
Aku tak sebodoh itu...
"Baiklah lain kali aku akan berkunjung..." ucap bella...
"Sudah ya ka, aku harus pergi ada seseorang yang harus ku temui..." ucap nia...
"Aku juga harus kembali ke toko..." ucap bella...
"Dah ka, semoga pernikahan mu berumur panjang..." ucap nia dan langsung pergi meninggalkan bella...
"Apa maksud nya, dia berbicara seperti itu..." batin bella dan pergi meninggalkan neon cafe bersama pengawal nya...
Sementara itu stiven yang mendapatkan pesan dari bella, langsung bersiap-siap menemui nya...
"Bal.. antar aku ke animal cafe, bella mengirim pesan agar aku menemui nya..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Stiven dan iqbaal langsung berangkat menuju animel cafe, sesampainya disana ia tidak melihat bella hanya ada nia yang melambaikan tangan pada nya...
"Tuan..." teriak nia...
"Kenapa kau disini, dimana bella..." ucap stiven...
"Aku ingin berbicara sesuatu pada mu..." ucap nia...
"Aku tak punya waktu..." ucap stiven dan berjalan meninggalkan nia...
"Tentang ka bella..." teriak nia...
Stiven yang mendengar nama bella langsung membalik badannya dan berjalan mendekati nia...
"Apa maksud mu..." ucap stiven...
"Duduk la dulu, dan pesan minum..." ucap nia...
"Cepat katakan...!!! terika stiven sambil memukul meja...
"Ta.. tadi saat aku berada di noen cafe, aku melihat ka bella berselingkuh dengan mantannya..." ucap nia...
"Cih... kau kira aku bakal percaya dengan omong kosong mu itu..." ucap stiven...
"Aku bisa membuktikan..." ucap nia sambil membuka hp milik nya dan menunjukkan foto bella sedang di cium dan di peluk kiki...
"Cih... bukti murahan begini kau jadikan keberanian mu untuk menemui ku..." ucap stiven sambil menahan amarah nya...
"Kau tak percaya dengan bukti ini, padahal jelas-jelas dia menghianati mu..." ucap nia...
"Kau kira aku sebodoh itu, apa kita berjumpa di sini sebuah kebetulan, jelas-jelas tadi aku menerimah pesan dari bella, dan aneh nya kau yang berada disini..." ucap stiven dengan nada yang menekan...
__ADS_1
"Iiii.. itu hanya sebuah kebetulan..." ucap nia gagap...
"Bal.. utus orang untuk memeriksa cctv di noen cafe dan lacak laki-laki itu..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
"Bersiap la..." ucap stiven...
Nia tak percaya dengan apa yang di lakukan stiven, ia fikir stiven akan percaya dengan semua rencana yang ia siapkan...
"Kirim foto itu..." ucap stiven...
"Aa.. aku tak memiliki nomor mu..." ucap nia...
Tanpa menjawab stiven merebut hp nia secara paksa lalu mengirim foto itu ke hp nya...
"Bagimana bal, apa sudah..." ucap stiven...
"Sebentar lagi tuan, lagi proses pengiriman..." ucap iqbaal...
"Kita tunggu nona nia, dan bersiaplah karena telah bermain-main dengan stiven vins..." ucap stiven...
"Sudah tuan..." ucap iqbaal sambil menunjukan rekaman cctv...
Stiven yang melihat nya tidak bisa menahan emosi nya, istri yang ia cintai di perlakukan kasar dengan seseorang...
"Cepat cari laki-laki itu dan bawak dia ke markas..." terika stiven yang membuat nia ketakutan...
"Baik tuan..." ucap iqbaal
"Bodoh... bodoh... bodoh...." teriak nia...
"Antar aku ke toko bella..." ucap stiven...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Sesampainya di bellcake stiven langsung masuk dan menuju ke ruangan bella, bella yang melihat kedatangan stiven secara tiba-tiba pun kaget...
"Mas, kenapa kamu tiba-tiba kesini..." ucap bella...
"Kenapa sayang, kamu tak suka dengan kedatangan ku..." ucap stiven...
"Bukan seperti itu, biasanya kamu mengambari ku..." ucap bella...
"Aku hanya merindukan mu..." ucap stiven sambil memeluk bella...
"Lepas mas ini di toko..." ucap bella...
"Apa kamu tadi bertemu seseorang..." ucap stiven...
__ADS_1
"Iya, tadi aku bertemu nia di neon cafe..." ucap bella...
"Apa kamu bisa menjelaskan foto ini..." ucap stiven sambil menunjukan foto yang di maksud...
Bella yang milihat foto itu pun kaget, ia tak menyangka bahwa kejadian yang dialamai nya tadi di foto oleh seseorang...
"Aa... ku bisa jelasin semuanya..." ucap bella gagap karena takut suami ny marah...
"Maaf..." ucap stiven....
"Untuk apa, bukanya aku yang seharusnya minta maaf padamu..." ucap bella...
"Maaf aku tak bisa menjaga mu, hingga ada laki-laki lain yang memeluk dan mencium mu..." ucap stiven...
"Kamu tidak marah padaku..." ucap bella...
"Buat apa aku marah pada mu..." ucap stiven...
"Kamu tidak marah pada ku, karena foto ini..." ucap bella...
"Tentu tidak, aku akan membasmi laki-laki yang berada di foto ini, aku percaya kalau kamu tidak salah..." ucap stiven...
"Terimakasih sayang, kamu telah mempercayai ku..." ucap bella...
"Kamu tenang sayang, aku akan memberi pelajaran yang setimpal dengan orang yang ingin merusak rumah tangga kita..." ucap stiven...
"Terimakasih..." ucap bella dan membalik badannya dan memeluk tubuh stiven...
"Kamu kenapa, tubuh mu terasa lebih hangat dan wajah mu lebih pucat..." ucap stiven...
"Tidak, aku hanya sedikit pusing..." ucap bella...
"Apa Kita harus pergi kedokter..." ucap stiven...
"Tidak sayang, aku hanya sedikit pusing..." ucap bella...
"Kita pulang sekarang..." ucap stiven...
"Tapi kamu harus kekantor kan..." ucap bella...
"Kamu lebih penting dari segalanya..." ucap stiven...
Mereka pun memutuskan pulang kerumah, sesampainya di rumah mereka langsung menuju kamar...
"Kamu mau apa..." ucap stiven...
"Tiba-tiba aku pengen makanan yang asem..." ucap bella...
Terimakasih telah mampir... jangan lupa like comen dan vote ya...
__ADS_1
Sebenarnya konflik ini mau author buat panjang, tapi karena respon kalian tidak baik, langsung author pangkas konflik nya...