
"Kenapa ini semua terjadi pada ku." Ucap Calvin sambil menutup wajah nya.
Ia menangis sambil menutup wajah nya, ia merasa hidup nya terasa sangat berat. Masalah ingatan nya yang menghilang belum selesai sekarang di tambah dengan kabar jika mommy nya telah tiada.
"Sayang." Nila memeluk Calvin, ia menyembunyikan wajah Calvin di dalam pelukan nya.
"Ini memang terasa sangat berat Cal, tapi kau tenang saja aku sudah menangkap dan menyiksa orang di balik semua masala mu, saat ini fokus dengan diri mu dan kehamilan istri mu." Ujar Stiven.
"Kau tenang saja Calvin, ada ayah dan bunda disini, kami akan menjadi orang tua yang terbaik untuk mu, walaupun pasti tidak bisa menggantikan posisi mommy mu, tapi kami akan tetap berusaha melakukan yang terbaik." Ucap Vino.
"Aku ingin ke makam mommy." Kata Calvin.
"Kau yakin ingin ke sana." Tanya Vino.
"Yakin yah, aku harus ke sana." Jawab Calvin.
"Oke nanti sore kita akan ke sana, sekarang kau tenang kan diri mu dahulu, jangan membebani otak mu dengan pikiran yang tidak penting." Ucap Vino.
"Iya yah, terimakasih." Kata Calvin.
Nila kembali membawa Calvin masuk ke dalam kamar, ia sangat mengerti jika suami nya sedang sangat terpukul dengan semua ini.
"Calvin." Panggil Alka, ia mendekati Calvin dan memeluk nya.
"Kau kuat, jangan pernah menyerah." Ucap Alka.
"Terimakasih" Calvin berusaha tersenyum walaupun senyuman itu terlihat sangat palsu.
__ADS_1
"Kenapa berusaha tersenyum jika sedang bersedih, bibir mu terlihat baik-baik saja tapi mata mu terlihat sangat menyedihkan, kau terlihat seperti joker cal, jika dengan menangis membuat mu tenang menangis lah, menangis itu hal yang wajar." Ucap Alka.
Calvin memeluk Alka sambil menangis, air mata nya kembali terjatuh, masalah dalam hidup nya memang terasa sangat menyedihkan.
"Kau kuat Calvin, kau akan segera menjadi seorang ayah." Ucap Alka.
"Terimakasih untuk semua nya." Kata Calvin.
"Dia benar-benar sangat menyedihkan." Ucap Andy.
"Jika aku berada di posisi nya aku tidak mungkin kuat." Ujar Aska.
"Sudah lah, kita hanya bisa mendukung nya, jangan membuat nya sedih." Kata Vino.
Calvin memejamkan mata nya secara perlahan, ntah kenapa air mata nya terus saja ingin mengalir keluar.
"Sayang kamu kenapa." Tanya Nila.
"Sayang aku mengingat sesuatu lagi." Jawab Calvin.
"Kamu serius." Tanya Nila.
"Aku berasal dari keluarga Marvel, keluarga yang sangat berpengaruh saat ini. Nama kamu Nila adinda Vins, kita menikah karena perjodohan. Pertama aku tidak suka dengan mu, tapi lama-lama aku mencintaimu, dan kita melakukan malam pertama setelah pernyataan cinta." Jawab Calvin.
"Kamu sudah mengingat semua nya, kamu sembuh sayang." Ucap Nila sambil memeluk Calvin dengan erat.
"Terimakasih telah menjadi istri yang terbaik untuk ku, aku berjanji akan selalu menjaga diri mu dan calon anak kita." Kata Calvin yang sejenak melupakan masalahnya. Ia sangat senang bisa mengingat semua nya dengan baik.
__ADS_1
"Aku sangat Ingat, rupa nya aku sangat mesum. setelah kita selesai melakukan malam pertama."
"Benar, kamu sangat mesum." Ucap Nila.
"Dan aku sangat cengeng, aku suka menangis."
"Itu juga sangat benar, kamu hampir menangis setiap malam, karena kepala mu yang sakit." Kaga Nila.
"Alka, aku tidak sedekat itu dengan Alka. Dan aku tidak pernah mendapat kan perintah dari siapapun. Ah dia memanfaatkan ku, agar aku menuruti semua perintah nya."
"Sttt bukan seperti itu, dia termasuk orang yang sangat membantu mu, kamu harus membalas kebaikan nya."
"Yayaya, aku akan membalas nya jika sempat." Ucap Calvin.
"Kamu benar-benar sudah kembali." Nila sangat senang sampai ia naik ke atas tubuh Calvin dan menghujani wajah Calvin dengan ciuman nya.
"Sayang, kamu sedang hamil jangan seperti ini." Kata Calvin.
"Tidak papa, aku sangat senang." Saut Nila.
"Jangan sampai memancing ku sayang."
"Kalau iya kenapa." Tanya Nila.
"Aku akan memakan mu sayang." Jawab Calvin.
"Dasar mesum." Nila kembali memeluk suami nya.
__ADS_1