
"Kau sangat dekat dengan daddy mu ya," kata Fiyya.
"Iya begitu lah, dulu aku anak pria satu satunya, aku selalu bersama daddy jadi kami sangat dekat."
"Oh begitu, kalian berdua juga sangat mirip."
"Tidak, kami tidak terlalu mirip, ada kembaran ku jauh lebih mirip dengan ayah ku," kata Nathan.
"Oh iya aku tau, aku pernah dengar kalian memiliki kembaran, wah daddy mu sangat pintar membuat anak."
Sejak saat itu mereka berdua mulai dekat. Fiyya benar benar tipe seorang nathan, Nathan ingin sekali mendapatkan Fiyya tetapi ia sadar jika keluarga nya tidak mungkin mengizinkan nya berpacaran.
Beberapa hari setelah pertemuan itu, mereka berdua berkomunikasi hanya melalui wa saja, Marvin kembaran Nathan merasakan ada yang berbeda dari Nathan beberapa hari ini, Nathan terlihat senyum sendiri saat menatap layar handphone nya.
"Nathan." Marvin melompat ke atas kasur dan memeluk kembaran nya itu.
"Ada apa," tanya Nathan.
"Ada yang aneh dari mu, kau sedang jatuh cinta ya," tanya Marvin.
"Tidak ah siapa yang jatuh cinta, aku tidak sedang jatuh cinta," jawab Nathan.
__ADS_1
"Ah kau tidak menyakinkan, aku kembaran mu, sudah cerita saja pada ku."
"Hahaha kau tau saja ya, hmmmm ya lah aku sedang jatuh cinta," kata Nathan.
"Hahaha sudah aku duga, bagaimana dia. Siapa si yang berhasil mencuri perhatian seorang Nathan," tanya Marvin.
"Hahaha dia seperti wanita pada umumnya, cantik dan sangat seksi, bagaimana si agar dia mau memberikan aku itu, kata nya kalau pacaran bisa melihat hal itu."
"Otak kotor, aku tidak pacaran saja sudah enak enak hahaha. Jangan begitu, sudah lah menikah saja."
"Jangankan untuk menikah, pacaran saja tidak boleh. Kau aneh daddy sangat berbeda pada ku, jika sama mu saja boleh ini itu, tapi dengan ku, jangan harap lah."
"Ya ya ya," kata Nathan.
"Sudah ayo temani aku," kata Marvin.
"Mau kemana ni," tanya Nathan
"Membeli pengaman," jawab Marvin.
"Ah kau itu saja yang kau beli, berapa sehari si," tanya Nathan.
__ADS_1
"Hmmmm tergantung keinginan ku. Kau mau video nya, aku susah membuat nya beberapa kali."
"Ah kau bohong, berulang kali aku meminta, tapi tida kau berikan," kata Nathan.
"Hahaha ayo kita nonton bersama." Marvin mengambil handphone nya. Ia berniat nonton bersama dengan Nathan.
"Itu mah bukan kau, aku ingin melihat mu," kata Nathan.
"Kau lihat saja lah dulu," ucap Marvin.
"Nah itu baru ku, wah sosis kita ukuran nya sana ya, tapi kau agak hitam."
"Iyalah yang punya nya berwarna pink muda," kata Marvin.
"Hahaha, Marvin bantu aku membentuk banda seperti mu itu, aku ingin sekali."
"Kau saja jarang latihan, bagaimana bisa," kata Marvin.
Di tempat lain, Calvin, Vino dan Stiven sedang bersama. Mereka membahas permasalahan yang datang saat proses pemindahan kekuasaan Calvin. Hal ini membuat mereka bertiga cukup bingung, karena memang sudah lama tidak ada masalah seperti ini.
"Apa saja lah masalah ini, kenapa datang saat istri ku hamil," kata Calvin
__ADS_1