
"Hahaha kau benar-benar saudara terbaik ku," ucap Marvin.
Permainan mereka berakhir ketika mereka semua sudah benar-benar lelah menatap layar monitor, mereka kembali masuk ke dalam kamar masing-masing sedangkan Nathan ingin menghubungi Rey karena ulah nya Nathan jadi seperti ini.
"Ada apa Nat," tanya Rey yang sedang bersama wanita nya.
Nathan memicingkan mata nya, Rey sudah bersama wanita yang berbeda lagi dari sebelum mereka bertemu. Nathan tidak tau bagaimana bisa seorang Rey dapat memikat seorang wanita, bila di lihat-lihat Nathan merasa jauh lebih tampan di bandingkan Rey.
"Jangan heran Nat, ini pacar ku, kami baru saja jadian," kata Rey.
"Kau beri apa wanita itu sampai mau dengan mu," tanya Nathan.
"Aku beri cinta dan kasih sayang ku Nat, cinta mu hanya untuk nya seorang," jawab Rey.
"Rey aku benar-benar ingin muntah, mendengar ucapan mu, kau sangat menjijikkan Rey." ucap Nathan.
"Hahaha, jangan kau dengar kalau begitu, ada apa kau menghubungi ku," tanya Rey.
"Kau tidak mendengar informasi tentang ku," tanya balik Nathan.
"Tidak ada, aku juga sudah beberapa hari ini tidak bertemu dengan Evans dan Leo," jawab Rey.
"Aku kecelakaan karena wanita itu," ucap Nathan.
__ADS_1
"Apa! bagaimana bisa kau kecelakaan, terus wanita itu bagaimana," tanya Rey.
"Kau menanyakan kabar wanita itu dari pada aku, kau benar-benar sepupu ku tidak nya," ucap Nathan.
"Hahaha aku belum pernah bertemu dengan nya, aku dengar ia mempunyai ciuman yang hot," kata Rey.
"Hmmm kalau itu benar, baru saja kami bertemu dia sudah sangat agresif," ucap Nathan.
"Terus apa masalahnya sampai kau bisa kecelakaan karena nya," tanya Rey.
Nathan menjelaskan semua nya secara detail, wajah nya terlihat penuh emosi saat menjelaskan semuanya pada Rey. Rey hanya bisa menahan tawa nya melihat dan mendengar penjelasan dari Nathan.
"Hahaha kalian kocak Nat, kau terlalu polos untuk nya," ucap Rey.
"Apa Nat, kau serius," tanya Rey yang sekarang berubah menjadi mode serius.
"Kau kira aku bercanda, sekarang aku tidak bisa jalan," jawab Nathan.
"Nat maaf Nat, aku salah Nat, apa kau sudah baik-baik saja, aku akan datang jika kau memerlukan ku, tapi beri aku ongkos Nat," ucap Rey.
"Untuk apa kau datang, kau pikir dengan kau datang aku akan sembuh," kata Nathan.
"Hehehe maaf Nat, sekali lagi maaf Nat," ucap Rey.
__ADS_1
"Iya iya aku tidak menyalahkan mu, ya sudah aku harus beristirahat," kata Nathan.
Sore hari nya Calvin dan Piter pergi mengunjungi rumah untuk Erwin, Vino sudah memberikan rumah untuk ayah Kevin di kompleks sebelah.
"Ini kau yang membeli nya kan Cal," tanya Piter.
"Tidak bukan aku tapi ayah Vino, aku sudah menyuruhnya memakai uang ku, jadi kau jangan merasa tidak enak," jawab Calvin.
"Kau tau ayah dan yang lainnya sudah lepas landas, mereka sedang dalam perjalanan ke sini," ucap Piter.
"Nah mungkin mereka akan sampai besok pagi, kita akan menjemput mereka," kata Calvin.
Sesampainya di rumah itu merupakan berdua langsung masuk ke dalam, rumah itu memang jauh jika di bandingkan dengan rumah Vino, tetapi jauh lebih kayak dari rumah Erwin sebelum nya.
"Tiga lantai Calvin, aku yakin ini tidak murah," ucap Piter.
"Aku tidak tau harga nya Piter, yang penting rumah ini ada banyak kamar, jadi jika aku ingin menginap di sini, aku bisa membawa istri ku," kata Calvin.
"Istri mu itu memang benar-benar cantik Calvin, kau sangat pintar dalam memilih wanita dan kalian berdua benar-benar saling mencintai."
"Jika aku tidak mencintai istri ku, bagaimana mungkin aku bisa menanamkan benih ku di sana, dia memang wanita yang sempurna untuk aku yang banyak sekali kekurangan ku," ucap Calvin.
"Tidak Calvin kau juga sempurna, kalian berdua pasangan yang sangat serasi," ujar Piter.
__ADS_1