Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 35


__ADS_3

Bertemu mertua...


20 menit berlalu mereka telah sampai di toko, sebelum bella turun ia terlebih dahulu mencium tangan suami nya....


"Bella turun mas..." ucap bella sambil mencium tangan stiven...


"Ko tangan doang, ini ngangur..." ucap stiven menunjuk wajah nya....


"Eh... itu mah maunya kamu..." ucap bella...


"Nanti aku jemput..." ucap stiven...


"Iya mas, berangkat gih nanti telat lo..." ucap bella sambil turun dari mobil...


"Dah sayang...." ucap stiven...


Bella pun melaimbaikan tangan sampai mobil suami nya menjauh, saat di rasa sudah jauh bella masuk kedalam toko, didalam toko bella langsung menyelesaikan tugas nya secepat mungkin agar sebelum siang tugas nya telah selesai.


Sementara itu stiven dan iqbaal yang telah sampai kantor, mereka langsung mengadakan rapat, dan keputusan sarapatnya adalah stiven harus datang keproyek nya yang berada di jepang untuk beberapa hari...


Setelah selesai rapat stiven langsung masuk kedalam ruanganya di ikuti iqbaal di belakangnya. ia langsung menyelesaikan tugas-tugas nya yang sudah menumpuk di meja nya...


Siang hari telah tiba bella sudah selesai dengan tugas nya sedangkan stiven masi bercibaku dengan tugas-tugasnya...


"Tuan... mari istirahat sudah siang..." ucap iqbaal...


"Bentar bal, tanggung..." ucap stiven...


"Apa anda lupa dengan janji anda dengan nona bella..." ucap iqbaal...


"Oh iya bal, untung kamu mengingatkan ku.. mari kita susul, pasti dia sudah menunggu ku..." ucap stiven...


"Kalau urusan nona bella saja cepat..." ucap iqbaal pelan...


"Apa bal, kamu ngomong apa..." ucap stiven...


"Tidak tuan, mari kita ketoko nona..." ucap bella...


Mereka pun berangkat menuju toko bella untuk menjemput nya...


Sedangkan sedari tadi bella sudah menunggu jemputan stiven...


"Mana si dia, lama amat, jangan-jangan dia lupa lagi..." ucap bella...


"Sedang apa buk..." ucap dini menghampiri bella...


"Nunggu jemputan din..." ucap bella...


"Jemputan dari..." ucap dini...


"Dari suami la din, mau dari siapa lagi..." ucap bella...


"Cie... yang udah semakin lengket..." ucap dini...


"Ah kamu bisa aja din, jangan buat aku malu..." ucap bella...


Tak lama stiven dan iqbaal telah sampai di toko dan langsung masuk kedalam ruangan bella...


"Siang sayang..." ucap stiven menghampiri bella...


"Kamu telat..." ucap bella...

__ADS_1


"Yang penting kan sekarang aku sudah datang, mau kemana kita..." ucap stiven...


"Rahasia..." ucap bella...


"Ya sudah sekarang kita berangkat..." ucap stiven...


"Sebentar, frend bisa kah kau mendekat kesini..." ucap bella...


"Ada apa nona..." ucap iqbaal...


"Sudah kemari la, jangan takut dengan tuan mu..." ucap bella...


"Baik nona..." ucap iqbaal mendekati bella...


Bella pun membisikkan sesuatu kaarah kuping iqbaal...


"Nona serius..." ucap iqbaal...


"Iya, antar kita kesana..." ucap bella...


"Kalian ngomongi apa..." ucap stiven...


"Tidak ada tuan, sebaik nya kita berangkat sekarang..." ucap bella....


Mereka pun meninggalkan toko bella menunju tempat yang bella maksud...


"Sebenarnya kita mau kemana sayang..." ucap stiven sambil mengelus pipi bella...


"Nanti kamu juga tau..." ucap bella...


"Bell, aku mau pergi ke jepang untuk beberapa hari, apakah kamu mau ikut..." ucap stiven...


"Untuk itu kamu tenang sayang, nanti iqbaal yang akan mengurus semuanya..." ucap iqbaal...


