
"Katakan cepat, bagaimana bisa Nila bersama mu," ucap Vino.
"Aku tidak akan mengatakan nya, Nila sudah aku rubah, dia bukan Nila yang kau kenal dulu," kata Abraham.
Marvin benar-benar sudah kehilangan kesabaran nya, ia tidak peduli status Abraham sebagai papa tiri nya. Orang yang sudah berurusan dengan keluarga nya benar-benar harus di hukum.
"Dor dor dor," beberapa kali tembakkan kembali melesat keluar dari pistol yang Marvin pegang.
Tembakan itu tepat mengenai kepala dan jantung Abraham yang membuat Abraham mati seketika.
"Marvin kita belum mendengar penjelasan dari nya," kata Vino.
"Orang seperti itu tidak akan menjelaskan apapun yah, aku tidak mau kita kecolongan dua kali, dulu dia selamat dari bom yang kita ledakan. Sekarang aku tidak mau melihat nya hidup lagi."
"Ya kau benar, sudah ayo kita pergi, anak buah kita akan membereskan semua nya," kata Vino.
"Iya yah," ucap Marvin.
Setelah membereskan Abraham mereka berdua langsung bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Setelah pernikahan nya dengan Calvin, Sisil sama sekali tidak bisa menghubungi Abraham. Padahal sudah banyak yang ingin ia laporkan. Hal tersebut membuat Sisil sedikit gelisah, karena ia tidak tau apa hal selanjutnya yang harus ia lakukan.
"Kamu kenapa sayang," tanya Calvin.
__ADS_1
"Aku sedang bingung sayang," jawab Sisil.
"Bingung kenapa," tanya Calvin.
"Bingung," ucap Sisil sambil menutupi mulut nya, hampir saja ia keceplosan.
"Hayo kamu bingung, kenapa apa yang kamu sembunyikan," tanya Calvin sambil memeluk Sisil.
"Tidak ada sayang, aku bingung bagaimana cara mengimbangi permainan mu yang luar biasa itu," jawab Sisil sambil ingin mencium bibir Calvin, tetapi tiba-tiba Marcel yang sedang tertidur dari tidur nya, suara tangisan nya membuat ke dua orang tua nya tidak jadi berciuman.
"Sayang kamu tau saja daddy ingin membuat adik untuk mu," ucap Calvin.
"Coba kamu beri susu," kata Calvin.
"Maksud ku susu mu," kata Calvin.
"Eh mana mungkin bisa, aku tidak memiliki asi," ucap Sisil.
"Tidak papa coba saja, aku membuatkan dia susu sedangkan kamu coba menyusui nya, aku saja bisa diam bila di beri itu apalagi Marcel," kata Calvin.
Sisil pikir tidak ada salah nya mencoba, mana tau Marvel bisa diam selagi daddy nya membuat kan susu formula untuk nya.
"Akhhkkk," ucap Sisil karena Marcel menghisap nya sangat kuat. Sudah sama seperti daddy nya.
__ADS_1
Sisil menahan tawa nya saat Marcel melepaskan milik nya, karena memang tidak mengeluarkan apapun dari dalam sana.
"Kamu jengkel sayang," tanya Sisil.
"Sudah jadi." Calvin langsung memberikan susu yang ia buat ke pada Marcel.
"Sayang milik ku memerah kenapa," tanya Calvin.
"Itu ulah anak mu sayang, bahkan isapan nya lebih keras dari diri mu," jawab Nila.
"Kalau begitu aku saja yang mengisap nya," ucap Calvin sambil mendekati milik istri nya.
Sisil hanya bisa diam melihat suami dan anak nya menyusu, Marcel menyusu susu Formula sedangkan Calvin menyusu susu gantung.
"Pelan-pelan," ucap Sisil.
"Aku ingin lebih sayang," kata Calvin.
"Bagaimana dengan anak ku," tanya Sisil.
"Aku akan membawa nya ke kamar Alka," jawab Calvin.
Sementara itu Calvin Rebecca harus kembali kecewa karena Calvin sudah kembali menikah, tetapi hal itu tidak menyurutkan niat nya.
__ADS_1