Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 177


__ADS_3

"Kak aku mohon bawa aku pulang, aku tidak sanggup lagi," ucap Rebecca yang sedang menghubungi Piter.


"Kau janji tidak akan membuat masalah lagi," tanya Piter.


"Iya kak aku Janji, jemput aku malam ini juga kak," jawab Rebecca.


"Tunggu aku di sana," kata Piter.


Semarah apapun Piter pada adik nya, Piter tetap tidak akan tega melihat adik nya tersiksa apalagi Rebecca saat ini sedang hamil.


"Piter," ucap Ari.


"Aku ingin membawa adik ku," kata Piter.


"Untuk apa, dia istri ku dia akan tinggal bersama ku," ucap Ari.


"Dia tidak nyaman tinggal di sini, aku akan membawa nya pulang dan kau tetap masih bisa bertemu dengan nya di rumah, kau kan bekerja di rumah. Setiap hari akan bertemu dengan Rebecca."


"Bawa pergi lah, tapi jangan larang aku bertemu dengan nya," ucap Ari.


Ari masuk ke dalam kamar nya untuk meminta Rebecca keluar, Ari benar-benar sangat sayang pada istri nya tetapi karena sikap kasar nya membuat Rebecca tidak nyaman.


"Jaga anak ku dengan baik, jangan sampai terjadi apa-apa dengan nya," ucap Ari.

__ADS_1


Ari mencium bibir Rebecca sebelum Rebecca pergi dari rumah. Rebecca bernafas lega akhirnya bisa keluar dari Neraka itu.


"Terima kasih kak," ucap Rebecca.


Piter melihat banyak perubahan dari Rebecca, Rebecca yang dulu cantik dan terawat sekarang sangat kucel sekali.


"Apa kau adik ku," tanya Piter.


"Kakak jangan menggoda ku," ucap Rebecca.


"Aaakhhhh sakit," teriak Nila.


Nila merasakan sakit yang luar biasa di perutnya, benar-benar sangat terasa sakit, Calvin sedang tidak ada di dalam kamar itu, yang membuat Nila semakin panik karena rasa sakit di perut nya tidak hilang.


"Nila," ucap Marvin saat melihat adik nya yang sudah berada di lantai.


"Kak tolong aku kak, sakit sekali."


Dengan cepat Marvin langsung berlari mendekati Nila dan menggendong Nila untuk membawa nya ke rumah sakit.


"Marvin apa-apaan kau," teriak Calvin.


"Istri mu mau melahirkan, siapkan mobil," ucap Marvin.

__ADS_1


Karena rumah sedang keadaan sepi hanya Calvin dan Marvin yang membawa Nila ke rumah sakit. Di jalan Calvin menghubungi ayah nya agar menyusulnya ke rumah sakit.


"Sayang, sabar sayang," ucap Calvin.


"Sakit sekali sayang aku tidak kuat," ucap Nila.


"Iya sayang aku tau," kata Calvin.


Calvin merasakan sesuatu yang mengalir di bawa sana, ia menarik tangan nya yang sudah banyak darah, Calvin berusaha untuk tenang agar Nila tidak semakin panik.


Sesampainya di rumah sakit Nila langsung di tangani oleh dokter. Dan Calvin sudah menangis di dalam pelukan Marvin.


"Tidak akan terjadi apa-apa Calvin, tenang oke tenang," ucap Marvin.


Marvin tidak tau bagaimana cara menenangkan Calvin, karena biasanya Vino lah yang menenangkan Calvin.


Vino dan yang lainnya datang ke rumah sakit, Vino langsung memeluk Calvin yang sudah deras dengan air mata.


"Ayah hiks.. hiks.. hiks.. istri ku yah, banyak darah yah, aku takut," ucap Calvin.


"Iya Calvin ayah tau, tenang semua akan baik-baik saja," kata Vino sambil mengusap punggung Calvin.


"Kami membutuhkan banyak darah," ucap dokter.

__ADS_1


Untung nya darah Nila banyak yang sama dengan anggota keluarga dari Vino, Marvin sampai Vira yang ada di situ juga.


__ADS_2