada tuan, ini bukti nya..." ucap dini...


"Masak kue..." ucap bella dan mematikan musik nya...


Iqbaal dan dini pun kembali membuat kue, disini hampir semua dini yang mengerjakan...


"Garam tuan..." ucap dini...


"Ini..." ucap iqbaal...


"Tumben benar..." ucap dini...


"Saya tidak sebodoh itu..." ucap iqbaal...


Adonan kue ya pun sudah jadi, dini meminta iqbaal untuk memasuk kan adonan tersebut kedalam oven...


"Tuan tolong masukan kedalam oven..." ucap dini...


"Bagaimana caranya..." ucap iqbaal...


"Pakai sarung tangan itu, buka ovennya lalu masukkan adonan ya dan tutup ovennya..." ucap dini...


"Baiklan..." ucap iqbaal dan mulai melakukan nya...


"Musik..." ucap bella sambil memutar musik nya..


"Sayang apa kamu mau berdansa dengan ku...." ucap stiven...


"Tentu aku mau..." ucap bella...


Mereka pun berdansa bersama sampai kue yang iqbaal dan dini buat matang...


Episode ini bukan author yang buat, tapi kakak author, author harus kesekolah tadi jadi di gantikan, semoga kalian suka...


Hayo tim mana


Viona iqbaal atau dini iqbaal..


Terimakasih sudah mampir...


Novel ini sudah berganti judul dan vocer ya..

__ADS_1


Author juga Punya pengumuman penting,


Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cunta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...


__ADS_2