
"Bagaimana bisa seperti ini, ini sangat mengkhawatirkan." Ucap dokter yang di kirim oleh Stiven.
"Maksud dok." Tanya Nila.
"Semua ini, alat ini, obat ini memperburuk keadaan nya, intinya dia harus segera mendapatkan penanganan lebih." Jawab Dokter.
Sementara itu di luar rumah Vino, tiba-tiba terjadi penyerangan yang amat besar-besaran, Vino langsung menghubungi daddy nya untuk meminta bantuan.
Aldy yang rumah nya tidak terjadi jauh, langsung mengirim bantuan ke rumah Vino karena Stiven, Iqbaal dan Devan sudah pergi ke Eropa untuk membuat Amel di sana.
"Bagaimana paman, aku yakin mereka ingin mengambil Calvin." Tanya Vino.
"Kau tenang lah, mereka menyerang kita tanpa berpikir terlebih dahulu. Tunggu sebentar lagi kita akan mendapatkan bantuan dari Jk grup." Jawab Aldy.
"Bagaimana dok, apa yang harus kami lakukan." Tanya Nila.
"Aku akan membawa nya ke Korea tempat Kevin di rawat dulu, aku yakin mereka dapat menyembuhkan nya." Jawab dokter.
Vino dan Aldy ikut bergabung bersama setelah situasi di luar sudah kondusif, mereka semua membahas tentang kepergian Calvin ke Korea.
"Tidak Nila, ayah tidak mengizinkan mu ikut ke sana, situasi saat ini tidak kondusif." Ucap Vino.
"Aku setuju, aku lebih memilih Alka atau Nathan yang pergi bersama Calvin." Ujar Andy.
__ADS_1
"Kau benar, mereka berdua dapat kita andalkan. Di sana juga ada Kevin dan keluarga lain nya yang bisa membantu keperluan mereka di sana." Kata Vino.
"Nila percaya dengan kakak, kakak akan membawa suami mu kembali dengan keadaan seperti sedia kala." Ucap Nathan.
Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya mereka semua setuju dengan keputusan ini, hari itu juga Calvin di berangkat kan menuju Korea menggunakan jet pribadi.
Sebelum melepas suami nya Nila mencium wajah Calvin terlebih dahulu, ia yakin suami nya kembali seperti sedia kalah.
"Jaga diri mu baik-biak. Ngidam nya di tahan dulu sayang." Ucap Alka.
"Selalu mengabari ku, kuat virtual saja." Kata Amanda.
Alka dan yang lainnya langsung berangkat agar Calvin lebih cepat di tangani. Nila melepas Calvin dengan air mata kesedihan.
Mereka melakukan penyerangan keesokan hari nya, dengan susah payah pasukan Stiven berhasil memukul mundur pasukan dari Herman, dan mereka semua dapat masuk ke dalam kediaman keluarga Marvel. Naas nya Stiven tidak bisa melanjutkan penyelamatan ini karena luka tembak di bahu nya, ini pertama kali nya ia terkena luka tembak setelah sekian lama.
Iqbaal dan Devan berhasil melumpuhkan Herman tetapi mereka sudah telah beberapa detik karena Amel sudah jatuh pingsan dengan bersimbah darah.
Beberapa minggu setelah itu, untuk sementara waktu Marvel grup berada di dalam pemimpinan Stiven, karena Amel pemimpin perusahaan itu sedang kritis di rumah sakit, Calvin juga sedang menjalani pengobatan di Korea.
"Nathan." Panggil Evans.
"Evans, dimana yang lain nya." Tanya Nathan.
__ADS_1
Mereka semua sedang sibuk, bagaimana dengan Kondisi suami nya Nila, apa sudah membaik? "
"Perkembangan nya cukup pesat, mungkin dia akan segera sadar." Ucap Nathan.
Evans adalah anak dari pasangan Andy dan Caitlin, ia tinggal di Korea bersama keluarga yang lain nya untuk menempuh pendidikan.
Rey datang dengan mengepalkan tangan nya, akhirnya ia bisa bertemu dengan orang yang merusak dan membuat sakit kakak nya Amanda.
"Kau." Rey menarik Alka keluar dari ruangan itu dan langsung memukul wajah Alka.
"Apa salah kakak ku sampai kau merusak nya." Tanya Rey.
Maaf Rey, tapi kami sudah menyelesaikan nya." Ucap Alka.
"Rey, sudah." Nathan menahan Rey agar tidak membuat keributan di rumah sakit ini.
"Minggir Nathan, aku belum puas memukul nya." Ucap Rey.
"Sudah Rey, bersikap lah dewasa, mereka juga sudah menikah dan kak Alka bertanggung jawab jadi tidak ada yang perlu di permasalahkan." Ujar Evans.
Reynald adalah anak dari pasangan Azka dan Anggun, ia sangat menyanyangi Amanda kakak kandung nya, itu sebab nya ia sangat marah saat ada yang menyakiti kakak kesayangan nya.
"Air." Ucap Calvin.
__ADS_1