Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 66


__ADS_3

Hukuman untuk iqbaal...


"Pagi sayang..." ucap stiven yang melihat bella terbangun dari tidur nya berkat ulah jail nya...


"Pagi mas, kamu menganggu tidur ku mas..." ucap bella...


"Aku hanya ingin bermain saja..." ucap stiven...


"Kenapa seperti nya kamu senang sekali..." ucap bella...


"Aku selalu senang jika berada di samping mu..." ucap stiven...


"Jika aku pergi bagaimana..." ucap bella...


"Aku akan mengejar mu kemana pun kamu pergi..." ucap stiven...


"Kalau aku pergi dan tak akan perna kembali..." ucap bella...


"Sayang kamu ko bicara nya seperti itu, aku akan menyusul mu..." ucap stiven...


"Mas kamu bisa janji tidak..." ucap bella...


"Apa sayang..." ucap stiven...


"Jika nanti anak kita lahir dan aku tidak berada di samping nya, kamu janji akan selalu menjaga nya dan merawat nya dengan baik..." ucap bella dengan mata yang berkaca-kaca...


"Sssttttt... kamu akan selalu bersama ku sampai kapan pun..." ucap stiven dan memeluk bella...


"Sudah lebih baik kita mandi, aku ingin melihat viona dan iqbaal..." ucap stiven...


"Ada apa dengan mereka mas..." ucap bella...


"Nanti kamu juga tau sendiri..." ucap stiven...


Mereka pun beranjak dari kasur dan masuk kedalan kamar mandi, setelan selesai mandi dan berpakaian mereka langsung menuju ruang makan...


"Kenapa ramai sekali..." ucap bella...


"Kamu lupa, besok acara pesta pernikahan kita..." ucap stiven...


"Aku ingat, tapi kenapa seramai ini..." ucap bella...


"Tentu sayang, ini pesta keluarga vins..." ucap stiven...


"Keluarga kamu luar biasa mas..." ucap bella...


"Keluarga aku juga keluarga kamu, nanti keluarga aku akan datang semua, kamu jangan kaget ya..." ucap stiven...


"Iya mas..." ucap bella...


"Pagi pasangan yang bahagia..." ucap indah...


"Pagi mah..." ucap bella dan stiven...


"Wah kalian begitu kompak..." ucap indah...


"Viona dan iqbaal mana biasa nya mereka paling cepat..." ucap wijaya...


"Oh iya, kenapa aku tidak sadar ya..." ucap bella...


"Mungkin mereka telah menghabiskan malam yang panjang..." ucap indah...


"Mungkin begitu..." ucap stiven...


"Yasudah lebih baik kita makan dulu, nanti pasti mereka nyusul...." ucap wijaya...


Mereka pun melanjutkan sarapan pagi mereka, tampak stiven sarapan sambil tersenyum memikirkan sesuatu...

__ADS_1


Sementara itu di kamar milik iqbaal dan viona, tampak mereka sedang tertidur sambil berpelukan tampa mengenakan sehelai benang pun, bahkan selimut yang menyelimuti tubuh mereka sudah terjatuh di lantai...


Tak lama viona terbangun karena sinar matahari masuk melalui cendela hingga menimbulkan kesan silau...


"Nyaman sekali..." ucap viona yang mulai membuka mata nya...


"Tampan sekali dia, eh tapi kenapa dia tidak mengenakan pakaian ya..." ucap viona...


"Aaaakkkk..." teriak viona yang melihat diri nya berpelukan dengan iqbaal tampa mengenakan pakaian...


"Dek, kenapa si kalau bangun harus teriak..." ucap iqbaal yang terbangaun dari tidur nya...


"Ka.. kemarin malam kita habis berbuat apa..." ucap viona...


"Maaf dek, kakak gak bisa nahan. Kamu si yang goda kakak..." ucap Iqbaal...


"Goda..." ucap bella sambil mengingat kejadian tadi malam...


"****** aku, mau letak di mata muka ku..." batin viona...


"Iya dek, maaf kakak pasti tanggung jawab ko..." ucap iqbaal...


"Tanggung jawab apa ka..." ucap viona...


"Ya kalau kamu hamil, kakak akan tanggung jawab..." ucap iqbaal...


"Mau tanggung jawab gimana ka, kita kan sudah menikah..." ucap viona...


"Oh iya kakak lupa..." ucap iqbaal sambil cengengesan...


"Sudah ka, aku mau mandi..." ucap viona...


"Mandi bersama..." ucap iqbaal...


