Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 22


__ADS_3

Bertemu adik ipar...


Pagi hari telah tiba, tampak keluarga Wijaya visn tenga menikmati sarapan pagi mereka...


"Kamu nanti ada agenda apa bell..." ucap indah...


"Oh iya mah, bella lupa cerita mah kalau bella punya toko kue, nama nya bellcake, nanti bella mau kesana mah udh beberapa hari bela tinggal..." ucap bella...


"Kamu hebat bell..." ucap wijaya...


"Oh iya bell nanti siang kamu dengan stiven jemput Viona ya..." ucap indah...


"Viona siapa mah..." ucap bella...


"Dia adik nya stiven, emang stiven gak perna cerita..." ucap indah...


"Belum sempat mah..." ucap stiven...


"Gimana kamu stive cerita tentang adik sendiri gak sempat..." ucap wijaya...


"Yaudah mah..pah... stive berangkat dulu..." ucap stiven...


"Bella juga mau berangkat mah.. pah..." ucap bella...


"Kamu naik apa bell..." ucap indah...


"Paling ojek online mah..." ucap bella...


"Kenapa gak bareng suami kamu aja bell..." ucap wijaya...


"Beda arah pah..." ucap bella...


"Kamu bareng saya..." ucap stiven dan pergi meninggalkan meja makan...


"Mah... pah.. bella berangkat dulu..." ucap bella sambil salim pada indah dan wijaya...


"Hati-hati bell, jangan lupa jemput viona..." ucap indah...


"Iyah mah..." ucap bella...


Bella berjalan menuju teras rumah, ia melihat stiven sedang berada di depan mobil nya...


"Kamu bisa cepat gak si..." teriak stiven...


Bella yang mendengar stiven langsung lari menuju stiven...


"Kamu mau buat saya telat..." ucap stiven...


"Saya fikir tuan tidak serius dengan perkataan tadi..." ucap bella...


"Jangan banyak tanya, cepat masuk..." ucap stiven...


"Bal... kita ke bellcake..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal..


Mobil mereka berangkat menuju bellcake...


"Maaf tuan, apakah nanti kita jadi menjemput viona..." ucap bella...


"Jadi, nanti kamu saya jemput, kamu jangan kemana-mana tunggu saya di toko..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap bella...


15 menit berlalu mereka telah sampai di bellcake, bella turun dari mobil, setelah bella turun iqbaal memutar balik arah menuju kantor vins grub...


Bella masuk kedalam toko milik nya, didalam toko sudah ada dini dan beberapa karyawannya...


"Pagi semua..." ucap bella...


"Pagi buk..." ucap mereka...

__ADS_1


"Cie... yang abis liburan ke korea..." ucap dini...


"Apaan si kamu din..." ucap bella...


"Ada oleh-oleh gak ni buat kami..." ucap dini...


"Ada dong, sebentar... ucap bella sambil mengambil barang yang berada didalam tas nya...


"Ini dia... ini kamu bagikan rata keseluruhan karyawan yang ada disini..." ucap bella...


"Wah gelang dan kalung... bagus banget buk, terimakasih buk..." ucap mereka...


"Iya sama-sama, yasudah aku keruanagan dulu..." ucap bella dan pergi masuk kedalam ruangannya...


"Baru beberapa hari aku tinggal sudah kangen saja dengan tempat ini..." batin bella...


"Tok...tok.... tok... permisi buk..." ucap dini sambil mengetuk pintu...


"Masuk din..." ucap bella...


"Buk saya ingin bahas tentang cabang toko yang ingin kita buka di kota b..." ucap dini...


"Ada perkembangan apa..." ucap bella...


"Kita sudah proses pembangunan toko buk, bentar lagi juga rampung saya harap ibu segera pergi kesana untuk meninjau nya..." ucap dini...


"Untuk itu saya tidak bisa memutuskan sekarang din, kapan saya harus kesana, sekarang saya sudah memiliki suami, jadi harus izin terlebih dahulu..." ucap bella...


"Saya paham ko buk, nanti kalau ibu sudah bisa memutuskan, ibu bisa kabari saya..." ucao dini...


"Secepatnya saya kabari din..." ucap bella...


"Ya sudah buk saya keluar dulu banyak kerjaan..." ucap dini...


