Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 116


__ADS_3

"Kamu kenapa mas." Tanya Wulan.


"Aku tertabrak mobil, bisa bantu aku mengobati luka ini."


"Eh iya tunggu sebentar." Ucap Wulan.


Wulan berjalan mengambil kotak p3k setelah menemukan nya ia kembali mendekati Marvin yang sedari tadi meringis menahan sakit di tubuh nya.


"Perlahan." Ucap Marvin.


"Iya mas." Wulan menggunakan kelembutan nya saat mengobati luka Marvin.


"Tapi saat malam pertama kita, aku tidak bisa perlahan, aku akan langsung membuat mu berteriak." Ucap Marvin yang memiliki berbagai macam fantasi.


"Bisa tidak membicarakan tentang ranjang untuk saat ini mas."


"Kenapa sayang, ssstt apa tamu mu sudah selesai." Tanya Marvin sambil mendekati leher Wulan. Ia mengecup leher itu sampai meninggalkan bekas merah.


"4-7 hari mas, tapi biasa nya aku 5 hari saja sudah selesai." Jawab Wulan.


"Lama sekali dan aku setiap bulan harus berpuasa selama itu."


"Iya mas, belum lagi saat aku hamil dan melahirkan, bisa jadi 3 bulan."


"Apa!!! Tidak-tidak, hmmm aku belum ingin mempunyai anak kalau begitu, nanti saja kalau aku sudah puas." Ucap Marvin.


"Aku tidak boleh kb sebelum mempunyai anak mas." Kata Wulan.


"Untuk itu kamu tenang saja, aku yang akan mengatur nya." Ucap Marvin.


Nathan saat ini benar-benar sedang marah pada Marvin, tangan nya geram ingin memukuli wajah Marvin yang menurut nya sangat bodoh.


"Bisa-bisa nya dia membela jalang itu, lihat saja sampai dia bertemu dengan jalang itu lagi aku benar-benar tidak akan memaafkan nya." Ucap Nathan.

__ADS_1


"Hey Nat, kau kenapa." Tanya Calvin.


"Bagus kau datang aku ingin memukul seseorang." Jawab Nathan.


"Enak saja, kau pikir aku apa."


"Sini lah, biarkan tangan ku bergerak memukul ku, cepat." Nathan menarik tangan Calvin dan langsung memukul tubuh Calvin.


"Hahaha ini yang kau katakan pukulan." Tanya Calvin.


"Mana mungkin aku memukul orang cengeng seperti mu." Jawab Nathan.


"Enak saja, mana ada aku cengeng. Aku pria jantan dan sangat jago di ranjang adik mu saja aku buat hamil."


"Halah semua orang bisa membuat wanita hamil, milik mu saja sangat kecil."


"Kecil dari mana, besar iya, berapa ukuran mu." Tanya Marvin.


Nathan mendekati kuping Marvin dan membisikkan sesuatu pada nya.


"Hahaha kau terkejut, kata ayah sudah genetika keluarga kami." Jawab Nathan.


"Aku menyesal menanyakan hal itu." Ucap Marvin.


Malam hari nya mereka semua berkumpul untuk makan malam bersama. Nathan yang biasanya duduk di samping Marvin kali ini ia beranjak duduk dekat dengan ayah nya.


Vino mengerti jika Nathan masih kesal dengan kakak nya, sebenarnya ia juga marah pada Marvin setelah Nathan menceritakan semua nya.


"Kau masih marah." Tanya Vino.


"Aku malas berbicara dengan nya." Jawab Nathan.


"Jika kau terus seperti ini, dia akan kembali pada adik tiri nya."

__ADS_1


"Aku curiga adik tiri nya suka menggoda pria hidung belang, kami saja bertemu di bar." Ucap Nathan.


"Apa kalian berdua ke bar." Tanya Vino dengan suara yang tinggi.


"Glek." Marvin dan Nathan menelan air liur nya secara kasar.


"Siapa yang membawa mu ke bar." Tanya Vino.


"Anu yah hmmm anuu..


"Marvin kau yang membawa adik mu." Tanya Vino.


"Sayang nanti kita bahas setelah makan malam ini selesai." Ucap Citra.


Setelah selesai malam malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga dan Nathan dan Marvin sebagai tersangka malam ini.


Calvin dan Alka hanya tersenyum melihat kedua adik mereka sebagai tersangka, untung saja umur Alka dan Calvin sudah di perbolehkan ke bar karena umur mereka sudah di atas 21 tahun.


"Bagaimana kalian bisa masuk ke dalam bar." Tanya Vino.


"Marvin yang mengajak ku." Jawab Nathan.


"Marvin kau lagi yang berulah." Ucap Vino.


"Tidak yah, pertama aku yang mengajak nya, aku berubah pikiran dan tidak jadi mengajak. Tetapi Nathan memaksa ku untuk membawa nya ke bar." Jelas Marvin.


"Jadi siapa yang salah." Tanya Alka.


"Kau diam, kau tidak ada sangkut paut nya." Ucap Nathan.


"Kamu berdua salah yah." Ucap Nathan.


"Kalian berdua mulai nakal ya, sudah bunda katakan jangan pergi ke bar." Ujar Citra.

__ADS_1


"Maaf bunda." Ucap mereka berdua.


"Sekarang ayah tanya hukuman apa yang kalian inginkan." Tanya Vino.


__ADS_2