"Tidak, kakak sudah sama dengan ka stive fikirannya mesum..." ucap viona dan berjalan menuju kamar mandi...


25 menit berlalu viona keluar dari kamar mamdi, ia melihat iqbaal sedang tidur dengan posisi terlentang tanpa mengenakan pakaian...


"Dengan santai nya dia tidur dengan posisi begitu tampa mengenakan apapun, apa dia tidak punya malu..." ucap viona...


Viona pun berjalan mendekati iqbaal untuk membangunkannya...


"Ka bangun..." ucap viona sambil menggoyangkan tubuh Iqbaal...


"Kenapa si dek, apa kamu mau lagi..." ucap iqbaal...


"Iya aku mau..." ucap viona...


"Kamu serius..." ucap iqbaal...


"Serius tapi dalam mimpi, sekarang kakak mandi kita belum sarapan..." ucap viona...


"Yaelah, kakak kirain benaran..." ucap iqbaal...


"Nanti kalau sudah waktunya, cepat mandi nanti aku tinggal ni..." ucap viona...


"Iya...iya..." ucap iqbaal dan beranjak dari kasur nya untuk mandi...


Setelah mereka telah siap, iqbaal dan viona pun keluar dari kamar untuk sarapan pagi...


"Dek kenapa jalan nya begitu..." ucap iqbaal...


"Ini kan ulah kakak..." ucap viona...


"Mau di gendong..." ucap iqbaal...


"Tidak pasti banyak yang melihat kita..." ucap viona...

__ADS_1


"Iya juga si..." ucap iqbaal...


Sesampai nya di meja makan mereka sudah tidak melihat satu orang pun yang berada di meja makan....


"Kemana mereka..." ucap viona...


"Kita bangun terlalu siang dek, sudah sebaik nya kita makan. Sepertinya mereka berada di ruang keluarga..." ucap iqbaal...


Iqbaal dan viona pun duduk dan langsung menyantam makanan mereka, setelah selesai sarapan mereka beranjak menuju ruang keluarga...


"Wowww... pengganti baru baru bangun..." ucap stiven...


"Stive jangan ganggu mereka mulu kamu juga begitu, bahkan sampe siang..." ucap wijaya...


"Mas kamu si, aku kan jadi malu..." ucap bella...


"Tidak perlu malu sayang, bahkan aku bangga bararti kita lebih kuat..." ucap stiven...


"Mas, sekali lagi kamu bahas itu, malam ini kamu tidur di luar..." ucap bella...


"Iya.. iya... aku tidak akan membalas nya lagi..." ucap stiven...


"Pagi semua..." ucap viona...


"Pagi viona..." ucap bella...


"Pagi sayang, gimana tidur nya nyenyak..." ucap indah...


"Tidak mah, seperti nya ada yang membalas dendam pada ku..." ucap viona melirik kearah stiven


"Kenapa kau melihat ku..." ucap stiven...


"Jangan sok belaga tidak tau, aku sudah tau ka..." ucap viona...


"Sudah-sudah sebaik nya kita ketaman, kita lihat dekorasi pesta untuk besok..." ucap wijaya...


"Diluan pah, aku ada urusan penting dengan iqbaal..." ucap stiven...


"Jangan apa-apain suami ku..." ucap viona...


"Tidak akan..." ucap stiven...


Mereka pun pergi menuju taman terkecuali iqbaal dan juga stiven...


"Sepertinya ini nasib ku, memiliki kakak ipar seperti ini..." batin iqbaal...


"Adik ipar ko diam, sini kakak mau minta janji mu..." ucap stiven...


"Tapi ini bukan salah ku, viona yang memulai nya diluan..." ucap iqbaal...


"Itu bukan alasan iqbaal..." ucap stiven...


"Baiklah, aku akan menuruti semua perintah mu..." ucap iqbaal lemas...


"Hahahaha sudahlah, aku hanya becanda, jangan anggap serius omongan ku kemarin, aku hanya kasihan dengan mu, aku yakin kau tidak berani menyentuh adik ku, tantangan kemarin hanya untuk mengetes mu kau normal atau tidak..." ucap stiven...


"Jadi hukuman nya tidak berlaku..." ucap iqbaal...


"Tanpa hukuman itu, kau juga harus menuruti apa yang ku mau..." ucap stiven...


Vote, comen dan like...


Terimakasih sudah mampir...


Author juga Punya pengumuman penting,


Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cinta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...

__ADS_1


__ADS_2