Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 125


__ADS_3

"Kau di sini saja, jangan sampai infus nya lepas." Ucap Kevin.


"Kalian berpesta aku hanya duduk sendiri di sini, kalian tidak adil." Kata Nathan.


"Kau sedang sakit, sudah jangan banyak bicara, dan jangan kau minum minuman yang berwarna itu, bisa jadi itu Alkohol." Ucap Kevin.


"Bye bye Nat, aku ingin bergabung bersama ayah." Kevin dan Marvin pergi meninggalkan Nathan.


"Jangan minum itu." Ucap Alka.


"Aku ingin meminum nya, dulu aku pernah meminum nya." Kata Calvin.


"Kau tidak ingin kau langsung mabuk saat meminum nya, ayah tidak akan mengizinkan mu." Ucap Alka.


"Aku tidak peduli dia saja sedang bersenang-senang."


"Kau tidak peduli dengan larangan ku." Vino menarik kuping Calvin dan membawa nya bersama Nathan.


"Ayah sakit ampun yah." Ucap Calvin sambil memegang kuping nya yang hampir putus karena Vino.


"Kau sudah berani melanggar larangan ku, kau mau seperti Nathan." Ucap Vino.


"Tidak mau, aku mau itu." Kata Calvin.


"Calvin jangan bandel, sana masuk ke dalam kamar mu."


"Tidak mau sebelum aku meminum itu." Tolak Calvin.


"Calvin, ingin ayah marah pada mu." Tanya Vino.


"Tidak mau, aku mau itu ayah." Rengek Calvin.


"Ayah sebenarnya yang anak mu siapa si, aku atau ini anak."

__ADS_1


"Kau diam, dia ayah ku, kau jangan banyak bicara." Ucap Calvin.


"Kau benar-benar gila, dia ayah ku bukan ayah mu, jangan sok memiliki nya."


"Apa kalian berdua bisa berhenti bertengkar, Calvin kau duduk di sini bersama Nathan, jangan kau ambil minuman itu atau kau akan tau akibat nya." Ucap Vino dengan tegas.


"Ayah Marvin meminumnya." Kata Nathan.


"Anak itu, kalian tunggu di sini." Vino berjalan mendekati Marvin yang asik berbincang dengan Kevin.


"Ah ayah sakit." Ucap Marvin.


"Kevin anak ku kau ajari minum." Tanya Vino.


"Hmmm dia sudah biasa kata nya, jadi aku tidak melarang nya." Jawab Kevin.


"Ayah aku sudah biasa meminum nya, bahkan dulu setiap hari." Ucap Marvin.


"Dulu kehidupan mu yang buruk tidak untuk sekarang, kau sudah bersama ku, jadi jangan sekali-kali kau samakan dulu dan sekarang." Ucap Vino.


"Aku sangat bosan." Ucap Calvin.


"Calvin istri mu sudah hamil bukan." Tanya Marvin.


"Iya sudah hamil." Jawab Calvin.


"Bagaimana cara agar istri kita cepat hamil, kau masih muda seperti nya cara mu akan berguna untuk ku."


"Ah gampang lakukan setiap saat, keluar di dalam,, jangan di luar." Ucap Calvin.


"Hanya seperti itu, tidak ada teknik khusus." Tanya Marvin.


"Tidak ada, sudah lakukan apa yang aku katakan, apalagi kau melakukan nya saat masa subur istri mu." Jawab Calvin.

__ADS_1


"Apa yang kalian bicarakan." Tanya Nathan.


"Anak kecil diam saja, jangan ikut campur, ini khusus yang sudah menikah seperti kami berdua." Jawab Calvin.


Tiba-tiba hp Marvin berbunyi ia pergi menjauh dari tempat itu karena terlalu berisik untuk mengangkat telepon.


"Hallo." Ucap Marvin.


"Kak tolong aku, ahhh." Teriak Elisa.


"Elisa, dari mana kau dapat nomor ku lagi." Tangan Marvin.


"Kak tolong aku, aku di culik." Ucap Elisa.


"Kau, matikan hp mu." Teriak seorang laki-laki."


"Elisa dimana kau, Elisa katakan dimana kau." Ucap Marvin.


"Jika ingin adik mu selamat, bawa uang 100 juta, aku akan mengirimkan alamat nya."


Tanpa pikir panjang Marvin langsung berlari menuju garasi mobil, Marvin membawa mobil itu menuju bank untuk mengambil uang yang di minta penculik itu.


Setelah mengambil uang dan menerima alamat dari nomor yang menghubunginya tadi. Marvin langsung pergi ke tempat itu. Sesampainya di sana Marvin cukup takut karena tempat itu gelap dan tidak ada orang di sana, Marvin memberanikan diri masuk ke dalam gudang itu.


"Bagus kau pemberani juga ya." Ucap Seorang Pria.


"Ini uang mu dan dimana adik ku." Tanya Marvin.


"Adik mu ada di dalam sana." Orang itu mengambil uang yang di berikan Marvin dan pergi dari tempat itu.


"Elisa." Marvin langsung memeluk Elisa yang sangat ketakutan.


"Kak, terimakasih sudah datang." Elisa membalas pelukan itu.

__ADS_1


"Kamu masuk ke dalam jebakan ku sayang." Batin Elisa.


__ADS_2