Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 108


__ADS_3

"Kau benar-benar gila Marvin, tapi nanti jika aku mau nikah ajarin aku hahaha." Nathan tertawa terbahak-bahak.


"Sttt diam nanti ayah marah." Ucap Marvin.


"Apa yang kalian berdua bicarakan, apa kalian tidak bisa menghargai ku." Tanya Vino.


"Maaf yah, Marvin terlalu banyak bercanda." Jawab Nathan.


"Aku, sudah lah aku mengalah demi kau." Ujar Marvin.


Citra benar-benar sangat senang melihat kedekatan Marvin dan Nathan, ini yang ia harapkan selama ini.


"Maaf semua aku telat." Ucap Vira.


"Kenapa kau telat, apa suami mu yang membuat mu telat." Tanya Nathan.


"Siapa nama suami mu Nila." Tanya Marvin.


"Tidak dia sedang tidur, Calvin nama nya kak, dia lebih tua dari kita." Jawab Nila.


"Bagaimana Wulan apa kamu mau." Tanya Vino.


"Saya bersedia tuan." Jawab Wulan.


"Bagus ayo kita menikah." Marvin langsung berdiri dan ingin berjalan mendekati Wulan.


"Eh tunggu." Vino menarik Marvin kembali agar ia kembali duduk.


"Ada apa yah, ayo nikahkan kami, kau ingin cucu kan." Ucap Marvin.


"Kalian menikah bukan sekarang, ayah ingin sekaligus merayakan ulang tahun kalian bertiga." Kata Vino.


"Setuju pesta, aku suka pesta." Ucap Nathan.

__ADS_1


"Ha itu terlalu lama yah, besok bagaimana." Tanya Marvin.


"Minggu bagaimana." Tanya Balik Vino.


"Minggu tidak enak, sabtu saja." Jawab Citra.


"Sayang sabtu aku sibuk, minggu saja." Kata Vino.


"Sayang hari minggu ada dragon Ball, ada doraemon ada Naruto tidak bisa." Ucap Citra.


Mereka semua bingung seketika karena tidak paham apa yang Vino dan Citra bicarakan.


"Kalian membicarakan apa." Tanya Nila.


"Inti nya tidak bisa cepat, begini saja agar tidak terlalu lama, Kalian ulang tahun sepuluh hari lagi, bagaimana jika lima hari sebelum pesta kalian menikah, setelah itu baru pesta nya saat ulang tahun." Tanya Vino.


"Aku setuju." Jawab Nathan.


"Kau setuju saja, yang menikah aku bukan kau." Kata Marvin.


"Baiklah sudah di putus kan, kalian tenang saja semua ayah yang mengurus nya, dan Wulan mulai sekarang tinggal di rumah utama. Nila bantu calon kakak ipar mu." Kata Vino.


"Ayah." Ucap Marvin yang lemas seketika.


"Sabar Marvin, kau harus lebih sabar lagi, nasihat mu masih harus menjaga adik mu ini."


"Ya ya ya, aku akan mengajar mu." Marvin menarik Nathan dan menjepitkan kepala Nathan di ketiak nya.


"Marvin." Teriak Nathan.


Yang lainnya hanya pergi berlalu membiarkan Nathan dan Marvin berdua di ruangan itu.


"Sayang, perut ku keram." Ucap Amanda.

__ADS_1


"Keram, apa kamu mau melahirkan." Tanya Alka yang mulai panik.


"Sayang kandungan ku baru 6 bulan, bagaimana bisa aku melahirkan." Jawab Amanda.


"Apa karena kita habis melakukan nya." Tanya Alka.


"Hmmm apa benar sayang, kamu si aku jadi takut." Ucap Amanda.


"Sayang kata dokter tidak papa, makannya aku berani melakukan nya."


"Kita ke rumah sakit ya." Ucap Alka sambil mengusap perut Amanda.


Amanda merasakan kenyamanan saat Alka mulai mengusap perut nya, Tiba-tiba Alka merasakan sesuatu yang menendang dari perut Amanda.


"Anak ayah." Ucap Alka yang sangat terkejut karena baru pertama kali nya Alka merasakan tendangan ini.


"Anak ku sayang, kamu baru merasakan nya, aku sudah lama."


"Kenapa kamu tidak kamu kasih tau aku sayang, aku sangat senang." Ucap Alka.


"Hehehe maaf, kamu terlalu sibuk bekerja sayang, beri waktu mu untuk aku dan anak mu." Kata Amanda.


Marvin dan Nathan sedang berada di ruangan Vino, mereka melihat-lihat koleksi jam tangan Vino yang sangat banyak jumlah nya. Berbagai macam merek dan sudah pasti harga nya sangat mahal.


"Ini setara dengan mobil baru Alka." Ucap Vino.


"Ayah aku mau satu." Kata Nathan.


"Cari yang sesuai dengan keinginan mu." Ucap Vino.


"Ayah aku mau ini, ini sangat klasik." Ujar Marvin.


"No untuk itu tidak mungkin. Itu mempunyai banyak kenangan." Ucap Vino.

__ADS_1


"Ayah aku mau itu, aku mau, demi aku, aku tidak pernah meminta apapun dari mu." Kata Marvin.


__ADS_2