Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 86


__ADS_3

Delapan puluh enam


Setelah acara makan selesai mereka memilih untuk beristirahat, begitu juga aldy dengan yasmin mereka sementara waktu menginap di rumah stiven...


"Ka, aku kengen..." ucap viona memeluk iqbaal...


"Kakak juga kangen dek, maaf in kakak udah buat kamu khawatir dan enggak ada waktu buat kamu..." ucap iqbaal...


"Tidak perlu minta maaf ka, yang terpenting sekarang kita ada waktu untuk berdua..." ucap viona sambil mencium pipih iqbaal...


"Kamu sekarang nakal ya..." ucap iqbaal dan menggendong viona menuju ranjang...


"Sama suami sendiri boleh dong..." ucap viona...


"Jangan bangunkan ular yang sedang tertidur..." ucap iqbaal...


"Emang kenapa kalau bangun..." ucap viona...


"Pasti kamu akan suka..." ucap iqbaal dan mencium bibir viona...


Viona pun membalas ciuman dari iqbaal dan begitulah mereka melepaskan kerinduan yang mendalam dengan bermain kuda-kudaan...


Sementara itu di kamar stiven dan juga bella mereka tampak sedang membaringkan tubuh mereka di atas kasur sambil berpelukan...


"Apa boleh..." ucap stiven...


"Boleh apa mas..." ucap bella...


"Boleh itu..." ucap stiven sambil menunjuk hal yang di maksudnya...


"Tidak, sampai kita periksa kandungan ke dokter..." ucap bella...


"Ya, sampai kapan aku harus menahan nya..." ucap stiven...


"Sebenar lagi sayang, demi si baby..." ucap bella dan mencium bibir stiven...


"Kamu menggoda ku sayang..." ucap stiven dan membalas ciumam dari bella...


"Mas, kamu tau keberadaan papah..." ucap bella...


"Papah siapa..." ucap stiven sambil memegang bagian favorit nya...


"Pah mahendra..." ucap bella...


"Tidak, yang mengurus mahendra saat itu iqbaal, ada apa kamu tiba-tiba menanyakan hal itu..." ucap stiven...


"Aku ingin mengetahui kebenaran tentang diri ku mas, hanya dia saksi kunci ku..." ucap bella...


"Nanti kita bisa bicarakan dengan yang lainnya..." ucap stiven...


"Iya sayang..." ucap bella...


Mereka pun perlaha tertidur dengan sambil berpelukan...


Berbeda dengan yang lainnya aldy tampak termenung di dalam kamar nya, ia memikirkan perusahaan nya yang berada di new york...


"Apa aku harus kembali kesana tetapi aku telah menemukan dunia ku di sini..." ucap aldy...

__ADS_1


"Ini sangat membingungkan..." batin aldy...


"Tut.. tut.. tut..." suara hp milik ada berbunyi...


"Ada apa..." ucap aldy dalam sambungan telfon...


"Kami telah menemukan terget bos..." ucap seseorang...


"Tangkap dia dan segara bawak ke indonesia..." ucap aldy dan memutuskan sambungan telfon...


Sementara itu di jepang perusahaan reyhan sedang dalam masalah besar bahkan bisa di bilang hancur, saat reyhan sedang berada di perjalan arah menuju apartemen nya tiba-tiba mobil nya di hantikan seseorang...


"Siapa kalian..." ucap reyhan yang keluar dari mobil nya...


Tanpa menjawab mereka menghabisi reyhan di tempat itu, ketika reyhan sudah tidak berdaya baru la mereka membawa nya pergi dari tempat itu...


Begitu juga dengan cika, ia di datangi beberapa orang saat sedang menunggu kedatangan reyhan, bahkan mereka sempat menikmati tubub cika sebelum membawa cika dari tempat itu...


Malam hari telah tiba mereka kembali berkumpul di ruang makan karena waktu makan malam telah tiba...


"Wah mereka bahagia sekali dengan pasangan mereka masing-masing..." ucap yasmin sambil melirik ke arah aldy...


"Jangan mulai deh bun..." ucap aldy...


"Aldy, kapan kamu akan menikah..." ucap yasmin...


"Tidak tau, aku belum menemukan orang yang cocok dengan ku..." ucap aldy dengan santai...


"Siapa juga yang mau saka kakak, sifat dan kelakuan nya saja begitu dingin..." ucap bella...


"Itu kelebihan ku dek..." ucap aldy...


