Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 67


__ADS_3

"Sebentar nya berapa mantan mu Alka." Tanya Calvin.


"Hmmm, berapa ya, aku tidak tau. Dulu aku memiliki 3-4 pacar dalam satu bulan saja." Jawab Alka.


"Gila, Buaya macam apa kau." Ucap Calvin.


"Dulu kehidupan ku sangat bebas, aku tidak suka minum tanpa di temani seorang wanita. Bahkan setiap aku luar kota aku pasti mendapatkan pacar baru."


"Cih, bagaimana seorang buaya seperti mu bisa sangat bucin pada Amanda." Kata Calvin.


"Itu yang tidak bisa aku pikirkan, di mata ku wanita lain tidak memiliki aura, aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita mana pun. Tapi saat melihat Amanda saja adik ku langsung memberontak, dia wanita tercantik yang ada di dunia ini."


"Apa itu benar, apa hanya keluar dari mulut Buaya mu saja." Tanya Calvin.


"Benar Calvin, percaya dengan ku. Dulu kau pernah mencintai nya bukan."


"Itu masa lalu Alka, jangan kau bahas nanti aku cemburu."


"Iya si aku cemburu saat mengingat itu." Kata Alka.


"Aku memiliki kenangan tersendiri bersama Amanda Dia mencuri ciuman pertama ku Alka." Ucap Calvin.


"Bodoh, aku yang mencium nya pertama kali, bahkan langsung mencetak gol."


"Sudah kita harus bekerja, dan aku menanti para jalang mu yang bermunculan kembali."


"Ah sial, demi mereka aku harus mengeluarkan jutaan dolar." Ucap Vino.

__ADS_1


Vino berjalan masuk ke dalam ruangan Calvin dan juga Alka. Ia tersenyum bahagia saat melihat Alka dan Calvin saling membantu dalam bekerja.


"Ini pemandangan yang indah, begini kan enak kalian akur." Ucap Vino.


Calvin dan Alka terkejut dengan kedatangan Vino, mereka menatap Vino secara bersamaan dan tak lama kembali fokus bekerja tanpa memperdulikan Vino.


"Hey kalian masih marah pada ku." Tanya Vino sambil berjalan mendekati Alka dan Calvin.


"Calvin, kata mu kau tidak marah pada ku." Ucap Vino.


"Itu tadi malam, tapi setelah aku pikir ayah selalu mudah sekali terpancing emosi. Sudah dua kali aku menjadi korban."


"Maaf, ayah tidak akan seperti itu lagu, ayah janji." Ucap Vino.


"Bukan nya ayah pernah janji begitu pada ku, tapi apa ayah masih mengutamakan emosi ayah."


"Kalian benar, aku tidak pantas untuk di maaf kan." Ucap Vino sambil menundukkan kepala nya.


Calvin sama sekali tidak tega pada Vina, ia melirik ke arah Alka untuk meminta persetujuan agar menyudahi sandiwara ini.


Calvin mendekati Vino dan memeluk Vino. "Kata siapa, kau tetap ayah terbaik ku, orang tua ku saat ini hanya kau, mana mungkin aku tidak memaafkan mu." Ucap Calvin.


"Hahaha kamu hanya becanda pah, kami tidak benar-benar marah pada mu." Ucap Alka sambil makan ikut memeluk Vino.


"Jadi kalian hanya mengerjai aku." Tanya Vino.


"Hehehehe iya." Ucap mereka berdua dengan kompak sambil melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Kalian ya, kalian benar-benar membuat ku takut." Vino bernafas dengan lega.


"Hahaha maaf yah, ini semua rencana ku." Kata Calvin.


"Kalian tau padahal aku ingin memberikan sesuatu." Vino mengeluarkan dua kotak dari dalam jas nya.


"Apa itu yah." Tanya Calvin.


Vino membuka dua kotak itu yang berisikan dua jam tangan yang sangat mewah.


"Pah, jam tangan itu untuk kami." Mata Alka berbinar melihat jam tangan itu.


"Tidak, kalian sudah menipu ku dengan berpura-pura marah pada ku." Ucap Vino.


"Tidak kami benar-benar marah pada mu, berikan jam tangan itu pah."


"Alka spesial apa jam tangan itu sampai kau menginginkan nya." Tanya Calvin.


"Apa kau bodoh, jam tangan itu sangat mahal, hanya ada beberapa di dunia ini. Aku sudah pernah meminta belikan pada ayah ku tapi dia menolak nya."


"Aku mau." Calvin langsung menyambar jam tangan itu.


"Terimakasih yah, aku sangat senang." Calvin langsung memakainya.


"Padahal aku belum memberikan nya pada mu."


"Kau tidak mau Alka." Tanya Vino.

__ADS_1


"Tentu mau yah, terimakasih."


__ADS_2