Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 147


__ADS_3

"Tidak yah, aku mau pulang aku tidak mau dekat-dekat dengan nya," ucap Calvin.


"Dia ayah mu Calvin, jangan seperti itu, ayo minta maaf pada ayah mu," kata Vino.


"Tidak mau yah, sudah aku katakan tadi yah, jika dia ayah ku kenapa baru sekarang dia mencari ku, dulu saat mommy masih hidup dia kemana, mommy hidup sendiri," ucap Calvin.


"Calvin ini semua karena keluarga mommy mu, dia mengancam ayah jika ayah mendekati mommy mu dan kau, mereka akan membunuh ayah, mereka tidak akan memberikan kesempatan ayah untuk bertemu dengan mu," kata Erwin.


"Erwin sudah aku katakan jangan paksa dia, Calvin bukan orang yang suka di paksa," ucap Stiven.


"Bohong kau berbohong, aku membenci orang seperti mu, semua keluarga ku sudah meninggal sudah pergi dari ku, kau bukan siapa-siapa, aku hanya memiliki satu ayah, kakek jangan percaya dengan nya dia hanya ingin mengambil semua ini," kata Calvin.


"Calvin sudah, jangan berlebihan ayah mu tidak seperti itu, kalau dia ingin mengambil semua ini kakek langsung yang akan memenggal kepala nya, ini semua milik ku hak mu," ucap Stiven.


"Ayah aku mau pulang, jika tidak aku pulang sendiri, aku tidak mau dekat-dekat dengan nya," kata Calvin.


"Calvin aku ayah mu, kalau kau mau kita bisa tes DNA, aku bersumpah tidak akan mengambil apapun dari mu," ucap Erwin.

__ADS_1


Erwin berjalan mendekati Calvin dan berlutut di depan Calvin agar Calvin mau menerima nya, sudah sangat lama ia ingin bertemu anak nya ini tapi banyak halangan yang membuat nya tidak bisa bertemu dengan Calvin.


"Calvin kau tidak boleh begitu kita akan pulang tapi jangan seperti ini pada ayah kandung mu," ucap Vino.


Ikatan batin ayah dan anak tetap lah ada hati Calvin tertegu saat melihat Erwin berlutut di depan nya, ia merasa sangat bimbang saat ini karena ia belum percaya dengan Erwin seutuhnya. Ia percaya Erwin ayah nya tapi ia tidak percaya jika Erwin tidak memiliki maksud lain.


"Ayah," ucap Calvin sambil manahan tangis nya.


Si cengeng yang sedari tadi tidak menangis akhirnya menangis juga, ia memeluk Erwin sambil menangis sesegukan. Akhirnya diri nya dapat bertemu dengan seseorang yang di sebut dengan ayah, Calvin mencoba berpikir positif untuk tidak curiga yang tidak-tidak pada ayah nya.


"Kau jahat aku membenci mu, kenapa kau datang saat seperti ini, aku membenci mu hiks hiks hiks."


"Tidak papa, aku pantas di benci, benci aku asalkan kau mau menerima ku." ucap Erwin.


Vino dan Stiven pergi meninggalkan mereka berdua, Vino sedikit terharu akhirnya anak menantu kesayangan nya sudah memiliki seorang ayah, ia tidak akan bermanja pada diri nya lagi.


"Dia sudah memiliki seorang ayah, semoga dengan ini dapat menyembuhkan sindrom aneh yang menimpa nya," ucap Vino.

__ADS_1


"Selamat melepaskan menantu mu itu Vin, dia sudah memiliki ayah dan tidak akan bermanja lagi pada mu," kata Stiven.


"Iya dad, aku pasti sangat merindukan nya," ucap Vino.


Di dalam Calvin masih tidak berhenti menangis, Erwin terkekeh saat melihat anak laki-laki yang ternyata sangat cengeng. "Sudah mau sampai kapan kau menangis, anak laki-laki tidak cengeng," ucap Erwin.


"Aku tidak cengeng, aku akan menjadi daddy mana mungkin aku cengeng," kata Calvin sambil mengusap air mata nya.


"Kau sudah menikah, umur mu masih muda dan kau sudah menikah," tanya Erwin yang cukup terkejut.


"Iya yah, aku di jodoh kan oleh mommy, awal nya ku tidak mau karena aku pikir mertua ku akan galak dan menyiksa ku. Tapi tidak yah keluarga mertua ku sangat baik mereka menerima ku, dan istri ku sangat cantik." jawab Calvin.


"Jadi kau sudah bisa membuat anak, wah aku akan menjadi kakek," kata Erwin.


"Itu keahlian ku yah, aku sangat jago dalam membuat anak, bukti nya istri ku sudah hamil karena tusukan ku," ucap Calvin dengan sangat bangga.


"Anak ku ternyata sangat mesum ya, ayah bersyukur kau tumbuh dengan baik," kata Erwin.

__ADS_1


__ADS_2