Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 23


__ADS_3

Calvin kembali masuk ke dalam kamar nya dengan membawa laptop milik Nathan yang berisikan video yang akan membimbing nya.


"Laptop, untuk apa kak? "


"Untuk menonton." Calvin naik ke atas kasur dan kembali merebahkan diri nya di samping Nila.


"Apa yang ingin kakak tonton, bukan nya ada televisi di kamar ini." Nila sedikit mepet kearah Calvin.


"Nila buka baju mu." Ucap Calvin.


"Membuka baju, untuk apa kak. Aku malu." Kata Nila.


"Buat apa malu Nila, aku suami mu. Lihat kita harus mengikuti seperti yang ada di film ini."


"Aku juga akan membuka baju ku." Ucap Calvin tanpa ragu membuka baju nya.


"Sudah jangan malu." Calvin membantu Nila membuka baju nya.


"Glek." Calvin menelan air liur nya secara kasar saat melihat tubuh mulus Nila. Benda milik Nila cukup terlihat dengan jelas, karena hanya tertutup oleh kaca mata berwana merah muda.


"Nila, aku baru pertama kali melihat tubuh wanita, ternyata seindah ini." Ucap Calvin.


"Kak." Nila menutup tubuh nya dengan tangan karena merasa sangat malu.


"Sudah jangan malu." Calvin menarik Nila dan meletakkan nya di atas dada bidang nya.


Kulit mereka yang saling bersentuhan menimbulkan rasa nya yang cukup aneh. Nila sendiri cukup terkejut saat menyentuh dada bidang Calvin terasa sangat kokoh. Tangan nya juga di letakan Calvin di atas perut sixpack Calvin yang membuat Nila semakin tidak karuan.


"Kita mulai lagi ya." Ucap Calvin.


Mereka berdua menonton film anu itu sampai habis, Dengan teliti Calvin memperhatikan semua yang bisa di pelajari dan mengingat semua nya di dalam otak nya.

__ADS_1


Setelah satu jam berlalu film itu pun berakhir, tubuh mereka sama-sama terasa hangat dan mereka berdua sama-sama sudah basah.


Calvin meletakkan Nila di bawa tubuh nya, bibir nya kembali menyentuh bibir Nila. Saat sudah menempel cukup lama, Calvin mulai mempraktekan seperti apa yang ia lihat di film tadi.


Nila terkejut saat lidah Calvin menembus bibir nya, sampai ia tidak bisa bernafas dan tersedak. Nila langsung mendorong Calvin untuk mengambil nafas.


"Uhukuhuk" Nila berusaha mengatur nafas nya.


"Maaf." Ucap Calvin.


"Tidak, seharusnya aku yang minta maaf."


"Sudah kita coba lain kali, aku mengantuk, kamu mau tidur tidak." Tanya Calvin.


"Iya kak, aku juga sudah mengantuk." Jawab Nila.


Calvin kembali meletakkan Nila di atas tubuh nya dan mereka tidur sambil berpelukan.


Hati nya masih tidak terima walaupun orang yang merusak nya telah berubah dan bersama nya saat ini. Sesampainya di apartemen Alka langsung merebahkan diri nya di atas kasur, melihat Amanda mencari barang yang akan mereka bawa pulang.


"Sayang, ayo kita main kuda-kudaan." Ucap Alka.


"Ah nanti malam saja, di rumah." Tolak Amanda.


"Sayang, sekarang saja. Nanti malam tidak lagi, aku janji." Ucap Alka.


"Kenapa harus sekarang." Amanda mendekati Alka.


"Aku tidak tau, kamu terlalu untuk di lewatkan." Alka menarik tangan Amanda.


"Sayang, nanti jika terjadi sesuatu pada anak kita bagaimana."

__ADS_1


"Maaf, aku terlalu bersemangat." Alka mulai membuka baju Amanda satu persatu.


"Sayang, milik mu sangat menggoda ku." Ucap Alka.


"Kamu tau aku langsung mengingat kejadian malam itu." Kata Amanda.


"Sayang, jangan di bahas aku minta maaf, aku salah." Alka sangat merasa bersalah pada Amanda.


"Iya maaf, aku tidak akan membahas nya." Ucap Amanda.


Hari cepat berlalu, Vino dan Citra merasa bingung karena Calvin dan Nila belum menampakkan batang hidung mereka. Vino berinisiatif memeriksa mereka berdua ke dalam kamar.


"Tidak di kunci." Batin Vino.


Vino langsung masuk ke dalam kamar, dugaan nya tepat sekali kedua anak nya sedang tidur sambil berpelukan. Vino cukup terkejut karena Calvin tidak memakai atasan begitu juga dengan Nila.


"Aku akan mendapatkan cucu dobel." Ucap Vino dan pergi meninggalkan kamar itu.


Saat Vino keluar, Calvin dan Nila bangun secara bersamaan karena mendengar suara pintu yang tertutup. Tangan Alka tidak sengaja menyentuh benda mikir Nila yang membuat benda itu bergoyang.


"Eh maaf." Ucap Calvin.


"Kenapa minta maaf kak, aku tau kakak tidak sengaja." Kata Nila.


"Kalau aku sengaja kamu marah tidak." Tanya Calvin.


"Seharusnya tidak, kakak kan suami ku, bagaimana mungkin aku bisa marah." Jawab Nila.


Tangan Calvin mulai bergerak memegang benda itu, ia sudah mendapat kan izin dari pemilik nya. Jadi tidak perlu takut pemilik nya marah. Calvin sangat penasaran dengan benda yang membuat kaum lelaki bertekuk lutut.


"Wow luar biasa." Ucap Calvin.

__ADS_1


__ADS_2