
"Kau kira aku takut dengan mu." Ucap Alka.
"Kau akan takut dengan ku, jika kau tau siapa aku." Kepala Calvin mulai terasa pusing karena ia sedari tadi menahan amarah nya.
"Awwww." Calvin memegang kepala nya.
"Kenapa dengan mu." Tanya Alka.
"Bantu aku." Kepala Calvin semakin pusing.
Karena tidak ada pilihan lain, Alka mau membantu Calvin, ia membawa Calvin ke sofa terdekat dan memberikan Calvin segelas air mineral.
"Terimakasih." Ucap Calvin.
"Aku peringatkan pada mu, jangan terlalu dekat dengan Amanda atau kau akan kecewa." Kata Alka.
"Aku tidak peduli, aku ingin melihat nya bahagia, dia bersama ku atau tidak kebahagiaan nya hal yang terpenting dalam hidup ku, jadi jangan pernah sakiti dia lagi. Aku tau apa yang telah kau lakukan pada Amanda, aku tidak menyangka orang yang berasal dari keluarga terhormat seperti mu dapat melakukan hal serendah itu."
"Jadi kau tau semua nya, Amanda telah menceritakan aib nya pada mu." Tanya Alka.
"Dia tidak pernah menceritakan apapun tentang mu, aku tau dia mencintaimu. Dan Kau mengatakan pada nya kalau kau membenci nya tapi lihat lah diri mu sekarang, kau merasa tidak tenang ketika melihat Amanda bersama ku, kau tau orang yang kau benci adalah orang yang selama ini memperhatikan mu lebih dari siapapun dan pasti suatu saat nanti, kau akan merasakan kehilangan ketika orang yang kau benci selama ini tidak memperhatikan mu lagi."
Alka meninggikan Calvin karena yang di katakan Calvin menusuk masuk ke dalam hati nya.
Amanda masuk ke dalam kamar Calvin ia ingin mengajak Calvin sarapan pagi. Tapi ia tidak menemukan Calvin di dalam kamar, hal itu membuat Amanda sedikit bingung.
"Kak Calvin." Panggil Nila.
"Hmmm siapa nama mu." Tanya Calvin.
"Nila kak."
__ADS_1
"Oww, kau adik nya Amanda." Tanya Calvin.
"Benar sekali aku adik nya kak Amanda, aku juga memiliki kembaran." Jawab Nila.
"Laki-laki yang bersama Nathan itu."
"Kakak mengetahui nama nya." Tanya Nila.
"Kemarin aku mendengar nama nya, aku bingung kenapa wanita di rumah ini cantik semua." Ucap Calvin.
"Wah, kakak pintar membuat kata-kata manis." Kata Nila.
"Hahaha tidak juga, kau cantik seperti kakak mu." Ucap Calvin.
Amanda melihat Calvin sedang mengobrol dengan Nila, ia yang tadi berniat mengajak Calvin makan, ingin menunda nya dan memberikan Nila dan Calvin bersama.
"Amanda." Panggil Alka.
Amanda berusaha menahan rasa sakit nya dan membalik tubuh nya. "Ada apa." Amanda tidak melihat wajah Alka
Bersama siapa, Calvin." Tanya Amanda.
"Iya, aku mencari mu dimana-mana. Tapi aku tidak menemukan mu." Jawab Alka.
"Buat apa kau mencari ku, bukan nya aku tidak penting untuk mu, bukan nya kau membenci ku, Alka aku tegas kan sekali lagi pada ku, jangan dekat-dekat dengan ku, aku membenci mu, rasa cinta ku pada mu sudah mati." Ucap Amanda dengan tegas.
"Kau yakin sudah mati, menatap wajah ku saja kau tidak berani. Kau mengatakan seperti itu karena kau sedang marah pada ku, malam itu aku di luar kendali aku sedang mabuk...
"Jangan bahas kejadian busuk itu." Amanda pergi meninggalkan Alka.
Setelah sedikit berbincang dengan Nila, Calvin kembali berjalan mencari keberadaan Amanda, ntah kenapa rasa cinta nya pada Amanda semakin membesar.
__ADS_1
"Amanda." Calvin memeluk Amanda dari belakang.
"Calvin." Ucap Amanda.
"Dari mana saja kamu, aku merindukan mu."
"Calvin kita tidak bertemu baru beberapa jam, jangan lebay Calvin." Kata Amanda.
"Aku tidak lebay, aku berkata jujur." Saut Calvin.
"Kenapa mereka berdua sangat dekat." Batin Alka yang tak sengaja melihat Calvin memeluk Amanda.
Amanda dan Calvin berjalan menuju ruang makan, di sana sudah banyak orang yang sedang melakukan sarapan pagi. Amanda mengambil nasi dan beberapa lauk pauk untuk nya, ia lupa jika Calvin tidak bisa sembarangan memakan sesuatu.
"Ini makan milik ku, kau sudah melihat ku makan kan, jadi ini aman." Ucap Amanda.
"Hmmm baik lah." Kata Calvin.
"Tuan, saya membawa kan makanan untuk anda." Ujar pengawal Calvin.
"Terimakasih dan segera menyingkir." Ucap Calvin.
"Calvin, kami tidak mungkin meracuni makanan ini, jadi jangan takut." Ujar Aska.
"Maaf semua jika ini menyinggung perasaan kalian, sebenarnya aku tidak masalah makan apa saja. Tapi itu tidak memungkinkan, aku juga tidak ingin membuat kekacauan." Ucap Calvin.
"Orang biasa seperti layak nya orang penting." Kata Alka.
"Sudah, kami mengerti, lanjutkan sarapan kalian." Ujar Vino.
Setelah sarapan pagi, Amanda mengajak Calvin jalan-jalan ke taman di samping rumah, di sana ada beberapa tanaman yang sedang berbuah lebat.
__ADS_1
"Calvin, kau tidak kau makan anggur." Tanya Amanda yang sedang asik memetik Anggur.
"Seperti nya aku bisa memakannya." Jawab Calvin dan ikut Amanda memetik buah anggur itu.