"Tunggu din... nanti jam istirahat saya pergi, seperti biasa kamu jaga toko ya..." ucap bella...


"Ciee.. yang mau berduaan mulu..." ucap dini...


"Adik ipar buk, saya perna baca di novel-novel kalau kebanyakan adik ipar itu tidak perna suka dengan pasangan kakak nya..." ucap dini..


"Serius kamu din..." ucap bella dengan muka yang tegang...


"Yakali serius, becanda buk.. itu kan di novel-novel bukan di cerita nyata..." ucap dini...


"Saya kira serius din..." ucap bella...


"Ya sudah buk, saya keluar dulu..." ucap dini...


Setelah keluar nya dini dari ruangan bella, bella kembali fokus dengan pekerjaanya...


Tanpa terasa waktu terus berlalu, jam istirahat akan segera tiba, Stiven sudah bersiap-siap untuk menjemput bella...


"Bal.. antarikan saya ke bellcake..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


Stiven dan iqbaal langsung menuju bellcake, sementara itu bella sedang bersiap-siap untuk menunggu jemputan dari stiven...


25 menit berlalu stiven telah sampai di bellcake, bella yang menyadari suami nya sudah datang langsung menghampiri nya...


"Apa yang kamu bawak itu..." ucap stiven...


"Oh ini, kue tuan untuk mamah dan papah..." ucap bella...


"Nona apakah saya boleh memakannya nanti..." ucap iqbaal...


"Boleh dong frend, saya membawa banyak kamu bisa puas memakannya..." ucap bella...


"Terimakasih nona, anda sangat baik..." ucap iqbaal...


"Sama-sama frend..." ucap bella...

__ADS_1


Stiven yang melihat kedekatan iqbaal dan bella merasa tak enak hati, tiba-tiba hati nya terasa panas...


"Apa kalian tidak menganggap ku ada disini..." ucap stiven...


"Maksudnya tuan..." ucap iqbaal...


"Tidak lupakan..." ucap stiven...


"Kenapa dengannya aneh..." batin bella...


"Apa anda cemburu tuan..." ucap iqbaal...


"Cemburu kamu bilang, saya tidak akan perna cemburu..." ucap stiven...


"Apa kah anda yakin tuan..." ucap iqbaal....


"Bal..!!" ucap stiven dengan penekanan nada..


Iqbaal yang menyadari perubahan nada stiven langsung terdiam...


"Anda sangat menakutkan tuan..." batin iqbaal...


"Ting.. nong.. neng..." terdengar suara hp mikik stiven berdering...


"Ka.. kakak dimana aku sudah menunggu di parkiran bandara..." teriak viona...


"Apa kau tidak bisa mengecilkan nada suara mu..." ucap stiven...


"Cepat ka.. kakak dimana..." ucap viona...


"5 menit lagi kami sampai..." ucap stiven dan langsung mematikan sambungan telpon nya...


"Di percepatan bal, dia sudah menunggu..." ucap stiven...


Iqbaal langsung mempercepat mobil yang di kendarai nya tak lama mereka sampai di parkiran bandara...


"Sebelah sana bal..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


Mereka mendekati viona, viona yang melihat ada mobil yang mendekat kearah nya merasa bahagia. Stiven keluar dari dalam mobil nya diikuti bella dan iqbaal...


"Kakak..." teriak viona dan berlari memeluk stiven...


"Viona lepaskan..." ucap stiven yang risi melihat tingka adik nya...


"Iya.. iya.. aku lepaskan..." ucap viona sambil melepaskan pukannya...


"Hay... asisten iqbaal, apa kabar..." ucap viona


"Baik nona..." ucap iqbaal...


"Hay... wanita cantik, kau pasti kakak ipar ku..." ucap viona...


"Hay viona.. nama ku bella..." ucap bella...


"Benar kata mamah kamu sangat cantik dan manis..." ucap viona...


"Terimakasi viona..." ucap bella...


"Sebaiknya kita pulang dulu, kita lanjutkan durumah..." ucap stiven...


"Ka aku ingin duduk di samping kakak ipar ku..." ucap viona...


"Terus aku duduk dimana..." ucap stiven...


"Disamping asiaten iqbaal, yuk ka masuk..." ucap viona sambil menarik tangan bella...


Di perjalanan viona asik berbicara dengan bella, mereka tampak begitu cepat akrab...


Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2