Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 126


__ADS_3

"Hiks hiks hiks, aku takut kak, mereka memp*kosa ku." Ucap Elisa.


"Elisa kau sudah tidak virgin lagi." Tanya Marvin.


"Apa dia lupa, aku juga sudah pernah tidur dengan teman nya." Batin Elisa.


"Maaf kak, aku mengecewakan mu." Ucap Elisa.


"Sudah sekarang kita pergi dari tempat ini, tapi aku tidak bisa membawa mu pulang ke rumah, aku akan membawa mu ke hotel, kau bisa tinggal di sana untuk mengenang kan diri mu." Kata Marvin.


"Bukan untuk memenangkan diri kak, tapi kita akan bersenang-senang malam ini." Batin Elisa.


Sesampainya di hotel Elisa langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sementara itu Marvin sedang bersiap-siap untuk pulang ke rumah, sebelum ayah nya mencari diri nya.


"Kak tunggu." Elisa memeluk Marvin dengan keadaan diri nya sedang tidak mengenakan apapun.


"Elisa pakaian mu." Ucap Marvin.


"Kak, bukan nya kau berjanji mau menikah dengan ku." Kata Elisa, tangan nya mulai bergerak meremas milik Marvin.


"Hmmmm." Gumam Marvin saat bagian bawa nya mulai membesar, karena selama beberapa bulan ini ia sudah cukup lama berpuasa.


"Kak, aku ingin memuaskan mu." Ucap Elisa dan langsung mendorong tubuh Marvin ke atas kasur. Marvin sudah seperti patung yang hanya diam, bagian bawa nya sudah terpampang dengan nyata karena Elisa berhasil membuka nya.

__ADS_1


"Bruak." Suara dobrakan dari arah pintu.


Marvin langsung merapihkan kembali semua nya, dan berlari mendekati arah sember suara.


"Ayah." Ucap Marvin.


"Kau benar-benar ingin tau siapa aku Marvin." Vino memukul Habis-habisan Marvin malam itu, tanpa mau menghentikan aksi nya Vino terus memukul tubuh Marvin.


"Kau jalang Bajingan, pergi dari sini atau aku akan membunuh mu." Ucap Vino dengan suara yang sangat tunggi.


"Ayah maafkan aku yah." Marvin bertekuk turut di depan Vino.


"Maaf kata mu, kau tau perasaan Nathan sekarang." Ucap Vino.


Saat Marvin menerima panggilan dari Elisa Nathan tidak sengaja mendengar nya, ia benar-benar marah pada Marvin dan langsung melaporkan hal ini pada Vino.


"Kau beruntung aku tidak akan memberitahu masalah ini pada istri mu, tapi tetap saja kau harus mendapatkan hukuman dari ku Marvin." Ucap Vino dan langsung menarik Marvin secara paksa.


Sesampainya di rumah, ternyata acara masih berlangsung, Vino sengaja menarik Marvin lewat pintu belakang agar tidak ada yang tau tentang masalah ini.


"Nat maafkan aku, nat." Marvin langsung bertekuk lutut di hadapan Nathan.


"Ayah kenapa kau membawa nya ke kamar ku, aku tidak sudi melihat wajah nya, aku tidak mau mempunyai kembaran seperti nya, aku membenci nya, keluar kau bajingan." Ucap Nathan.

__ADS_1


"Maaf nat, aku salah jangan seperti ini pada ku."


Nathan sama sekali tidak memperdulikan Marvin, jika diri nya tidak sakit saja sudah pasti Nathan sudah menghabisi Marvin.


"Nat aku mohon maafkan aku, mau bisa melakukan apapun pada mu, tapi maafkan aku nat."


"Maaf kata mu Marvin, maaf mu tidak berlaku untuk kedua kali nya, kau sudah berjanji pada ku kau tidak akan menemui jalang itu tapi apa sekarang, kau melanggar janji mu, bahkan jika kau mati sekarang aku tidak peduli dengan mu." Ucap Nathan.


Vino kembali menarik Marvin dan membawa nya masuk ke dalam ruang bawa tanah. "Tempat ini cocok untuk pembangkang seperti mu." Vino meninggalkan Marvin begitu saja.


Agar tidak curiga, Vino memberitahu pada Wulan jika sedang berlatih di ruang bawa tanah dalam beberapa hari sampai menjelang pesta ulang tahun mereka tiba. Wulan langsung mengerti karena dan tidak mempermasalahkan hal itu.


Tempat itu begitu dingin, gelap dan hanya ada penyesalan di dalam diri Marvin, ia sangat menyesal telah tergoda dengan Elisa.


"Maafkan aku Wulan." Ucap Marvin yang untung saja belum jauh melakukan hal itu pada Elisa.


Elisa pulang ke rumah nya dengan sangat ketakutan, ia ingin langsung berbicara pada ayah nya, tetapi ternyata ayah nya masih bersama wanita penghibur nya.


"Apa itu ayah kandung kak Marvin, sangat menakutkan, apa yang terjadi pada kak Marvin saat ini." Batin Elisa.


"Nathan, kau kenapa." Tanya Kevin yang datang sambil membawakan sesuatu yang ia bawa dari Korea.


"Tidak ada hanya sedikit kesal, apa itu paman." Tanya Nathan.

__ADS_1


"Hadiah dari tante mu, paman juga tidak tau apa" Jawab Kevin.


"Aku ingin bertemu dengan tante Vira, tapi dia hanya menitipkan ini pada ku." Ucap Nathan.


__ADS_2