Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 165


__ADS_3

"Wah keponakan ku tampan sekali," ucap Nathan.


"Kakak aku sangat merindukanmu." Vira langsung memeluk Vino dengan erat.


"Kakak juga sayang, dimana suami mu, kenapa kau bersama Mark," tanya Vino.


"Dia akan segera datang kak, masih memikirkan mobil, mobil kalian terlalu banyak sampai sulit mencari tempat parkir," jawab Vira.


"I'm coming," teriak Kevin.


"Itu paman yang bersumpah kalau kau akan menjadi hiper," kata Nathan.


"Aku sudah tau, mereka berdua kembar," tanya Marvin.


Vira melirik ke arah Marvin, ia lupa jika Marvin anak Vino yang hilang, "Iya berdua kembar," jawab Vira.


"Apa kabar Vin," tanya Mark sambil memeluk Vino.


"Aku sangat baik, bagaimana dengan mu, dimana istri mu," tanya Vino.


"Istri ku tidak ikut, anak laki-laki ku masih ujian sekolah, jadi tidak bisa kemana-mana," jawab Mark.


"Kau tidak bertanya kabar ku Vino," ujar Kevin.


"Kita baru bertemu satu bulan lalu, bagaimana kabar mu Kevin," tanya Vino.


"Sangat baik, apalagi aku mendapatkan bayi kembar," jawab Kevin.

__ADS_1


"Vira," ucap Bella saat melihat putrinya, mereka sudah sangat lama tidak bertemu.


"Mommy daddy," Vira berlari dan langsung memeluk mereka berdua.


"Sayang kamu pulang tidak memberitahu kami," kata Bella.


"Iya Vir, kenapa tidak memberitahu kami, dimana cucu ku vir," tanya Stiven.


"Di sana dad dengan para paman nya," jawab Vira.


Stiven mendekati Nathan dan Marvin yang sedang menggendong anak Vira. "Hey kalian berdua, berikan cucu ku pada ku," ucap Stiven.


"Tuan Stiven," kata Mark.


"Tuan panggil aku seperti biasa nya."


Mark tersenyum mendengar ucapan Stiven, keluarga ini masih tidak berubah. "Apa kabar pah," tanya Mark.


"Aku menikah sudah lama pah, anak dan istri ku tidak bisa ikut," jawab Mark.


Stiven duduk dan langsung memangku ke dua cucu nya, akhirnya Vira memiliki anak kembar juga meskipun tidak terlalu mirip dengan nya.


"Siapa nama cucu ku Vir, maafkan opa sayang opa tidak tau siapa nama mu, bunda mu melarang opa bertemu dengan mu," kata Stiven.


"Edsel untuk kakak nya dan Erwad untuk adik nya." jawab Vira.


"Kenapa nama nya sangat sulit seperti orang bule saja," ujar Vino.

__ADS_1


"Aku yang memberikan nama nya, keren bukan," ucap Kevin dengan bangga.


Keluarga ini semakin bahagia setelah kedatangan Vira yang sangat tidak terduga, mereka semua bercanda dan tertawa bersama.


"Perkenalkan kak, aku Rebecca." Rebecca memberikan senyuman semanis mungkin.


"Aku Nila, panggil saja Nila tidak perlu pakai kak, kita seumuran," kata Nila membalas senyuman dari Rebecca.


Calvin yang sedang berbincang dengan Piter dan Erwin sedikit terganggu melihat Nila dan Rebecca yang duduk bersama, ia takut wanita yang ia juluki ular itu berbuat aneh-aneh pada istri nya.


"Ada apa Calvin, aku seperti tidak tenang," tanya Erwin.


"Dia belum mendapatkan jatah yah, makan nya ia tidak tenang," saut Piter.


"Kau tau saja aku belum dapat jatah, ayah dan Piter sudah bisa masuk ke kantor besok," ucap Calvin.


"Wah ayah sudah tidak sabar bekerja di perusahaan besar," kata Erwin..


"Terima kasih Calvin," ucap Piter.


"Aku masih marah pada mu," kata Calvin dan berjalan mendekati istri nya.


"Sayang waktu nya istirahat, ayo tidur," Calvin memeluk Nila yang sedang duduk.


"Aku istirahat dulu Rebecca, senang bisa berkenalan dengan mu," kata Nila.


Calvin dan Nila langsung masuk ke dalam kamar, su sana Calvin langsung menginterogasi Nila karena dekat-dekat dengan Rebecca.

__ADS_1


"Untuk apa kamu marah," tanya Nila.


"Dia berbahaya sayang, jangan Dekat-dekat dengan nya, aku khawatir dengan bayi kita," jawab Calvin.


__ADS_2