
"Apa ada apa ini, kenapa kumpul semua," tanya Calvin.
"Dimana istri mu," tanya Vino.
"Sedang tidur," jawab Calvin.
"Sini lah, kau mau dengan Informasi penting tidak," tanya Vino.
"Apa yah, jangan membuat ku penasaran." Calvin langsung duduk di tengah-tengah antara Nathan dan Vino.
"Kau ya, kan masih banyak tempat lian," ucap Nathan dengan kesal karena Nathan harus bergeser.
"Maaf Nat, jangan terlalu galak pada ku. Infomasi apa yah, kau sudah berhasil mengalahkan tuan nya Sisil kan?"
"Itu yang aku ingin katakan pada mu, Sisil adalah Nila dan Nila adalah sisil. Mereka berdua orang yang sama tetapi memiliki sifat yang berbeda. Semua itu karena Abraham musuh bebuyutan keluarga kita," kata Vino.
"Jadi benar Sisil adalah Nila. Jadi aku menikah dengan wanita yang sama," ucap Calvin.
"Aku akan memberitahu semua fakta ini pada nya." Calvin langsung berdiri tetapi Vino menarik nya duduk kembali.
__ADS_1
"Ada apa yah, aku harus memberitahu istri ku," tanya Calvin.
"Kau tidak boleh memberitahu nya," jawab Vino.
"Kenapa yah, ini informasi yang baik," tanya Calvin.
"Kau akan mengatakan keluarga kita yang membunuh Abraham dan kau akan mengatakan dengan gamblang jika Sisil adalah Nila. Kau tau pasti Abraham sudah merubah pola pikir Nila menjadi Sisil saat ini. Jika kau mengatakan hal itu, Sisil berpikir jika kau berbohong dan kau pembunuh tuan nya." ujar Stiven.
"Jadi begitu kek, kakek benar. Baiklah aku tidak akan memberitahu nya. Aku akan membantu nya untuk mengingat semua kita lagi, aku yakin di dalam ota kecil Sisil masih ada kita walaupun Abraham sudah berusaha untuk menghapus ingatan nya," kata Calvin.
Saat sedang berbincang bersama tiba-tiba Erwin dan Piter datang. Mereka berdua meminta untuk berbicara dengan Calvin enam mata.
"Ada apa yah, kenapa tidak di dalam saja," tanya Calvin.
"Maaf ya aku lupa memberitahu mu, aku terlalu terburu-buru," ucap Calvin.
"Iya aku memang tidak pernah kau prioritas kan. Kau tau aku sudah capek-capek mencarikan wanita untuk mu, tapi apa yang aku dapatkan kau malah sudah menikah lagi Dan tidak memberitahu ku. Aku kecewa dengan mu Calvin," kata Erwin.
"Ayah sudah aku katakan tadi, berbicara dengan baik, jangan menyalahkan Calvin," ujar Piter.
__ADS_1
"Ayah aku sudah mengatakan nya apa pada mu waktu itu, aku akan mencari wanita ku selama satu bulan jika tidak ketemu baru kau yang mencari nya. Belum ada satu bulan yah, baru beberapa minggu dan sudah menemukan wanita ku."
"Jika begitu kenapa kau tidak memberitahu ku, apakah etis aku tau kau menikah dari Piter, bukan dari mu," tanya Erwin.
"Sudah lah aku memang tidak pernah aku anggap, aku tidak kaya seperti ayah mertua mu sehingga kau tidak memperdulikan ku." Erwin pergi meninggalkan Calvin.
"Calvin kau tenang saja ayah hanya kecewa dengan mu, aku akan mengatasi ini semua," kata Piter.
"Tolong sampai kan permintaan maaf ku untuk nya, nanti malam aku akan datang ke rumah bersama istri ku."
"Iya Calvin aku tunggu kedatangan mu," ucap Piter dan pergi meninggalkan Calvin untuk menyusul Erwin.
Calvin kembali masuk ke dalam, ia memang merasa bersalah pada ayah nya. Sebagai anak seharusnya ia memberitahu Erwin soal pernikahan nya. Calvin juga merasa lebih condong ke ayah mertua nya di banding kan ayah kandung nya.
"Kenapa Calvin," tanya Vino.
"Tidak ada ya, oh iya nanti malam aku akan menginap di rumah ayah Erwin, mungkin satu atau dua hari," jawab Calvin.
"Oww pergi lah, jaga istri dan anak mu dengan baik," kata Vino.
__ADS_1
Cerita Nathan dan yang lainnya akan di sambung di novel ini.