"Sayang kasiahan iqbaal, dia sudah banyak tugas dari mu..." ucap bella...


"Tenang bell, iqbaal tu pintar dan kuat, benarkan ball..." ucap stiven...


"Be.. benar tuan..." ucap iqbaal...


"Anda mengkambing hitamkan saya tuan..." batin iqbaal...


"Kalau frend tidak keberatan, baiklah aku akan ikut..." ucap bella sambil tersenyum...


"Bagus, nanti kita akan membuat anak yang banyak disana..." ucap stiven...


"Mas... kamu kesana mau ada pekerjaan disana atau ingin membuat anak..." ucap bella...


"Dua-duanya sayang..." ucap stiven dan mencium pipi bella...


"Kamu pelanggaran mas..." ucap bella...


"Emang tidak boleh mencium pipi istri sendiri..." ucap stiven...


"Boleh dong, apalagi suami nya tampan..." ucap bella...


"Maaf mengganggu keromantisan kalian, kita sudah sampai di tempat tujuan... ucap iqbaal...


"Terimakasih frend..." ucap bella...


"Kenapa kita ke tpu..." ucap stiven...

__ADS_1


"Apa kamu tidak ingin bertemu mertua mu mas..." ucap bella...


"Mertua, apa mahendra sudah meninggal ..." ucap stiven...


"mamah kandung ku mas..." ucap bella...


"Maaf aku tak tau..." ucap stiven...


"Tidak papa mas, yuk kita turun, kita harus membeli bunga terlebih dahulu..." ucap bella...


Mereka pun turun dari mobil untuk membeli bunga, setelah selesai membeli nya mereka langsung menuju makam ibu kandung bella...


Sesampai nya di makam, bella sudah tidak bisa membendung air mata nya, ia menangis sambil mengelus nisan mamah nya, stiven yang melihat bella menangis ia mendekati bella dan mengelus rambut nya....


"Mah... bella datang, mamah apa kabar disana.. bella harap mamah bahagia disana..." ucap bella...


"Oh iya mah, bella membawa menantu untuk mamah, dia sangat tampan, baik tapi terkadang dingin..." ucap bella...


"Apa kamu tidak ingin berkenalan dengan mamah ku..." ucap bella...


"Aku harus memanggil nya apa, mamah,ibu,bunda atau mertua..." ucap stiven...


"Mas kamu bisa memanggil nya mamah..." ucap bella...


"Mah... menantu mu yang sangat tampan datang, aku sudah berjanji dengan bella kalau aku akan selalu menjaga dan menyayangi nya, sekarang aku harus berjanji dengan mu, aku berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi nya dengan setulus hati ku, kami berjanji akan membuat cucu yang sangat banyak dan lucu..." ucap stiven...


"Mas..." ucap bella sambil memukul tangan stiven...


"Apakah aku salah..." ucap stiven...


"Maaf kan aku telah memilih kan mu menantu yang terkadang aneh, tapi aku sangat mencintai nya..." ucap bella...


"Kamu mencintai ku..." ucap stiven...


"Mas, bisa diam tidak..." ucap bella...


"Maaf..." ucap stiven...


"Kami pamit pulang dulu mah, bella janji akan berkunjung kesini lagi..." ucap bella...


"Menantu mu yang tampan pamit mah..." ucap stiven...


Mereka pun pergi meninggalkan makan ibu kandung bella, di perjalanan bella dan stiven tidak ada yang berbicara mereka sedang sibuk dengan fikiran mereka masing-masing...


"Sayang..." ucap stiven...


"Iya mas..." ucap bella...


"Tadi yang kamu ucap kan, itu benar kan..." ucap stiven...


"Yang mana mas..." ucap bella...


"Kalau kamu mencintai ku..." ucap stiven...


"Kapan aku berbicara seperti itu..." ucap bella...


"Tadi kamu bilang..." ucap stiven...


"Ooo... itu tadi aku hanya akting mas, agar mamah ku tidak menyesal memiliki menantu seperti mu..." ucap bella...


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa like comen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2