"Kamu berlebihan dek..." ucap aldy...


"Sudah-sudah nanti kita lanjutkan lagi, sekarang kita makan terlebih dahulu..." ucap wijaya...


Mereka pun melanjutkan kegiatan makan malam mereka, setelah selesai mereka kembali berkumpul di ruangan keluarga...


"Bal, apa kamu tau letak pah mahendra sekarang..." ucap bella...


"Saya kurang tau pasti ka, yang pasti mereka berada di salah satu pulau terpencil..." ucap iqbaal...


"Ada apa bell, kenapa tiba-tiba kamu mencari papah mu itu..." ucap indah...


"Aku ingin menanyakan semua tentang ku mah, kenapa aku bisa selamat dari kecelakaan itu..." ucap bella...


"Kenapa papah mu itu berada di pulau terpencil..." ucap yasmin...


"Kami mengasingkan nya..." ucap wijaya...


"Kenapa bisa begitu bukunnya dia orang yang telah merawat bella, kenapa di asing kan..." ucap yasmin...


"Dia tidak bisa di bilang sebagai papah atau orang tua, sifat nya begitu menjijikan..." ucap indah...


"Bisa di jelaskan dengan spesifik..." ucap aldy...


"Dia hanya menjadikan bella pembantu di rumah nya dan lebih parah nya lagi dia rela menukarkan anak nya demi melunasi hutang-hutang nya..." ucap indah...

__ADS_1


"Apa, dimana orang itu akan kuhancurkan dia..." ucap aldy dengan nada yang tinggi...


"Aldy tenang la dulu..." ucap yasmin...


"Tapi bun, dia sangat kurang ngajar dengan adik ku..." ucap aldy...


"Terus kenapa bella bisa menika dengan stiven..." ucap yasmin...


"Kerena mas stiven yang membeli ku..." ucap bella dengan santai...


"******, sayang kenapa kamu mengatakan itu dengan santai bisa mati aku di buat kakak mu..." bantin stiven....


"Stiven..." ucap aldy dengan nada yang menekan dan tatapan yang supet tajam...


"Bi.. bisa aku jelaskan..." ucap stiven...


"Silahkan nak stiven..." ucap yasmin...


"Mahendra memiliki hutang yang sangat besar di perusahaan ku, dia tidak bisa membayar nya dan ia menukarkan anak nya untuk melunasi hutang-hutang nya, karena aku dalam kondisi terdesak oleh perintah orang tua ku untuk menikah jadi aku membeli bella dengan cara melunasi hutang-hutang mahendra, kami pun menika pada awal nya aku sama sekali tidak mencintai bella, tetapi seiring berjalannya waktu cinta itu tumbuh dan semakin besar hingga saat ini..." ucap stiven...


"Apa itu bisa di percaya..." ucap aldy...


"Tentu bisa, kau tanyakan saja pada bella..." ucap stiven...


"Apa itu banar dek, apa dia tidak menyiksa mu..." ucap aldy...


"Demi kamu aku harus berbohong mas..." batin bella...


"Tentu tidak perna, dia merawatku dengan baik walaupun dulu kami tidak saling mencintai..." ucap bella...


"Terimakasih stiven, telah menyelamatkan anak kami dari orang itu..." ucap yasmin...


"Sama-sama bunda..." ucap stiven sambil tersenyum...


"Stiven, iqbaal bisa kita berbicara bertiga..." ucap aldy...


"Ada apa..." ucap stiven...


"Sebentar..." ucap aldy dan berjalan medekati stiven lalu mendorong kursi roda tersebut menuju arah luar...


"Ada apa..." ucap iqbaal...


"Cika dan reyhan sudah tertangkap..." ucap aldy...


"Apa dimana dia sekarang..." ucap stiven...


"Sedang dalam perjalanan menuju ke indonesia..." ucap aldy...


"Simapan saja di dalam markas, aku akan menemui nya ketika kondisi ku sudah membaik..." ucap stiven...


"Ketiaka sudah sampai ke indonesia, biar aku saja yang mengurus nya..." ucap iqbaal...


"Baiklah, nanti aku akan mengabari mu.." ucap aldy...


Mereka pun kembali masuk kedalam rumah dan kembali bergabung bersama yang lainnya...


Vote...

__ADS_1


Maaf baru up... ngejar laporan magang...


Author mau nanya apa si yang buat kalian suka dengan novel ini


__ADS_2