
"Apa istri mu sudah hamil," tanya Nathan.
"Belum seperti nya, kenapa kau mau melihat bagaimana aku sangat jago dalam hal seperti itu," tanya balik Marvin.
"Tidak bodoh aku hanya bertanya, oh iya aku baru mengenal seorang wanita, nama nya Laura," ucap Nathan.
"Dia orang mana, terus kau sudah bertemu dengan nya belum."
"Dia orang sini, tapi aku belum mengenal nya, Rey yang mengenalkan kami," ucap Nathan.
"Bertemu dulu dengan nya, baru menjalin hubungan jangan asal menjalin hubungan bodoh," kata Marvin.
"Iya aku tau, aku masih berkenalan dengan nya, pdkt dulu."
"Semoga berhasil aku sudah memiliki istri jadi aku tidak memerlukan hal seperti itu lagi," ucap Marvin.
"Nanti malam temani aku ya, aku ingin bertemu dengan nya di cafe," kata Nathan.
"Beres, untuk mu semua akan aku lakukan," ucap Marvin.
Sementara itu Vino sedang berada di kamar Calvin yang sudah sembuh dari sakit cacar nya, Vino masih ragu untuk menyampaikan pada Calvin jika ia mengalami gangguan, pasti itu akan membuat Calvin berpikir yang tidak-tidak.
"Calvin mulai sayang kau tidak boleh bersikap seperti anak kecil, dan selalu tanggung jawab terdapat sesuatu yang kau lakukan," ucap Vino yang membuat Calvin terkejut.
__ADS_1
"Maksud nya yah, aku menangis karena aku sedih, aku selalu bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan," tanya Calvin.
"Inti nya berubah menjadi lebih dewasa mulai saat ini jangan ada tangisan lagi," jawab Vino.
"Iya iya, dimana istri ku," tanya Calvin.
"Dia ada di kamar sebelah, nanti setelah aku keluar pasti dia akan masuk," jawab Vino.
"Asik jatah ku, aku akan meminta nya," ucap Calvin.
Di Eropa sana Erwin kembali bersama para anak buah nya, kali ini Stiven bersama Iqbaal sudah berada di sana untuk berbicara dengan Erwin yang membuat kekacauan belakang ini.
"Kau yang membunuh wanita ku" ucap Erwin.
"Dia korban dari kekejaman keluarga nya sendiri, dan kau siapa, kau bilang wanita mu, bukan nya suami nya sudah meninggal," kata Stiven.
"Anak mu, siapa anak mu, kenapa kau bertanya pada kami, dan apa maksud kekacauan yang kau buat," tanya Stiven.
"Ini perusahaan istri ku, anak ku bersama nya, aku ingin bertemu dengan nya," jawab Erwin.
Stiven berbisik oleh Iqbaal dan mencari informasi tentang orang yang berada di depan nya ini, agar setiap langka yang ia lakukan tidak salah.
"Calvin," tanya Stiven.
__ADS_1
"Aku tidak tau nama nya, dia anak ku wanita itu sudah hamil sebelum menikah dengan suami nya," kata Erwin.
Stiven merasa orang di depan nya ini mempunyai banyak rahasia tentang Calvin, ia meminta Erwin berbicara berdua dengannya di salah satu ruangan tertutup.
"Aku bukan musuh mu, aku hanya membantu Calvin menjaga apa yang seharusnya ia miliki," ucap Stiven.
"Jadi anak itu bernama Calvin," tanya Erwin.
"Mungkin saja iya Calvin yang kau maksud," jawab Stiven.
Stiven dan Erwin berbicara banyak hal, semua fakta tentang Calvin terbongkar. Dan Calvin masih memiliki seorang ayah yang seumuran dengan Vino.
"Jadi Calvin bukan anak dari suaminya itu," tanya Stiven.
"Tidak, sebelum dia menikah aku sudah memperk*sa nya beberapa kali, dan dia sudah hamil anak ku," jawab Erwin.
"Apa hal ini bisa di percaya," tanya Vino.
"Kau kira aku penipu, aku tidak memerlukan semua harta ini. Aku hanya ingin bertemu dengan nya, sudah lama aku mencari keberadaan nya." jawab Erwin.
Setelah pertemuan itu Iqbaal juga mendapatkan informasi tentang pria yang bernama Erwin dan Amel mommy dari Calvin. Yang membuat Stiven semakin percaya jika Erwin memang orang tua dari Calvin.
"Apa dad, bagaimana bisa, jadi Calvin bukan anak kandung dari ayah nya yang sudah meninggal," ucap Vino.
__ADS_1
"Ayah apa maksud mu," tanya Calvin yang datang dari belakang Vino.
Sontak Vino langsung membalik badan nya karena terkejut dengan kedatangan Calvin.